QRIS Go Global: Menjelajah Jepang Tanpa Dompet Tebal, Cukup Scan dari Genggaman

Citra Lestari | WartaLog
22 Okt 2026, 01:18 WIB
QRIS Go Global: Menjelajah Jepang Tanpa Dompet Tebal, Cukup Scan dari Genggaman

WartaLog — Fenomena belanja di luar negeri kini telah memasuki babak baru yang jauh lebih praktis. Jika dahulu para pelancong harus disibukkan dengan urusan menukar uang tunai di money changer, membawa tumpukan koin Yen yang berat, atau mengandalkan kartu kredit dengan biaya administrasi yang terkadang membingungkan, kini semua itu bisa dipangkas. Berkat kemajuan teknologi pembayaran, transaksi digital lintas negara kini hanya memerlukan satu alat di genggaman: ponsel pintar.

Di tanah air, kita mengenal metode pembayaran praktis ini dengan nama QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Sebagai catatan penting bagi masyarakat, Bank Indonesia menekankan bahwa penyebutan yang benar adalah “Kris”, bukan “Kyuris” apalagi “Kiris”. Sejak pertama kali diluncurkan pada momen Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2019, QRIS telah bertransformasi dari sekadar alat bayar di pasar tradisional domestik menjadi instrumen finansial yang diakui di pasar internasional, termasuk di Jepang.

Read Also

Badai di Lantai Bursa: IHSG dan Rupiah Tersungkur Akibat Ancaman Downgrade MSCI ke Standalone Market

Badai di Lantai Bursa: IHSG dan Rupiah Tersungkur Akibat Ancaman Downgrade MSCI ke Standalone Market

Ekspansi Digital: QRIS Menembus Pasar Negeri Sakura

Langkah besar QRIS di Jepang bukan sekadar eksperimen. Saat ini, kemudahan ekonomi digital ini sudah bisa dirasakan di berbagai titik strategis di Tokyo, mulai dari gemerlapnya Shibuya, pusat elektronik Akihabara, kawasan bisnis Shinjuku, hingga pusat tren anak muda di Harajuku. Tak hanya terbatas di ibu kota, beberapa toko di Osaka, Kanagawa, Saitama, hingga Kyoto juga telah mulai menerima transaksi menggunakan QRIS.

Pertanyaannya kemudian, mengapa Jepang? Mengingat Negeri Sakura selama ini dikenal sebagai negara yang masyarakatnya sangat setia pada penggunaan uang tunai (cash-centric). Menjawab hal ini, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, menjelaskan bahwa penetrasi QRIS di Jepang didorong oleh tingginya mobilitas warga Indonesia yang berkunjung ke sana.

Read Also

Menembus Pasar Ketat Uni Eropa: Strategi Hilirisasi Bawa Kelapa Parut Gorontalo Mendunia

Menembus Pasar Ketat Uni Eropa: Strategi Hilirisasi Bawa Kelapa Parut Gorontalo Mendunia

“Kami optimis penggunaan QRIS di Jepang akan tumbuh secara signifikan. Hubungan ekonomi antara kedua negara sangat besar, dan QRIS hadir untuk membantu efisiensi transaksi cross border payment yang aman dan cepat,” ujar Ricky saat ditemui di Tokyo baru-baru ini. Berdasarkan data terbaru, transaksi QRIS outbound dari Indonesia ke Jepang pada kuartal II 2026 mencatatkan lonjakan fantastis hingga 95 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Lonjakan Wisatawan dan Efektivitas Pembayaran Digital

Berdasarkan data dari Japan National Tourism Organization (JNTO), arus kunjungan wisatawan Indonesia ke Jepang pada periode Januari hingga Agustus 2026 mencapai angka 451,2 ribu orang. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 11,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Momentum emas inilah yang dimanfaatkan oleh Bank Indonesia untuk memperluas jaringan merchant di lokasi-lokasi wisata populer.

Read Also

Guncangan MSCI dan Langkah Maraton OJK: Menakar Masa Depan Bursa RI di Tengah Ancaman Turun Kasta

Guncangan MSCI dan Langkah Maraton OJK: Menakar Masa Depan Bursa RI di Tengah Ancaman Turun Kasta

Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari sinergi yang kuat antara Bank Indonesia dengan Payments Japan Association (PJA), para penyedia jasa pembayaran, agen akuisisi, mitra industri Jepang, hingga Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo. Edukasi yang masif terus dilakukan agar para wisatawan merasa nyaman bertransaksi tanpa perlu merasa khawatir dengan nilai tukar atau kurs mata uang yang fluktuatif.

Narasi dari Lapangan: Dari Antre Tokyo Hingga Kopi Kalyan

Untuk membuktikan kemudahan ini, tim kami mencoba melakukan penelusuran langsung ke beberapa titik di Tokyo. Lokasi pertama yang kami kunjungi adalah Antre Tokyo Cafe di kawasan Shibuya. Kafe unik ini menawarkan nuansa nostalgia bagi warga Indonesia melalui sajian teh khas nusantara, kue nastar bebas gluten, hingga pai isi rendang yang eksotis. Di sini, pengunjung juga bisa menemukan kerajinan tangan dari Suku Shop.

Natalie Kaneko, pemilik Antre Tokyo Cafe, mengungkapkan bahwa sistem QR code sangat membantu operasional tokonya. “Pelanggan seringkali merasa repot jika harus membawa koin Yen yang banyak. Pembayaran QR menjadi solusi instan. Biasanya yang menggunakan QRIS adalah wisatawan Indonesia, diaspora yang tinggal di sini, atau warga Jepang yang pernah ke Indonesia dan ingin menghabiskan sisa saldo digital mereka,” tuturnya.

Beranjak ke Kichijoji, tepatnya di depan halte bus Kichijoji-dori Ave, kami menemukan Surabi Tokyo. Toko yang mengusung gaya bata merah ini menyajikan surabi khas Solo yang sudah dimodifikasi dengan rasa modern seperti Apple Cinnamon, Mix Berries, hingga Beef Rendang. Lokasinya yang sangat dekat dengan Museum Ghibli menjadikan tempat ini sebagai hidden gem bagi turis Indonesia. Sang pemilik, Adi Nurwan, mengakui bahwa kehadiran QRIS sangat membantu para pelancong yang ingin wisata kuliner tanpa harus bolak-balik ke ATM.

Tak jauh dari Harajuku, tepatnya di Omotesando, Kopi Kalyan Tokyo juga telah mengadopsi teknologi yang sama. Kafe ini populer dengan menu Es Kopi Susu Kalyan dan Tolak Angin Latte. Kenny Tjahyadi, sang pemilik, menceritakan bagaimana wajah-wajah terkejut pelanggan saat mengetahui mereka bisa membayar dengan QRIS. “Awalnya mereka heran, ‘Eh, bisa scan QRIS di sini?’. Ini memberikan rasa nyaman, terutama bagi mereka yang uang Yen tunainya sudah habis dipakai belanja barang lain,” ungkap Kenny.

Kemudahan di Kuil Sensoji: Scan dan Konversi Otomatis

Uji coba terakhir kami lakukan di kawasan bersejarah Sensoji Temple, Asakusa. Di tengah riuhnya turis yang berfoto di bawah lonceng besar dan deretan toko suvenir, kami menemukan toko yang menerima QRIS. Saat membeli magnet kulkas seharga 3.050 Yen, prosesnya sangatlah mulus. Cukup buka aplikasi perbankan atau dompet digital Indonesia, scan kode, masukkan nominal, dan bayar.

Keunggulan utama yang dirasakan adalah fitur konversi otomatis. Tagihan dalam Yen langsung dikonversi ke Rupiah secara real-time. Wisatawan tidak perlu lagi menghitung secara manual atau menebak-nebak berapa saldo yang terpotong. Transparansi nilai tukar inilah yang membuat QRIS menjadi primadona baru di kalangan diaspora Indonesia dan pelancong mancanegara.

Panduan Penting: Perhatikan Logo JPQR Global

Meskipun jaringannya sudah luas, para pelancong harus memperhatikan satu hal penting sebelum melakukan transaksi. Pastikan pada kode QR yang terpajang di kasir terdapat logo JPQR Global. JPQR Global merupakan sistem integrasi QR code nasional di Jepang yang telah bekerja sama dengan sistem pembayaran internasional, termasuk Indonesia.

Sinergi ini membuktikan bahwa batas negara bukan lagi penghalang bagi ekosistem finansial digital. Dengan QRIS, Indonesia tidak hanya sekadar mengikuti tren, tetapi menjadi pemain kunci dalam memajukan sistem pembayaran global yang lebih inklusif dan efisien.

Daftar Merchant yang Menerima QRIS di Jepang

Bagi Anda yang berencana mengunjungi Jepang dalam waktu dekat, berikut adalah daftar beberapa merchant yang sudah terintegrasi dengan sistem QRIS:

Kawasan Tokyo

  • Antre Tokyo (Shibuya)
  • Cabe Meguro (Meguro)
  • Cinta Jawa Cafe (Cabang Akihabara, Shibuya, Shinjuku)
  • Kopi Kalyan (Harajuku)
  • Kuta Bali Cafe (Harajuku & Hachioji)
  • Surabi Kichijoji (Kichijoji)
  • Halal Wagyu Ramen Shinjuku-tei (Shinjuku & Ginza)
  • Edo-Shokuhinkan (Bandara Haneda)
  • Souvenir Shop Hirao (Asakusa)
  • Tokyo Print Kobo (Tokyo Tower)

Kawasan Osaka & Lainnya

  • Osaka: Cafe Bintang (Shinsaibashi & Dotonbori), Euki Coffee & Cacao (Awaza)
  • Kanagawa: Cinta Jawa Cafe (Hiratsuka & Yokohama Kannai)
  • Saitama: Cinta Jawa Cafe (Omiya)
  • Kyoto: Yoshiya (Arashiyama)
  • Aichi: Café & Dining Bulan Bali (Nagoya)
  • Okinawa: Shuri Chinen Seika (Naha)

Dengan daftar yang terus bertambah, perjalanan Anda ke Jepang kini akan terasa jauh lebih ringan dan modern. Cukup pastikan saldo di dompet digital Anda mencukupi, dan biarkan teknologi bekerja untuk kenyamanan Anda.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *