Bukan HP Flagship, Xiaomi Resmi Rilis Es Krim dengan Varian ‘Standard, Pro, dan Max’

Siska Amelia | WartaLog
15 Apr 2026, 10:18 WIB
Bukan HP Flagship, Xiaomi Resmi Rilis Es Krim dengan Varian 'Standard, Pro, dan Max'

WartaLog — Raksasa teknologi asal Tiongkok, Xiaomi, kembali mencuri perhatian dunia dengan langkah yang tidak biasa. Alih-alih memperkenalkan smartphone flagship terbaru atau perangkat rumah tangga pintar, perusahaan besutan Lei Jun ini justru merambah dunia kuliner dengan meluncurkan produk es krim unik di kantin pusat mereka yang berlokasi di Beijing.

Menariknya, Xiaomi tidak meninggalkan identitas teknologinya meski produk yang dijual adalah makanan penutup. Es krim tersebut ditawarkan dengan sistem hierarki yang sangat akrab bagi para penggemar gadget, yakni varian Standard, Pro, hingga Max. Penamaan ini sontak memancing gelak tawa sekaligus kekaguman atas konsistensi branding mereka.

Daftar Harga dan Spesifikasi ‘Kuliner’

Bagi para Mi Fans yang berkunjung ke Beijing, es krim ini hadir dengan rentang harga yang cukup terjangkau. Varian Standard dibanderol seharga 5,99 yuan atau sekitar Rp15.500. Jika konsumen ingin sedikit ‘peningkatan performa’, tersedia varian Pro seharga 6,99 yuan (sekitar Rp17.500) yang dilengkapi dengan satu keping biskuit tambahan.

Read Also

MacBook Neo Segera Menggebrak Indonesia: Bocoran Harga, Spesifikasi Gahar Chip A18 Pro, dan Tanggal Rilis Resmi

MacBook Neo Segera Menggebrak Indonesia: Bocoran Harga, Spesifikasi Gahar Chip A18 Pro, dan Tanggal Rilis Resmi

Sementara itu, untuk kasta tertinggi, yakni varian Max, dijual dengan harga 8,99 yuan atau setara Rp22.500. Pada versi ini, pembeli akan mendapatkan spesifikasi maksimal berupa taburan tiga keping biskuit lezat di atas es krimnya. Strategi pemasaran yang unik ini membuat pengalaman membeli es krim terasa seperti sedang memilih unit gadget terbaru.

Filosofi Millet dalam Setiap Sendapan

Di balik keunikannya, es krim ini membawa nilai historis yang mendalam bagi identitas Xiaomi. Resep khusus ini diracik oleh Chef Bing Jiabao dari unit kafetaria internal Xiaomi dengan menggunakan bahan dasar millet atau sekoi. Perlu diketahui, nama “Xiaomi” sendiri secara harfiah berarti “beras kecil” atau millet, yang melambangkan kerendahan hati dan kerja keras.

Read Also

Perang Melawan Konten Negatif: Komdigi Lumpuhkan 4,1 Juta Situs dan Unggahan Ilegal dalam 18 Bulan

Perang Melawan Konten Negatif: Komdigi Lumpuhkan 4,1 Juta Situs dan Unggahan Ilegal dalam 18 Bulan

Chef Bing melakukan eksperimen panjang melalui tiga tahap iterasi demi mendapatkan profil rasa yang sempurna. Proses pembuatannya pun tergolong teknis; millet dikukus hingga lembut, diolah menjadi pasta halus, dicampur dengan susu berkualitas, dan diakhiri dengan taburan biji millet kering untuk memberikan tekstur renyah. Pihak perusahaan mengklaim bahwa resep ini berhasil menonjolkan aroma khas millet yang kuat tanpa menghilangkan kelembutan es krim susu.

Kolaborasi Strategis dan Budaya Kerja

Dalam memproduksi hidangan penutup ini, Xiaomi rupanya menggandeng Mengniu, produsen produk susu terbesar di Tiongkok. Dokumentasi yang beredar memperlihatkan mesin-mesin es krim di kafetaria Xiaomi menggunakan jenama Mengniu, menandakan adanya kolaborasi strategis dalam hal pengadaan bahan baku dan teknologi pendinginan.

Read Also

Huawei Watch Fit 5 Resmi Meluncur: Inovasi ‘Panda’ yang Siap Usir Kebiasaan Mager Anda

Huawei Watch Fit 5 Resmi Meluncur: Inovasi ‘Panda’ yang Siap Usir Kebiasaan Mager Anda

Selain soal rasa, peluncuran ini juga menyingkap tabir manajemen internal perusahaan. Sejak tahun 2015, Xiaomi mengelola kafetaria mereka secara mandiri (in-house). Para koki dan staf dapur di sana berstatus sebagai karyawan resmi yang mendapatkan fasilitas serta tunjangan yang setara dengan staf di divisi riset maupun teknologi. Hal ini membuktikan betapa Xiaomi sangat menghargai setiap elemen di balik operasional perusahaan mereka.

Respon Pasar: Langsung Sold Out!

Kehadiran “Xiaomi Ice Cream” ini langsung menjadi tren di media sosial global. Banyak netizen yang memberikan komentar jenaka, menanyakan kapan varian “Ultra” akan hadir atau menyarankan adanya varian “Youth Edition” untuk pelajar. Antusiasme yang luar biasa ini berujung pada terjual habisnya seluruh stok es krim sesaat setelah resmi dirilis. Loyalitas Mi Fans terbukti tetap solid, bahkan ketika produk yang ditawarkan adalah sebuah hidangan penutup yang manis dan dingin.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *