Menkop Ferry Juliantono: Mengembalikan Marwah Koperasi Melalui Kesejahteraan Nyata dan Warisan Bung Hatta
WartaLog — Di tengah atmosfer formal yang menyelimuti Ballroom Hotel St Regis, Jakarta Selatan, sebuah pesan mendalam tentang masa depan ekonomi nasional menggema. Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, berdiri di podium untuk mengingatkan kembali bangsa ini tentang esensi sejati dari sebuah wadah ekonomi bernama koperasi. Baginya, kejayaan sebuah koperasi tidak boleh lagi hanya dipandang melalui kacamata angka-angka neraca yang besar atau megahnya gedung perkantoran mereka, melainkan dari sejauh mana kehadiran mereka mampu menyentuh dan mengubah taraf hidup masyarakat luas.
Dalam gelaran prestisius Koperasi Awards 2026 yang berlangsung pada Kamis malam, Ferry Juliantono menyampaikan narasi yang sangat emosional namun strategis. Ia menekankan bahwa semangat yang diletakkan oleh Sang Proklamator sekaligus Bapak Koperasi Indonesia, Mohammad Hatta, harus ditarik kembali ke permukaan sebagai kompas penggerak ekonomi di era modern ini. Menurut Ferry, relevansi pemikiran Bung Hatta tidak pernah pudar, justru semakin menguat di tengah tantangan ekonomi global yang kian kompleks.
Sentuhan Estetika Bumi Sriwijaya: Bhayangkari Polda Sumsel Sabet Juara Stand Terbersih di Bazar Nusantara 2026
Menakar Keberhasilan dari Sisi Kemanusiaan
Selama ini, indikator kesuksesan seringkali terjebak pada skala organisasi. Namun, di hadapan para penggerak ekonomi rakyat, Menkop Ferry menegaskan pergeseran paradigma tersebut. “Saya ingin keberhasilan koperasi tidak lagi hanya diukur dari seberapa besar organisasinya, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan oleh masyarakat. Di situlah sebenarnya semangat Bung Hatta menemukan relevansinya kembali hari ini,” tegas Ferry dengan nada penuh keyakinan.
Kehadiran keluarga besar Bung Hatta dalam acara tersebut menambah kedalaman makna pernyataan sang menteri. Kehadiran mereka bukan sekadar seremoni, melainkan simbol penjaga nyala api idealisme ekonomi kerakyatan yang dulu diperjuangkan dengan penuh peluh. Ferry menyebutkan bahwa koperasi bukan sekadar badan usaha yang berorientasi pada laba semata, melainkan sebuah gagasan besar tentang bagaimana ekonomi harus dibangun di atas fondasi kebersamaan dan gotong royong.
Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI Berlanjut ke Meja Hijau, Sidang Perdana Digelar Pekan Depan
Koperasi Awards: Penghormatan bagi Penjaga Nilai
Ajang Koperasi Awards 2026 sendiri dipandang Ferry sebagai bentuk rekognisi negara terhadap mereka yang konsisten meniti jalan sunyi perjuangan ekonomi rakyat. Ia menyatakan bahwa penghargaan tersebut bukan hanya tentang siapa yang memegang trofi di atas panggung, melainkan sebuah pengakuan kolektif terhadap dedikasi para insan koperasi yang terus menjaga warisan nilai-nilai luhur Bung Hatta agar tetap hidup dan relevan.
Pemerintah menyadari bahwa menjaga konsistensi dalam membesarkan koperasi bukanlah perkara mudah. Diperlukan keteguhan hati untuk tetap berpegang pada prinsip kemitraan di tengah godaan kapitalisme yang agresif. Oleh karena itu, apresiasi ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi seluruh gerakan koperasi di tanah air untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan akar nilai sosialnya.
Strategi Baru Perjuangan Buruh: Mengapa Bergabungnya Said Iqbal ke Pemerintahan Takkan Melemahkan KSPI?
Misi Besar Mengelola 130 Ribu Entitas Ekonomi
Tugas yang diemban Kementerian Koperasi saat ini memang tidak ringan. Ferry memaparkan tanggung jawab besar dalam membina dan mengawasi sekitar 130.000 koperasi yang tersebar di seluruh pelosok nusantara. Angka yang fantastis ini merupakan modal sosial dan ekonomi yang luar biasa jika dikelola dengan manajemen yang tepat dan transparan. Fokus utamanya adalah memastikan ratusan ribu entitas ini tidak hanya menjadi angka statistik, tetapi menjadi mesin penggerak kesejahteraan anggota secara konkret.
Sejalan dengan visi besar pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Koperasi kini tengah menggalakkan program prioritas nasional yang sangat ambisius. Salah satunya adalah inisiatif pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program ini dirancang untuk memastikan bahwa koperasi hadir di lini terdepan masyarakat, menjadi alat konsolidasi potensi lokal, dan ujung tombak dalam pengentasan kemiskinan di tingkat desa.
Modernisasi Sebagai Kunci Persaingan Global
Agar mampu bersaing di panggung ekonomi yang kian kompetitif, Menkop Ferry mendorong penuh dilakukannya modernisasi dalam tubuh gerakan koperasi. Ia bermimpi melihat koperasi-koperasi di Indonesia berdiri sejajar, dengan kepala tegak, bersaing sehat dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun sektor swasta raksasa. Modernisasi ini mencakup digitalisasi sistem, penguatan manajemen profesional, hingga adaptasi teknologi dalam rantai produksi.
“Kepada seluruh gerakan koperasi di Indonesia, mari kita lanjutkan perjalanan ini dengan kerja nyata. Perkuat dan modernisir koperasi kita agar tidak tertinggal oleh zaman,” ajak Ferry. Ia optimis bahwa dengan sentuhan profesionalisme, koperasi bisa menjadi lembaga keuangan dan ekonomi yang sehat, mandiri, dan dipercaya oleh seluruh lapisan masyarakat.
Langkah Strategis: Hilirisasi dan Integrasi Ekonomi
Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Ferry juga sering menekankan pentingnya hilirisasi berbasis koperasi. Sebagai contoh, di sektor perkebunan sawit, ia mendorong agar petani tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga mampu mengolah produk turunan melalui wadah koperasi. Strategi ini dianggap krusial untuk meningkatkan nilai tambah yang dirasakan langsung oleh para petani kecil.
Dengan mengintegrasikan sektor hulu dan hilir di bawah bendera koperasi, ketergantungan masyarakat terhadap tengkulak atau rantai distribusi yang merugikan dapat dipangkas. Inilah manifestasi dari pemberdayaan masyarakat yang sesungguhnya, di mana masyarakat berdaulat atas sumber daya dan hasil jerih payahnya sendiri.
Dukungan Lintas Sektoral Bagi Kebangkitan Koperasi
Kehadiran berbagai tokoh nasional dalam acara Koperasi Awards 2026 menunjukkan dukungan yang kuat terhadap visi Menkop Ferry. Tampak hadir dalam barisan tamu undangan adalah Founder & Chairman CT Corp Chairul Tanjung, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, serta Ketua Komite IV DPD RI AA Ahmad Nawardi.
Selain itu, dukungan dari sektor keamanan dan hukum juga terlihat dengan kehadiran Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Laksdya TNI (Purn) Didit Herdiawan serta Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejagung RI Reda Manthovani. Kolaborasi lintas kementerian dan lembaga ini menjadi sinyal positif bahwa pembangunan ekonomi kerakyatan melalui koperasi telah menjadi agenda prioritas bersama yang didukung oleh berbagai pemangku kepentingan strategis.
Menutup pidatonya, Menkop Ferry Juliantono menyampaikan harapan besar agar cita-cita luhur para pendiri bangsa dapat terus diwujudkan. “Mari kita wujudkan koperasi yang sehat, mandiri, dan profesional, serta benar-benar mampu menghadirkan manfaat yang nyata bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya, disambut tepuk tangan meriah dari hadirin yang hadir.