Gus Irfan Jamin Kenaikan Harga Avtur Tak Ganggu Jadwal Haji: Negara Siap Tanggung Selisih Biaya

Akbar Silohon | WartaLog
14 Apr 2026, 19:17 WIB
Gus Irfan Jamin Kenaikan Harga Avtur Tak Ganggu Jadwal Haji: Negara Siap Tanggung Selisih Biaya

WartaLog — Kabar sejuk datang bagi para calon tamu Allah di tengah dinamika pasar energi global. Meski lonjakan harga avtur sempat memicu kekhawatiran akan pembengkakan biaya, Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Menhaj) memastikan bahwa roda persiapan ibadah haji tahun 2026 tetap berjalan di jalur yang semestinya.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Irfan, menegaskan bahwa gejolak harga bahan bakar pesawat tersebut tidak akan mengubah satu detik pun jadwal keberangkatan yang telah disusun. Kepastian ini ia sampaikan guna meredam spekulasi di masyarakat terkait potensi penundaan kloter.

Jadwal Keberangkatan Dipastikan On-Schedule

“Tidak ada pengaruh sama sekali terhadap jadwal keberangkatan. Semuanya tetap berjalan sesuai rencana awal atau schedule yang sudah kita tetapkan. Tanggal 21 April jemaah mulai masuk asrama, dan pada 22 April mereka mulai diberangkatkan,” ungkap Gus Irfan saat memberikan keterangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Read Also

Bongkar Sindikat Ganjal ATM Jaringan Lintas Provinsi: Modal Tusuk Gigi, Gasak Rp 274 Juta di Jakarta Timur

Bongkar Sindikat Ganjal ATM Jaringan Lintas Provinsi: Modal Tusuk Gigi, Gasak Rp 274 Juta di Jakarta Timur

Komitmen mengenai ketepatan waktu keberangkatan haji ini menjadi prioritas utama kementerian. Gus Irfan menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar proses transisi jemaah dari asrama menuju bandara berjalan tanpa kendala teknis berarti.

Negara Pasang Badan Terkait Biaya Tambahan

Terkait dengan potensi kenaikan ongkos penerbangan yang diperkirakan mencapai Rp1,77 triliun akibat fluktuasi harga bahan bakar, Gus Irfan membawa pesan yang menenangkan bagi para jemaah. Ia menjamin bahwa beban tambahan tersebut tidak akan dipungut dari kantong pribadi para jemaah.

Pemerintah berencana menggunakan instrumen keuangan negara untuk menutup selisih biaya tersebut. “Kami sedang mematangkan teknisnya, apakah melalui APBN atau sumber keuangan negara lainnya. Namun secara prinsip, negara siap hadir untuk menanggung kenaikan tersebut sehingga tidak membebani rakyat,” jelasnya.

Read Also

Tragedi Kemanusiaan di Lebanon: Korban Tewas Tembus 2.000 Jiwa Akibat Eskalasi Serangan Israel

Tragedi Kemanusiaan di Lebanon: Korban Tewas Tembus 2.000 Jiwa Akibat Eskalasi Serangan Israel

Saat ini, proses negosiasi intensif masih terus dilakukan dengan pihak maskapai, yakni Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines. Langkah ini diambil untuk menentukan angka riil penyesuaian biaya penerbangan haji yang paling efisien namun tetap menjunjung tinggi aspek keselamatan dan kenyamanan.

Ketegasan dalam Urusan Logistik

Di balik urusan biaya dan jadwal, Gus Irfan juga menaruh atensi besar pada aspek logistik, khususnya distribusi koper jemaah yang sempat mengalami kendala. Ia memberikan tenggat waktu yang ketat agar urusan ini tidak mengganggu konsentrasi jemaah dalam mempersiapkan diri.

“Paling lambat 17 April koper harus sudah di tangan jemaah. Kami sudah melayangkan surat peringatan serta mengirim tim asistensi khusus untuk memantau langsung salah satu vendor di Bogor yang sempat mengalami keterlambatan,” tuturnya di hadapan Komisi VIII DPR RI.

Read Also

Tragedi Berdarah di Pusat Kembang Api Dunia: Ledakan Dahsyat di Liuyang China Tewaskan 21 Orang

Tragedi Berdarah di Pusat Kembang Api Dunia: Ledakan Dahsyat di Liuyang China Tewaskan 21 Orang

Langkah sigap ini diharapkan dapat memastikan bahwa seluruh instrumen biaya haji dan fasilitas pendukung lainnya telah siap 100 persen sebelum kloter pertama mengangkasa menuju Tanah Suci. Fokus pemerintah saat ini adalah memastikan setiap jemaah dapat beribadah dengan tenang tanpa harus dipusingkan oleh urusan administratif maupun finansial tambahan.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *