Pesan Bijak Ketum MUI: Pemimpin Ormas Harus Seperti Sopir Bus, Jaga Ketenangan Bangsa

Akbar Silohon | WartaLog
16 Apr 2026, 01:17 WIB
Pesan Bijak Ketum MUI: Pemimpin Ormas Harus Seperti Sopir Bus, Jaga Ketenangan Bangsa

WartaLog — Di tengah momentum silaturahmi yang penuh kehangatan, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar, menyampaikan sebuah perumpamaan yang sarat akan makna filosofis bagi para pemimpin organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di tanah air. Beliau menekankan pentingnya menjaga lisan dan perbuatan demi merawat stabilitas nasional agar tidak terjebak dalam kegaduhan yang tidak produktif.

Menjaga Stabilitas di Tengah Pembangunan Nasional

Dalam agenda Silaturahmi Nasional Ormas Islam dan Halalbihalal Idul Fitri 1447 H yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, KH Anwar Iskandar menyoroti peran strategis para tokoh umat Islam. Menurutnya, saat ini Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran kabinetnya tengah berupaya keras membangun fondasi menuju Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

Read Also

Langkah Drastis Kemenimipas: Bersihkan Internal dari Mafia Narkoba dan Pungli di Balik Jeruji

Langkah Drastis Kemenimipas: Bersihkan Internal dari Mafia Narkoba dan Pungli di Balik Jeruji

“Kewajiban kita sebagai tokoh umat adalah menyediakan atmosfer yang memungkinkan pemimpin negara ini bekerja dengan tenang, konstruktif, dan efektif. Itulah kontribusi nyata yang saat ini sangat dibutuhkan oleh bangsa,” tegas KH Anwar di hadapan para pimpinan ormas yang hadir.

Filosofi Sopir Bus: Tanggung Jawab atas Keselamatan Bersama

Ada yang menarik dalam orasi KH Anwar kali ini. Beliau melontarkan analogi unik untuk menggambarkan besarnya tanggung jawab seorang pemimpin ormas. Beliau mengibaratkan pimpinan ormas sebagai seorang “sopir bus”, bukan seorang pembalap sirkuit.

“Kita harus ekstra hati-hati. Pemimpin ormas itu ibarat sopir bus, bukan sopir pembalap. Jika seorang pembalap memacu kendaraannya terlalu kencang dan mengalami kecelakaan, risikonya mungkin hanya menimpa dirinya sendiri. Namun, jika sopir bus yang ugal-ugalan hingga terjadi kecelakaan, maka bukan hanya sopir yang celaka, seluruh penumpang pun akan ikut menderita,” jelasnya memberikan gambaran tentang tanggung jawab pemimpin terhadap rakyatnya.

Read Also

Menyongsong May Day: Polda Metro Jaya Perkuat Sinergi dan Serap Aspirasi Buruh Lewat Dialog Terbuka

Menyongsong May Day: Polda Metro Jaya Perkuat Sinergi dan Serap Aspirasi Buruh Lewat Dialog Terbuka

Kearifan dalam Berucap dan Bertindak

Mengingat pengaruh besar yang dimiliki oleh pimpinan ormas Islam di lapisan masyarakat, KH Anwar menekankan pentingnya kearifan dalam setiap keputusan. Segala ucapan maupun kebijakan yang dikeluarkan oleh tokoh agama hendaknya ditimbang dengan matang agar tidak memicu percikan konflik di akar rumput.

Melalui pedoman atau taujihat yang telah disampaikan, MUI berharap seluruh elemen bangsa dapat bersinergi. Kedewasaan dalam berorganisasi dan kebijaksanaan dalam bersikap menjadi kunci utama agar setiap gerak langkah para tokoh agama senantiasa membawa kesejukan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Acara yang berlangsung khidmat ini juga turut dihadiri oleh jajaran petinggi negara lainnya, yang mempertegas pentingnya kolaborasi antara ulama dan umara dalam menjaga marwah dan kedamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Read Also

Sindikat Obat Keras Ilegal di Gunung Putri Digulung, Polisi Sita Ratusan Butir Barang Bukti

Sindikat Obat Keras Ilegal di Gunung Putri Digulung, Polisi Sita Ratusan Butir Barang Bukti
Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *