Pesan Bijak Ketum MUI: Pemimpin Ormas Harus Seperti Sopir Bus, Jaga Ketenangan Bangsa
WartaLog — Di tengah momentum silaturahmi yang penuh kehangatan, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar, menyampaikan sebuah perumpamaan yang sarat akan makna filosofis bagi para pemimpin organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di tanah air. Beliau menekankan pentingnya menjaga lisan dan perbuatan demi merawat stabilitas nasional agar tidak terjebak dalam kegaduhan yang tidak produktif.
Menjaga Stabilitas di Tengah Pembangunan Nasional
Dalam agenda Silaturahmi Nasional Ormas Islam dan Halalbihalal Idul Fitri 1447 H yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, KH Anwar Iskandar menyoroti peran strategis para tokoh umat Islam. Menurutnya, saat ini Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran kabinetnya tengah berupaya keras membangun fondasi menuju Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.
Langkah Drastis Kemenimipas: Bersihkan Internal dari Mafia Narkoba dan Pungli di Balik Jeruji
“Kewajiban kita sebagai tokoh umat adalah menyediakan atmosfer yang memungkinkan pemimpin negara ini bekerja dengan tenang, konstruktif, dan efektif. Itulah kontribusi nyata yang saat ini sangat dibutuhkan oleh bangsa,” tegas KH Anwar di hadapan para pimpinan ormas yang hadir.
Filosofi Sopir Bus: Tanggung Jawab atas Keselamatan Bersama
Ada yang menarik dalam orasi KH Anwar kali ini. Beliau melontarkan analogi unik untuk menggambarkan besarnya tanggung jawab seorang pemimpin ormas. Beliau mengibaratkan pimpinan ormas sebagai seorang “sopir bus”, bukan seorang pembalap sirkuit.
“Kita harus ekstra hati-hati. Pemimpin ormas itu ibarat sopir bus, bukan sopir pembalap. Jika seorang pembalap memacu kendaraannya terlalu kencang dan mengalami kecelakaan, risikonya mungkin hanya menimpa dirinya sendiri. Namun, jika sopir bus yang ugal-ugalan hingga terjadi kecelakaan, maka bukan hanya sopir yang celaka, seluruh penumpang pun akan ikut menderita,” jelasnya memberikan gambaran tentang tanggung jawab pemimpin terhadap rakyatnya.
Menyongsong May Day: Polda Metro Jaya Perkuat Sinergi dan Serap Aspirasi Buruh Lewat Dialog Terbuka
Kearifan dalam Berucap dan Bertindak
Mengingat pengaruh besar yang dimiliki oleh pimpinan ormas Islam di lapisan masyarakat, KH Anwar menekankan pentingnya kearifan dalam setiap keputusan. Segala ucapan maupun kebijakan yang dikeluarkan oleh tokoh agama hendaknya ditimbang dengan matang agar tidak memicu percikan konflik di akar rumput.
Melalui pedoman atau taujihat yang telah disampaikan, MUI berharap seluruh elemen bangsa dapat bersinergi. Kedewasaan dalam berorganisasi dan kebijaksanaan dalam bersikap menjadi kunci utama agar setiap gerak langkah para tokoh agama senantiasa membawa kesejukan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Acara yang berlangsung khidmat ini juga turut dihadiri oleh jajaran petinggi negara lainnya, yang mempertegas pentingnya kolaborasi antara ulama dan umara dalam menjaga marwah dan kedamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sindikat Obat Keras Ilegal di Gunung Putri Digulung, Polisi Sita Ratusan Butir Barang Bukti