Misi Global Pencak Silat: Gus Nabil Inisiasi Pembentukan Federasi di Hong Kong Menuju Panggung Olimpiade

Akbar Silohon | WartaLog
03 Okt 2026, 11:17 WIB
Misi Global Pencak Silat: Gus Nabil Inisiasi Pembentukan Federasi di Hong Kong Menuju Panggung Olimpiade

WartaLog — Langkah strategis untuk membawa bela diri asli nusantara ke kancah internasional kembali bergulir dengan progresif. Muchamad Nabil Haroen, yang akrab disapa Gus Nabil, selaku Ketua Umum PP Pagar Nusa sekaligus Wakil Ketua Umum PB IPSI, secara resmi mendorong pembentukan Federasi Pencak Silat Hong Kong. Inisiatif ini bukan sekadar upaya pelestarian budaya di tanah rantau, melainkan sebuah misi besar untuk melakukan institusionalisasi olahraga yang melibatkan warga lokal di negeri beton tersebut.

Visi besar ini disampaikan Gus Nabil dalam pertemuan formal dengan Konsul Jenderal RI di Hong Kong, Andi Ardiansyah, di Kantor KJRI Hong Kong pada Jumat (2/10/2026). Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi momentum penting bagi diplomasi kebudayaan Indonesia, di mana pencak silat diposisikan sebagai instrumen utama dalam memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.

Read Also

Tragedi di Perairan Kalianda: Kapal Nelayan KM Bima Suci Karam Dihantam Kargo, Satu ABK Hilang Misterius

Tragedi di Perairan Kalianda: Kapal Nelayan KM Bima Suci Karam Dihantam Kargo, Satu ABK Hilang Misterius

Transformasi Budaya Menjadi Institusi Olahraga Modern

Selama ini, kehadiran pencak silat di luar negeri sering kali hanya terbatas pada komunitas diaspora Indonesia. Namun, Gus Nabil menegaskan bahwa untuk mencapai pengakuan dunia, pola pendekatan harus diubah secara total. Menurutnya, apresiasi terhadap seni budaya harus segera ditransformasikan menjadi sebuah institusi olahraga yang diakui secara administratif dan memiliki struktur organisasi yang kuat.

“Langkah strategis kita berikutnya adalah mentransformasi apresiasi budaya ini menjadi institusionalisasi olahraga. Kami menginisiasi pembentukan Federasi Pencak Silat Hong Kong serta berkomitmen untuk melatih warga lokal agar mereka terlibat langsung, baik sebagai praktisi maupun pengelola,” ujar Gus Nabil dengan nada optimistis. Beliau menekankan bahwa kemandirian sebuah cabang olahraga di negara asing sangat bergantung pada seberapa besar minat masyarakat setempat untuk ikut memiliki dan mengembangkannya.

Read Also

Tragedi Kebakaran SD Takinogawa Dai-san di Tokyo: Detik-Detik Penyelamatan Dramatis di Tengah Isak Tangis Siswa

Tragedi Kebakaran SD Takinogawa Dai-san di Tokyo: Detik-Detik Penyelamatan Dramatis di Tengah Isak Tangis Siswa

Targetnya sangat jelas: menjadikan warga asli Hong Kong sebagai atlet, pelatih, hingga pengurus organisasi. Dengan keterlibatan aktor lokal, pencak silat tidak lagi dipandang sebagai olahraga eksklusif milik warga negara Indonesia (WNI), melainkan menjadi bagian dari khazanah olahraga masyarakat Hong Kong itu sendiri.

Pencak Silat Road to Olympics: Sebuah Peta Jalan Global

Inisiasi pembentukan federasi di Hong Kong ini bukan merupakan agenda tunggal. Gus Nabil menjelaskan bahwa langkah ini adalah bagian integral dari peta jalan global yang telah dirancang oleh PB IPSI, yakni program “Pencak Silat Road to Olympics”. Agar sebuah cabang olahraga dapat dipertandingkan di ajang Olimpiade, salah satu syarat mutlaknya adalah keberadaan federasi resmi di berbagai negara yang diakui oleh komite olahraga setempat.

Read Also

Gerak Cepat Prabowo: Anggaran Bencana NTT Dilipatgandakan, Mendagri Ungkap Komitmen Besar Pemerintah Pusat

Gerak Cepat Prabowo: Anggaran Bencana NTT Dilipatgandakan, Mendagri Ungkap Komitmen Besar Pemerintah Pusat

“Kita tidak ingin pencak silat hanya menjadi tontonan saat perayaan hari nasional Indonesia di luar negeri. Kita ingin melihat bendera-bendera dari berbagai negara berkibar di arena kompetisi pencak silat dunia. Di Hong Kong, kita punya potensi besar karena ekosistem olahraganya sangat maju,” tambahnya. Pengembangan organisasi di tingkat internasional akan mempermudah koordinasi teknis, mulai dari penyamaan standar penjurian hingga penyelenggaraan turnamen internasional yang lebih rutin.

Pagar Nusa sebagai Benteng Karakter Pekerja Migran

Selain fokus pada pembentukan federasi, Gus Nabil juga memberikan perhatian khusus terhadap pembinaan kader Pagar Nusa di Hong Kong. Saat ini, Pagar Nusa Hong Kong telah memiliki dua Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang aktif. Sebagian besar anggotanya adalah para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menyisihkan waktu libur mereka untuk berlatih di ruang publik, salah satunya di Victoria Park yang ikonik.

Kehadiran pencak silat di tengah komunitas PMI bukan sekadar kegiatan fisik. Gus Nabil memandang hal ini sebagai wadah pembinaan karakter dan mentalitas bagi para pejuang devisa. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan di Hong Kong yang kompetitif, pencak silat menjadi jangkar yang menjaga identitas dan nilai-nilai luhur nusantara. “Ini adalah instrumen aktif soft-power diplomacy. Para PMI kita adalah duta bangsa yang memperkenalkan wajah Indonesia yang santun namun tangguh melalui gerakan silat,” jelasnya.

Eksistensi di Panggung Budaya Hong Kong

Konsistensi Pagar Nusa dalam mempromosikan budaya Indonesia di Hong Kong sudah teruji. Selama tiga tahun berturut-turut, mereka menjadi pengisi acara rutin dalam ajang bergengsi Hong Kong Flower Show di Victoria Park. Dalam ajang tersebut, mereka menampilkan berbagai seni bela diri yang dipadukan dengan narasi estetika tinggi, seperti Seni Wiraloka dan Koreografi Salam Pagar Nusa.

Pertunjukan tersebut bukan hanya sekadar demonstrasi kekuatan, tetapi juga perpaduan antara gerakan teknis yang presisi dengan musik tradisional nusantara yang memukau penonton mancanegara. Keberhasilan ini membuktikan bahwa pencak silat memiliki daya tarik universal yang mampu melampaui batasan bahasa dan budaya.

Dukungan Penuh dari KJRI Hong Kong

Niat tulus dan visi besar Gus Nabil mendapat sambutan hangat dari Konsul Jenderal RI di Hong Kong, Andi Ardiansyah. Pihak KJRI memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas peran aktif Pagar Nusa yang selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam melakukan pengayoman terhadap PMI.

“KJRI Hong Kong berkomitmen penuh untuk memfasilitasi dan mengawal langkah-langkah PB IPSI dan PP Pagar Nusa. Pembentukan Federasi Pencak Silat Hong Kong adalah inisiatif yang luar biasa untuk menyukseskan visi besar dunia,” tegas Andi. Ia melihat bahwa keterlibatan warga lokal akan mempercepat proses integrasi pencak silat ke dalam sistem olahraga di Hong Kong, yang pada akhirnya akan mempererat hubungan bilateral kedua wilayah melalui jalur diplomasi budaya.

Batik dan Silat: Dua Warisan untuk Dunia

Pertemuan yang bersejarah tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober. Sebagai simbol persahabatan dan penghormatan terhadap akar budaya, Gus Nabil menyerahkan kain batik khas Solo serta plakat Pagar Nusa kepada Konjen Andi Ardiansyah. Penyerahan cenderamata ini membawa pesan filosofis yang mendalam tentang kekayaan intelektual bangsa Indonesia.

“Pada Hari Batik Nasional ini, kita membicarakan masa depan pencak silat dunia di Hong Kong. Batik dan pencak silat adalah dua kekayaan bangsa yang memiliki bahasa universal. Keduanya adalah jembatan yang mampu menghubungkan Indonesia dengan masyarakat dunia secara harmonis,” pungkas Gus Nabil.

Dalam kunjungan strategis ini, Gus Nabil tidak sendirian. Ia didampingi oleh Ketua PP Pagar Nusa sekaligus Komandan Komando Pasukan Inti Pagar Nusa (Dankopasnas), Malik, serta Ketua PCI Pagar Nusa Hong Kong, Syifa Wantiningsih. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan ramah tamah bersama komunitas diaspora di kawasan Causeway Bay, mempertegas bahwa perjuangan membawa silat ke dunia dimulai dari kebersamaan dan tekad yang kuat di tanah perantauan.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *