Aksi Unik Ekskavator ‘Membungkuk’ Lewati Tenda Hajatan di Sleman, Bukti Harmoni Warga
WartaLog — Sebuah pemandangan tidak biasa baru-baru ini mencuri perhatian warganet setelah sebuah rekaman video memperlihatkan unit ekskavator berukuran besar melintasi area tenda pernikahan. Kejadian yang berlangsung di Padukuhan Onggojayan, Banyurejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman ini menjadi perbincangan hangat karena dianggap menunjukkan sisi unik kehidupan bertetangga di pedesaan.
Momen Langka di Tengah Pesta
Dalam video yang viral tersebut, tampak alat berat itu bergerak perlahan menyusuri jalan sempit yang telah tertutup tenda hajatan. Agar tidak merusak dekorasi maupun atap tenda, operator ekskavator secara hati-hati memposisikan bagian lengan atau arm alat berat tersebut dalam kondisi ‘menunduk’ atau serendah mungkin. Sejumlah warga sekitar pun terlihat sigap memberikan arahan agar kendaraan raksasa itu bisa melintas tanpa hambatan.
Masa Depan Buruh di Tangan Sendiri: Dasco Beri Lampu Hijau Serikat Pekerja Susun Draft UU Ketenagakerjaan Baru
Jagabaya Kalurahan Banyurejo, Irwan Darmanta, mengonfirmasi bahwa peristiwa unik itu terjadi pada Jumat (10/4) lalu. Ia menjelaskan bahwa kemunculan alat berat tersebut bukanlah tanpa alasan, melainkan karena adanya agenda pembangunan fasilitas umum di dusun setempat.
Prioritas Pembangunan Masjid
Menurut Irwan, saat itu masyarakat Padukuhan Onggojayan memang sedang memulai proses revitalisasi atau perobohan masjid lama untuk dibangun kembali menjadi bangunan yang lebih layak. Lokasi masjid yang sedang direhab tersebut tepat berada di sisi utara dari rumah warga yang sedang menggelar hajatan pernikahan.
“Waktu itu memang ada kebutuhan mendesak untuk merobohkan masjid karena akan segera direnovasi. Lokasi hajatan kebetulan berada di dekat area pembongkaran tersebut. Karena alat beratnya sangat dibutuhkan, akhirnya warga meminjam ekskavator yang kabarnya berasal dari proyek tol terdekat,” ungkap Irwan.
Tragedi Berdarah Cengkareng: Nyawa Melayang Akibat Senggolan Motor, Korban Baru Sehari Mencari Nafkah
Kesepakatan dan Toleransi Bertetangga
Meski tenda hajatan menempati jalan raya yang merupakan satu-satunya akses bagi kendaraan besar, Irwan menegaskan bahwa hal tersebut tidak memicu konflik. Justru, pemandangan ini menjadi bukti nyata kuatnya toleransi antarwarga di Sleman.
Sebelum acara dimulai, rupanya telah terjalin kesepakatan bahwa kepentingan pembangunan tempat ibadah dan hajatan pernikahan warga harus sama-sama berjalan beriringan. Meskipun jalan tertutup tenda, warga tetap membuka akses secara terbatas bagi kendaraan yang bersifat darurat atau mendesak, termasuk ekskavator tersebut.
“Masyarakat menginginkan pembangunan masjidnya tetap jalan, dan acara mantenan (pernikahan) juga tetap berlangsung lancar. Semuanya sudah dikomunikasikan dengan baik, jadi tidak ada masalah sama sekali di lapangan. Bahkan pada hari Jumat dan Sabtu, jalan tersebut masih bisa diupayakan untuk dibuka sedikit demi kelancaran bersama,” pungkasnya.
Tragedi Kemanusiaan di Lebanon: 2.387 Warga Tewas Terjebak dalam Pusaran Konflik
Kisah ini pun menuai banyak komentar positif dari netizen yang kagum dengan cara warga Sleman dalam menyelesaikan masalah logistik tanpa harus menghentikan kegembiraan tetangganya yang sedang menempuh hidup baru.