Trump Ungkap Janji Rahasia Xi Jinping: Tiongkok Berhenti Kirim Senjata ke Iran

Akbar Silohon | WartaLog
15 Apr 2026, 22:17 WIB
Trump Ungkap Janji Rahasia Xi Jinping: Tiongkok Berhenti Kirim Senjata ke Iran

WartaLog — Di tengah eskalasi geopolitik global yang kian memanas, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan klaim kontroversial yang menarik perhatian dunia internasional. Dalam sebuah pernyataan terbaru, Trump mengeklaim telah mendapatkan jaminan pribadi dari Presiden Tiongkok, Xi Jinping, terkait penghentian pasokan persenjataan ke Iran.

Melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump mengungkapkan optimismenya menjelang pertemuan puncak yang dijadwalkan berlangsung di Beijing pada pertengahan Mei mendatang. Ia menyebut bahwa Xi Jinping telah memberikan lampu hijau untuk tidak lagi mendukung militer Iran dengan pasokan senjata. “Presiden Xi akan menyambut saya dengan hangat saat saya tiba di sana beberapa minggu lagi,” tulis Trump, merujuk pada agenda diplomasi yang sempat tertunda.

Read Also

Sinergi Strategis di Bukit Rimbang Baling: Polda Riau dan Mahasiswa Bersatu Melawan Karhutla serta Peredaran Narkoba

Sinergi Strategis di Bukit Rimbang Baling: Polda Riau dan Mahasiswa Bersatu Melawan Karhutla serta Peredaran Narkoba

Surat Rahasia dan Komitmen Xi Jinping

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Fox Business, Trump membeberkan dinamika di balik layar komunikasinya dengan pemimpin Tiongkok tersebut. Ia mengaku sempat mendengar laporan intelijen mengenai aliran senjata Tiongkok yang tersebar di berbagai titik konflik, khususnya yang melibatkan Iran. Merespons hal itu, Trump mengambil langkah korespondensi langsung.

“Saya menulis surat kepadanya (Xi Jinping) dan meminta agar praktik tersebut dihentikan. Dia membalas surat saya dengan pernyataan yang intinya menegaskan bahwa mereka tidak melakukan hal itu,” ujar Trump. Meskipun klaim ini sulit diverifikasi secara independen, Trump merasa yakin bahwa pesannya telah sampai dan dipahami oleh pihak Beijing.

Read Also

Konflik AS-Iran Memuncak: Armada Laut Paman Sam Klaim Hancurkan Kapal dan Rudal Teheran di Jalur Maritim Global

Konflik AS-Iran Memuncak: Armada Laut Paman Sam Klaim Hancurkan Kapal dan Rudal Teheran di Jalur Maritim Global

Ketegangan di Selat Hormuz dan Penundaan KTT

Hubungan antara Washington dan Beijing memang tidak sedang dalam kondisi terbaiknya. Konflik di Timur Tengah telah menjadi duri dalam daging bagi diplomasi kedua negara. Sebelumnya, pertemuan tingkat tinggi antara kedua pemimpin ini dijadwalkan pada Maret lalu, namun harus ditunda setelah keputusan Trump untuk melancarkan serangan militer yang memicu perdebatan sengit.

Tiongkok sendiri sempat mengecam keras tindakan AS yang melakukan blokade di Selat Hormuz, menyebutnya sebagai tindakan yang berbahaya dan tidak bertanggung jawab. Di sisi lain, Xi Jinping berkomitmen bahwa negaranya akan memainkan peran konstruktif untuk menjaga perdamaian di kawasan tersebut. Trump membalas narasi ini dengan mengklaim bahwa pembukaan Selat Hormuz secara permanen yang ia upayakan adalah keuntungan besar bagi Tiongkok dan stabilitas dunia.

Read Also

Babak Baru Perlindungan Domestik: Bedah Lengkap Hak dan Kewajiban dalam UU PPRT yang Baru Disahkan

Babak Baru Perlindungan Domestik: Bedah Lengkap Hak dan Kewajiban dalam UU PPRT yang Baru Disahkan

Saling Serang di Ruang Siber

Selain isu persenjataan dan blokade ekonomi, isu keamanan siber juga menjadi sorotan. Saat dikonfirmasi mengenai dugaan serangan siber besar-besaran oleh Tiongkok terhadap FBI, Trump memberikan jawaban yang diplomatis namun penuh sindiran. Ia tidak membantah laporan tersebut, tetapi justru menekankan bahwa aksi saling retas adalah realitas dalam hubungan dua negara adidaya.

“Tiongkok adalah Tiongkok. Kami melakukannya kepada mereka, dan mereka melakukannya kepada kami. Tidak pernah ada kata mudah dalam berurusan dengan mereka, namun kami berhasil mengatasinya dengan baik,” tegas Trump. Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali citranya sebagai pemimpin yang paling tegas dan keras dalam menghadapi pengaruh Tiongkok di panggung global.

Dinamika ini menandai babak baru dalam geopolitik modern, di mana diplomasi surat menyurat dan klaim di media sosial menjadi instrumen penting dalam menentukan arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat terhadap para pesaing strategisnya.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *