Budi Arie Tegaskan Harmoni Jokowi-Prabowo: Hentikan Upaya Adu Domba Demi Persatuan Nasional
WartaLog — Di tengah riuh rendah dinamika politik pasca-transisi kepemimpinan nasional, sebuah pernyataan tegas meluncur dari barisan pendukung setia Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, secara terbuka memberikan klarifikasi terkait berbagai spekulasi yang mencoba mengusik keharmonisan antara Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden petahana, Prabowo Subianto. Dalam sebuah momen penuh keakraban di Jakarta, Budi Arie mengirimkan pesan kuat kepada publik agar tidak terjebak dalam narasi yang bersifat memecah belah.
Langkah ini diambil guna meredam isu-isu liar yang berkembang di media sosial maupun ruang diskusi publik mengenai adanya keretakan di antara kedua tokoh bangsa tersebut. Menurut Budi Arie, hubungan antara Jokowi dan Prabowo saat ini berada dalam kondisi yang sangat baik dan didasari oleh rasa saling menghormati serta komitmen yang sama untuk memajukan Indonesia dalam bingkai keberlanjutan.
Kisah Haru Gadis Kembar Trenggalek: Dibuang Ibu Kandung, Merajut Asa Jadi Pengusaha di Sekolah Rakyat
Menepis Isu Keretakan di Panggung Politik Nasional
Hadir dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Projo yang digelar di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, pada Minggu (23/8/2026), Budi Arie Setiadi tidak ragu untuk pasang badan. Ia menyadari bahwa sebagai relawan Projo yang telah mengawal pemerintahan selama satu dekade, menjaga stabilitas politik adalah prioritas utama. Baginya, isu keretakan hubungan Jokowi-Prabowo hanyalah upaya pihak-pihak tertentu yang ingin mengambil keuntungan dari kegaduhan.
“Jadi soal hubungan Pak Jokowi dengan Pak Prabowo, ya ini kan ada yang usaha adu domba, kan begitu. Menurut saya stop adu domba, karena kita ingin pemerintahan ini dibangun berbasis persatuan nasional,” ujar Budi Arie dengan nada tegas di hadapan para wartawan dan kader Projo yang hadir. Pernyataan ini sekaligus menjadi jawaban atas berbagai desas-desus yang sempat menghiasi tajuk berita utama dalam beberapa pekan terakhir.
Kebon Pala Terendam 1,4 Meter: Antara Rutinitas Banjir Kiriman dan Ketangguhan Warga Kampung Melayu
Budi Arie menekankan bahwa persatuan nasional bukanlah sekadar jargon politik, melainkan pondasi krusial agar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dapat berjalan efektif. Ia mengajak semua elemen bangsa untuk berhenti menciptakan polarisasi baru yang justru dapat menghambat akselerasi pembangunan yang tengah diperjuangkan oleh kabinet saat ini.
Tantangan Bangsa yang Semakin Kompleks
Lebih lanjut, pria yang juga dikenal sebagai sosok yang dekat dengan lingkaran dalam Istana ini mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi Indonesia di masa depan tidaklah ringan. Gejolak global, mulai dari ketidakpastian ekonomi hingga dinamika geopolitik, menuntut pemerintah untuk fokus sepenuhnya pada kerja nyata bagi rakyat. Oleh karena itu, energi bangsa tidak boleh habis hanya untuk mengurusi polemik internal yang tidak produktif.
Kemenangan Diplomasi di Perbatasan: 127,3 Hektare Wilayah Sebatik Resmi Kembali ke Pangkuan RI
“Bahwa persatuan nasional ini penting, dan juga bagaimana sesama anak bangsa ini sama-sama kita bersatu untuk menyelesaikan berbagai problematika permasalahan bangsa dan rakyat. Karena tentu tantangan kebangsaan kita, kenegaraan kita hari ini tidak ringan di tengah berbagai gejolak yang terjadi di masyarakat,” tambahnya. Budi Arie memberikan gambaran bahwa dinamika politik yang sehat seharusnya mengedepankan kolaborasi, bukan konfrontasi yang dipicu oleh informasi yang tidak valid.
Narasi adu domba yang sering muncul di ruang digital, menurut Budi Arie, berpotensi mengaburkan fokus pemerintah dalam mengeksekusi program-program strategis. Projo, sebagai salah satu organisasi relawan terbesar, berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kondusivitas suhu politik nasional agar rakyat tetap merasa tenang dan optimis menatap masa depan.
Masa Depan Politik Jokowi dan Teka-Teki PSI
Selain menepis isu perselisihan, perayaan HUT Projo tersebut juga menjadi ajang bagi publik untuk menanyakan arah politik masa depan Joko Widodo setelah purnatugas. Salah satu isu yang paling hangat adalah kemungkinan Jokowi mengambil peran penting di dalam Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Saat ditanya mengenai kemungkinan dirinya mendampingi Jokowi sebagai Sekjen jika Jokowi resmi memimpin PSI, Budi Arie memilih untuk tetap diplomatis namun memberikan sinyal dukungan yang eksplisit.
“Tunggu saja, kan mesti tanya Pak Jokowi, Pak Jokowi mau jadi Ketua Umum PSI apa enggak, gitu lho. Iya kan, tanyanya Pak Jokowi, ‘Pak, Bapak mau jadi Ketua Umum PSI apa enggak Pak?’ Gitu dong,” ucapnya sambil berseloroh. Meskipun belum ada keputusan resmi, Budi Arie memastikan bahwa ke mana pun langkah politik Jokowi berlabuh, Projo akan tetap setia mengikuti arahan sang mentor politik.
Loyalitas Projo terhadap sosok Jokowi memang telah teruji oleh waktu. Budi Arie menegaskan bahwa jika Jokowi memutuskan untuk memimpin sebuah partai politik, maka seluruh mesin organisasi Projo dari tingkat pusat hingga daerah akan memberikan dukungan penuh. “Kalau Projo itu, kalau Pak Jokowi jadi Ketua PSI, pasti Projo dari Sabang sampai Merauke seluruh Indonesia pasti dukung partainya Pak Jokowi,” sambungnya dengan penuh keyakinan.
Menanti Arahan Sang Komando
Strategi politik Projo ke depan tampaknya masih sangat bergantung pada “titah” dari Joko Widodo. Sebagai organisasi yang lahir dari semangat sukarelawan, Projo memposisikan diri sebagai instrumen politik yang fleksibel namun tetap memiliki prinsip yang kokoh dalam mengawal visi pemerintahan Prabowo-Gibran. Budi Arie menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru mengambil langkah besar sebelum ada instruksi yang jelas.
“Ya kita menunggu arahan dan perintah Pak Jokowi, begitu. Kalau Pak Jokowi jadi ketua umum, kita akan mendukung arah politik Pak Jokowi,” imbuhnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun estafet kepemimpinan nasional telah berpindah ke tangan Prabowo Subianto, pengaruh politik Jokowi masih sangat signifikan dalam menentukan peta kekuatan politik di Indonesia.
Kehadiran Projo dalam peta politik nasional tidak bisa dipandang sebelah mata. Sejak didirikan, organisasi ini telah bertransformasi menjadi kekuatan sosial-politik yang mampu menggerakkan massa dan opini publik. Dukungan mereka terhadap pemerintahan saat ini diharapkan dapat menjadi jembatan penghubung antara kebijakan pemerintah dengan aspirasi masyarakat di tingkat akar rumput.
Komitmen Dukungan Penuh untuk Prabowo-Gibran
Mengakhiri pernyataannya, Budi Arie meminta seluruh anggota Projo untuk merapatkan barisan dan menyukseskan seluruh program kerja yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan pentingnya loyalitas tegak lurus kepada kepentingan negara. Bagi Projo, keberhasilan pemerintahan saat ini adalah keberhasilan seluruh rakyat Indonesia, dan hal tersebut hanya bisa dicapai jika tidak ada gangguan dari internal pendukung sendiri.
Di tengah berbagai spekulasi dan upaya pelemahan melalui narasi adu domba, pernyataan Budi Arie ini menjadi oase yang memberikan kejelasan bagi para pendukung pemerintah. Dengan tegas, ia mengirim pesan bahwa stabilitas politik harus dijaga agar proses pembangunan nasional tidak terganggu oleh kebisingan politik yang tidak relevan. Fokus utama saat ini adalah memastikan bahwa transisi kepemimpinan berjalan mulus dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat banyak.
Pesan penutup dari perayaan HUT Projo tersebut sangat jelas: persatuan di atas segalanya. Dalam menghadapi problematika bangsa yang berat, kolaborasi antara kepemimpinan masa lalu yang berprestasi dan kepemimpinan masa kini yang penuh visi adalah kunci utama menuju Indonesia Emas. Projo berkomitmen untuk terus mengawal perjalanan ini dengan penuh dedikasi dan integritas.