Strategi Sabuk Kamtibmas: Ikhtiar Kapolda Sumsel Merajut Persatuan dan Menangkal Provokasi di Bumi Sriwijaya

Akbar Silohon | WartaLog
28 Jul 2026, 17:17 WIB
Strategi Sabuk Kamtibmas: Ikhtiar Kapolda Sumsel Merajut Persatuan dan Menangkal Provokasi di Bumi Sriwijaya

WartaLog — Di bawah langit Kota Palembang yang cerah, sebuah momentum penting bagi stabilitas keamanan di Sumatera Selatan baru saja terukir. Bertempat di lapangan Mapolrestabes Palembang pada Selasa (28/7), suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Apel Besar Sabuk Kamtibmas. Acara ini bukan sekadar seremoni baris-berbaris biasa, melainkan sebuah ikrar kolektif untuk menjaga marwah dan kedamaian di tengah dinamika sosial yang kian kompleks.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho, yang memimpin langsung jalannya apel, tampak berwibawa di podium. Kehadirannya didampingi oleh jajaran Forkopimda, perwakilan mahasiswa, elemen buruh, komunitas ojek daring, hingga berbagai kelompok masyarakat. Kehadiran lintas sektoral ini menegaskan bahwa keamanan masyarakat adalah tanggung jawab bersama yang tidak bisa dipikul oleh satu institusi saja.

Read Also

Langkah Drastis Kemenimipas: Bersihkan Internal dari Mafia Narkoba dan Pungli di Balik Jeruji

Langkah Drastis Kemenimipas: Bersihkan Internal dari Mafia Narkoba dan Pungli di Balik Jeruji

Filosofi ‘Super Team’ dalam Menjaga Stabilitas Daerah

Dalam orasinya yang menggugah, Irjen Pol Sandi Nugroho menyoroti metamorfosis Kota Palembang yang berkembang pesat. Ia mengibaratkan dinamika sosial saat ini seperti dua mata pisau. Di satu sisi, geliat ekonomi yang masif membawa kesejahteraan, namun di sisi lain, ia membuka celah bagi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Kita tidak perlu menjadi seorang Superman, tetapi yang kita butuhkan adalah sebuah Super Team. Jadikanlah ‘Sabuk Kamtibmas’ ini sebagai pengikat yang memelihara persatuan dan kesatuan, serta benteng sosial yang menjaga kehidupan dari segala bentuk potensi gangguan,” tegas Irjen Pol Sandi dengan nada yang penuh penekanan.

Read Also

Agus Andrianto Tegaskan Bapas Sebagai Jantung Reintegrasi, Bukan Sekadar Pelaksana Administrasi

Agus Andrianto Tegaskan Bapas Sebagai Jantung Reintegrasi, Bukan Sekadar Pelaksana Administrasi

Istilah “Sabuk Kamtibmas” sendiri sengaja dipilih untuk menggambarkan sebuah perlindungan yang melingkar, erat, dan kokoh. Kapolda menginginkan agar setiap warga merasa memiliki peran sebagai sensor keamanan di lingkungannya masing-masing. Tanpa kolaborasi yang organik, upaya kepolisian akan selalu menemui jalan buntu.

Revitalisasi Siskamling dan Ketahanan Informasi

Salah satu poin krusial yang disampaikan dalam apel tersebut adalah seruan untuk menghidupkan kembali kearifan lokal dalam menjaga lingkungan, yakni Sistem Keamanan Lingkungan atau Siskamling. Di era modern ini, Siskamling tidak lagi hanya soal ronda malam, tetapi juga tentang ketahanan informasi di tingkat akar rumput.

Irjen Pol Sandi mengajak masyarakat untuk lebih kritis terhadap informasi yang beredar di media sosial. Ia memperingatkan bahwa isu-isu provokatif seringkali menjadi pemantik perpecahan yang sulit dipadamkan jika sudah membesar. “Saya mengajak seluruh masyarakat untuk perkuat kembali Siskamling dan jangan mudah terprovokasi oleh isu yang memecah belah,” tambahnya.

Read Also

Tragedi Kemanusiaan di Tyre: Gempuran Udara Israel Hantam Fasilitas Medis, Sepuluh Tenaga Kesehatan Jadi Korban

Tragedi Kemanusiaan di Tyre: Gempuran Udara Israel Hantam Fasilitas Medis, Sepuluh Tenaga Kesehatan Jadi Korban

Pesan ini terasa sangat relevan mengingat Sumatera Selatan, khususnya Palembang, adalah wilayah dengan keragaman etnis dan budaya yang tinggi. Keharmonisan yang telah terjaga selama ini harus dilindungi dari tangan-tangan tidak bertanggung jawab yang mencoba memancing di air keruh.

Melampaui Statistik: Mengubah Mindset Masyarakat

Sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, tercatat ada 678 perkara kejahatan yang berhasil diungkap oleh jajaran kepolisian. Namun, bagi Irjen Pol Sandi Nugroho, angka tersebut bukanlah sebuah trofi utama. Baginya, banyaknya kasus yang terungkap justru menunjukkan bahwa angka kriminalitas masih memerlukan perhatian serius dari sisi pencegahan.

Kebanggaan sejati institusi kepolisian, menurutnya, adalah ketika warga memiliki kesadaran proaktif untuk mencegah terjadinya kejahatan sebelum peristiwa itu terjadi. Mengubah pola pikir dari reaktif menjadi preventif adalah tantangan terbesar sekaligus tujuan utama dari gerakan Sabuk Kamtibmas ini.

“Keberhasilan kita bukan diukur dari seberapa banyak orang yang kita tangkap, tapi seberapa aman masyarakat kita merasa saat beraktivitas sehari-hari tanpa rasa takut,” jelas sang Kapolda di hadapan ratusan peserta apel.

Inovasi Teknologi: Peluncuran Aplikasi Ampera 247

Tidak hanya mengandalkan pendekatan emosional dan fisik, Polda Sumsel juga menyadari pentingnya adaptasi terhadap teknologi digital. Dalam kesempatan yang sama, diluncurkan pula Aplikasi Ampera 247. Aplikasi ini dirancang sebagai jembatan komunikasi antara warga dan polisi selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu.

Lewat platform ini, warga dapat melaporkan kejadian darurat, memantau kondisi lalu lintas, hingga mendapatkan layanan administrasi kepolisian dengan lebih cepat. Ini adalah langkah konkret Polrestabes Palembang dalam menghadirkan polisi di genggaman tangan masyarakat, sekaligus meminimalisir hambatan birokrasi dalam pelayanan publik.

Manifestasi Penegakan Hukum dan Pengembalian Hak Korban

Sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas, acara ini juga diisi dengan kegiatan simbolis namun bermakna dalam bagi para korban kejahatan. Beberapa unit kendaraan bermotor yang sempat hilang dicuri berhasil ditemukan kembali dan diserahkan langsung kepada pemilik sahnya. Isak tangis haru warga mewarnai momen penyerahan tersebut, membuktikan bahwa kerja keras polisi memberikan dampak nyata bagi kehidupan individu.

Selain itu, dilakukan pula pemusnahan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 19,4 kg. Pemusnahan ini merupakan pesan keras bagi jaringan pengedar narkotika bahwa tidak ada tempat bagi perusak generasi bangsa di Bumi Sriwijaya. Kepolisian berkomitmen untuk terus memutus rantai peredaran gelap narkoba yang seringkali menjadi akar dari berbagai tindak kriminal lainnya.

Alarm bagi Persatuan Sumsel

Menyambung arahan Kapolda, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa seruan hari ini adalah sebuah alarm sekaligus panggilan jiwa bagi seluruh warga. Ia menekankan bahwa pertahanan Kamtibmas yang paling kokoh bukanlah senjata canggih, melainkan persatuan warganya.

“Di era keterbukaan informasi saat ini, hoaks dan provokasi adalah ancaman nyata yang bisa merusak persaudaraan. Lewat semangat Sabuk Kamtibmas, kami mengajak seluruh elemen untuk merapatkan barisan, menyaring informasi sebelum membagikannya, dan berdiri bersama Polri,” ujar Kombes Pol Nandang.

Ia juga mengingatkan bahwa bahaya hoaks dapat merusak tatanan sosial hanya dalam hitungan detik melalui jempol yang tidak bijak di layar smartphone. Oleh karena itu, kecerdasan digital harus berjalan beriringan dengan semangat gotong royong.

Penutup: Nyago Bumi Sriwijaya, Aman Bae!

Apel Besar Sabuk Kamtibmas ini akhirnya ditutup dengan sebuah ikrar kebangsaan di level daerah. Dengan perpaduan antara ketegasan penegakan hukum, kolaborasi warga, dan pemanfaatan teknologi, Palembang mengirimkan pesan yang kuat ke seluruh penjuru negeri.

Semangat ‘Nyago Bumi Sriwijaya, Aman Bae!’ bukan sekadar slogan, melainkan napas baru dalam menjaga stabilitas wilayah. Kini, Palembang bersiap melangkah maju sebagai kota yang tidak hanya unggul dalam pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga memiliki imunitas yang kuat terhadap segala bentuk provokasi dan perpecahan. Persatuan warga, pada akhirnya, tetap menjadi kunci utama dari keamanan sejati.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *