Langkah Strategis Mentan Amran Sulaiman: Pastikan Harga Pakan Stabil dan Dorong Dapur Makan Bergizi Gratis Serap Telur Peternak Rakyat

Citra Lestari | WartaLog
12 Agu 2026, 03:18 WIB
Langkah Strategis Mentan Amran Sulaiman: Pastikan Harga Pakan Stabil dan Dorong Dapur Makan Bergizi Gratis Serap Telur P

WartaLog — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan ekosistem perunggasan nasional. Dalam sebuah langkah responsif, Mentan memastikan bahwa harga pakan ternak akan tetap dijaga stabilitasnya hingga penghujung tahun. Tak hanya berhenti di sisi produksi, pemerintah juga mewajibkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau unit dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memprioritaskan penyerapan telur langsung dari peternak rakyat.

Kebijakan ini merupakan jawaban konkret atas kegelisahan para pelaku usaha ternak yang belakangan ini dihantui oleh fluktuasi biaya operasional dan ketidakpastian harga jual hasil ternak. Amran Sulaiman secara khusus menemui para perwakilan peternak dari berbagai penjuru tanah air dalam sebuah Rapat Koordinasi Perunggasan yang digelar di Surabaya, Jawa Timur. Kehadiran Mentan di lapangan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak ingin membiarkan para peternak berjuang sendirian di tengah dinamika pasar yang seringkali tidak memihak pada produsen kecil.

Read Also

Menembus Blokade Selat Hormuz: Daftar Kapal Tetangga RI yang Berhasil Melintas di Tengah Konflik

Menembus Blokade Selat Hormuz: Daftar Kapal Tetangga RI yang Berhasil Melintas di Tengah Konflik

Keseimbangan Hulu dan Hilir: Kunci Ketahanan Perunggasan

Dalam arahannya, Mentan Amran Sulaiman menekankan pentingnya menjaga harmoni antara biaya produksi di hulu dan penyerapan pasar di hilir. Beliau menyatakan bahwa menjaga Harga Pokok Penjualan (HPP) telur adalah sebuah keharusan, namun hal itu tidak akan efektif jika biaya harga pakan tidak dikendalikan dengan ketat. Upaya menahan lonjakan harga pakan menjadi prioritas utama agar margin keuntungan peternak tetap terjaga pada level yang sehat.

“HPP untuk harga telur kita jaga, tetapi harga pakan juga harus kita jaga, jangan terlalu tinggi. Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan. Itu kita sudah sepakat semua,” tegas Amran Sulaiman di hadapan para peserta rapat. Beliau memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak terkait agar tidak melakukan spekulasi harga yang dapat memberatkan peternak mandiri di daerah-daerah.

Read Also

Gebrakan Transmart Full Day Sale: Berburu Koleksi Alat Makan Mewah dengan Harga Miring

Gebrakan Transmart Full Day Sale: Berburu Koleksi Alat Makan Mewah dengan Harga Miring

Intervensi di sektor hulu ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kerugian yang sering kali dialami peternak akibat kenaikan harga bahan baku pakan seperti jagung dan konsentrat. Dengan biaya operasional yang lebih terukur, para peternak diharapkan memiliki ruang gerak yang lebih luas untuk meningkatkan kualitas produksi peternakan mereka.

Dapur Makan Bergizi Gratis: Mesin Baru Penyerap Hasil Ternak

Terobosan paling signifikan dalam kebijakan ini adalah pengintegrasian program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai penyangga pasar bagi produk telur rakyat. Mentan memastikan bahwa seluruh unit SPPG wajib menyerap telur dari peternak lokal sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan. Langkah ini bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan sebuah instruksi resmi yang harus dijalankan demi keberlangsungan hidup jutaan peternak.

Read Also

Skandal Manipulasi Ekspor Sawit: 10 Perusahaan Besar Terendus ‘Sunat’ Nilai Transaksi Melalui Singapura

Skandal Manipulasi Ekspor Sawit: 10 Perusahaan Besar Terendus ‘Sunat’ Nilai Transaksi Melalui Singapura

“Sudah ada instruksi, sudah ada surat bahwa wajib menyerap sesuai juknisnya. Itu kita lakukan demi peternak-peternak kita seluruh Indonesia,” lanjut Amran. Kehadiran SPPG sebagai pembeli siaga (off-taker) diharapkan mampu menciptakan rantai pasok yang lebih efisien dan memutus jalur distribusi yang terlalu panjang, yang selama ini seringkali merugikan harga di tingkat produsen.

Dengan adanya kepastian pasar melalui program pemerintah ini, peternak tidak perlu lagi khawatir akan terjadinya penumpukan stok telur yang dapat menjatuhkan harga pasar secara drastis. Sinergi ini menjadi jembatan antara kebutuhan gizi nasional dan kesejahteraan ekonomi peternak rakyat.

Meningkatkan Konsumsi: Strategi Ganda Gizi dan Ekonomi

Tidak hanya menjamin penyerapan, pemerintah juga merencanakan peningkatan volume penggunaan telur dalam menu program MBG. Amran Sulaiman mengungkapkan adanya peluang besar untuk menambah frekuensi pemberian telur dalam menu harian. Jika sebelumnya telur mungkin hanya muncul satu kali dalam sepekan, ke depan frekuensinya diupayakan meningkat menjadi dua hingga tiga kali.

“Insyaallah harga telur kita jaga di tingkat SPPG. Kemudian kalau konsumsi satu kali per minggu bisa menjadi dua kali, bahkan tiga kali. Itu sudah dibuat prosedurnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN),” papar Amran. Peningkatan konsumsi ini dipandang sebagai strategi yang saling menguntungkan (win-win solution). Di satu sisi, anak-anak dan kelompok sasaran program MBG mendapatkan asupan protein berkualitas tinggi, sementara di sisi lain, permintaan pasar terhadap telur akan melonjak secara konsisten.

Melalui perluasan pasar domestik yang masif melalui kebijakan pertanian dan gizi ini, industri perunggasan rakyat diharapkan memiliki daya tahan yang lebih kuat terhadap guncangan ekonomi global maupun domestik.

Keberpihakan pada 3,8 Juta Peternak Rakyat

Keputusan Mentan untuk turun langsung ke Surabaya merupakan bentuk respon cepat terhadap dinamika sosial di lapangan. Beliau menyadari bahwa ada sekitar 3,8 juta jiwa yang menggantungkan hidupnya pada sektor peternakan rakyat. Suara-suara protes dan aspirasi yang muncul dari daerah ditangkap sebagai sinyal darurat yang memerlukan tindakan segera tanpa harus menunggu rapat birokrasi yang panjang di ibu kota.

“Ini 3,8 juta peternak kita harus jaga. Apa mau biarkan mereka berteriak tiap hari? Dan itu tugas kami. Begitu kami lihat ada aksi di beberapa daerah, langsung kami rapat di Surabaya. Tidak menunggu lagi rapat di Jakarta,” ujarnya dengan nada tegas. Hal ini mencerminkan gaya kepemimpinan yang progresif dan berorientasi pada solusi lapangan.

Upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi mikro melalui sektor perunggasan ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang kokoh bagi kedaulatan pangan nasional. Dengan terjaganya harga pakan dan terjaminnya penyerapan hasil produksi, masa depan peternak rakyat Indonesia kini memiliki arah yang lebih jelas dan penuh optimisme.

Secara keseluruhan, langkah strategis yang diambil oleh Kementerian Pertanian ini menunjukkan bahwa integrasi antara program kesejahteraan sosial dan perlindungan produsen dapat berjalan beriringan. Kini, publik menanti implementasi teknis di lapangan agar semangat yang dibawa oleh Mentan Amran Sulaiman dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para peternak di pelosok negeri.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *