Tragedi Api di Kemayoran: Aksi Cepat Brimob Polda Metro Jaya Padamkan Kebakaran Hebat di Pasar Jiung

Akbar Silohon | WartaLog
02 Jun 2026, 11:17 WIB
Tragedi Api di Kemayoran: Aksi Cepat Brimob Polda Metro Jaya Padamkan Kebakaran Hebat di Pasar Jiung

WartaLog — Langit malam di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, yang biasanya tenang mendadak berubah menjadi merah membara pada Senin malam. Suara sirene mobil pemadam kebakaran bersahutan dengan teriakan histeris warga saat api dengan cepat merambat, melahap bangunan demi bangunan di kawasan padat penduduk Pasar Jiung. Di tengah situasi yang mencekam tersebut, jajaran personel dari Batalion A Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya terjun langsung ke lapangan untuk membantu proses pemadaman dan pengamanan lokasi.

Peristiwa kebakaran kemayoran ini dilaporkan mulai terjadi pada Senin, 1 Juni 2026, sekitar pukul 20.55 WIB. Kobaran api yang dipicu oleh cuaca kering dan material bangunan yang mudah terbakar membuat si jago merah sulit dikendalikan dalam waktu singkat. Kehadiran personel Brimob di lokasi bukan hanya sekadar membantu menyemprotkan air, melainkan juga menjaga ketertiban serta memastikan proses evakuasi warga berjalan tanpa hambatan di tengah kepanikan yang luar biasa.

Read Also

Presiden Prabowo Melayat ke RSUD Kota Bekasi: Duka Mendalam Atas Tragedi Tabrakan Kereta Api

Presiden Prabowo Melayat ke RSUD Kota Bekasi: Duka Mendalam Atas Tragedi Tabrakan Kereta Api

Kronologi Api Melahap Pemukiman Padat Pasar Jiung

Menurut informasi yang dihimpun oleh tim lapangan kami, laporan awal mengenai percikan api masuk ke pos pemadam kebakaran sekitar pukul 20.55 WIB. Petugas yang tiba di lokasi sepuluh menit kemudian langsung melakukan operasi pemadaman. Namun, tantangan di lapangan tidaklah mudah. Gang-gang sempit dan kerumunan warga yang berusaha menyelamatkan harta benda sempat menyulitkan ruang gerak armada pemadam.

Melihat situasi yang semakin tidak terkendali, personel Brimob Polda Metro Jaya dikerahkan untuk memperkuat pengamanan. Mereka membentuk barikade agar warga yang tidak berkepentingan tidak mendekat ke titik api, sekaligus memberikan jalur prioritas bagi selang-selang pemadam. Langkah ini sangat krusial mengingat banyaknya warga yang berkerumun karena rasa ingin tahu atau sekadar ingin membantu dengan peralatan seadanya.

Read Also

Gencatan Senjata Sepihak Rusia di Hari Kemenangan: Jeda Kemanusiaan atau Ultimatum Mematikan bagi Kyiv?

Gencatan Senjata Sepihak Rusia di Hari Kemenangan: Jeda Kemanusiaan atau Ultimatum Mematikan bagi Kyiv?

Operasi pemadaman ini berlangsung secara maraton selama kurang lebih tujuh jam. Petugas baru benar-benar bisa menyatakan api padam sepenuhnya pada Selasa dini hari, sekitar pukul 04.15 WIB. Meski begitu, proses pendinginan terus dilakukan hingga pagi hari guna memastikan tidak ada bara api yang tersembunyi di balik reruntuhan bangunan yang bisa memicu kebakaran susulan.

Respons Cepat Satbrimob: Bukan Sekadar Tugas Rutin

Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, menegaskan bahwa pengerahan personelnya adalah bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat bencana. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran polisi di lokasi bencana bertujuan untuk memberikan rasa aman serta mencegah terjadinya tindakan kriminal seperti penjarahan di saat warga sedang dalam kondisi lemah.

Read Also

Gebrakan Prabowo Pangkas Labirin Birokrasi: Satgas Deregulasi Jadi Kunci Percepatan Investasi Nasional

Gebrakan Prabowo Pangkas Labirin Birokrasi: Satgas Deregulasi Jadi Kunci Percepatan Investasi Nasional

“Kehadiran personel Brimob di lokasi kebakaran Pasar Jiung merupakan bentuk respons cepat kepolisian dalam membantu masyarakat saat terjadi situasi darurat maupun bencana di wilayah hukum Polda Metro Jaya,” ujar Kombes Henik Maryanto dalam keterangan resminya. Selain membantu pemadaman, personel juga aktif melakukan evakuasi korban, membantu lansia dan anak-anak menjauh dari lokasi berbahaya, serta mengamankan perimeter agar petugas pemadam kebakaran bisa bekerja maksimal.

Dugaan sementara mengenai penyebab musibah ini adalah adanya korsleting listrik dari salah satu rumah warga. Masalah instalasi listrik yang sudah tua atau tidak standar memang seringkali menjadi momok di pemukiman padat Jakarta. Pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman melalui Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) untuk memastikan pemicu utama kebakaran tersebut.

Dampak Kerusakan: Ratusan Rumah Menjadi Arang

Pantauan langsung di lokasi pada Selasa pagi menunjukkan pemandangan yang memilukan. Sisa-sisa material bangunan yang hangus masih mengeluarkan asap tipis. Bau sangit menusuk hidung di sepanjang jalan kawasan Pasar Jiung. Warga yang kini kehilangan tempat tinggal mulai mendatangi kembali puing-puing rumah mereka, berharap masih ada sisa-sisa barang berharga yang bisa diselamatkan dari abu.

Berdasarkan data terkini, tercatat sekitar 250 rumah warga ludes terbakar. Kerusakan ini berdampak langsung pada sedikitnya 350 kepala keluarga yang kini terpaksa mengungsi. Rumah-rumah yang tadinya berdiri tegak kini hanya menyisakan tembok-tembok hitam yang retak dan atap seng yang melengkung akibat suhu panas yang ekstrem semalam.

Garis polisi berwarna kuning telah terpasang di sekeliling area terdampak untuk mencegah warga masuk ke struktur bangunan yang tidak stabil. Petugas juga mengingatkan warga akan bahaya tertimpa reruntuhan tembok yang bisa roboh sewaktu-waktu. Sementara itu, arus lalu lintas di sekitar Kemayoran yang sempat ditutup total saat kejadian, perlahan mulai dibuka kembali dan berangsur normal, meskipun beberapa titik masih mengalami kepadatan karena banyaknya warga yang menonton sisa kebakaran.

Upaya Pemulihan dan Solidaritas Warga

Pasca-bencana, fokus pemerintah daerah kini beralih pada penanganan pengungsi. Sejumlah tenda darurat telah didirikan oleh Dinas Sosial dan BPBD di sekitar lokasi. Bantuan berupa makanan siap saji, air bersih, serta pakaian layak pakai mulai mengalir, baik dari instansi pemerintah maupun sumbangan masyarakat sekitar yang tergerak melihat penderitaan para korban.

“Kami tidak membawa apa-apa, hanya baju di badan. Semua surat-surat penting habis terbakar,” ujar salah satu warga yang rumahnya rata dengan tanah. Cerita-cerita pilu seperti ini menghiasi suasana di posko pengungsian. Namun, di balik kesedihan itu, semangat gotong royong nampak nyata. Warga yang tidak terdampak secara aktif membantu mendistribusikan bantuan dan menyediakan dapur umum.

Selain penanganan logistik, dukungan psikologis juga mulai direncanakan bagi anak-anak yang mengalami trauma akibat kejadian traumatis tersebut. Polda Metro Jaya melalui bagian psikologi juga berencana menurunkan tim untuk memberikan trauma healing bagi warga yang terdampak cukup parah.

Pentingnya Mitigasi Kebakaran di Kawasan Padat

Kejadian di Kemayoran ini kembali menjadi pengingat keras bagi seluruh pihak mengenai pentingnya mitigasi kebakaran di pemukiman padat penduduk. Kurangnya ketersediaan hidran yang berfungsi baik serta sulitnya akses bagi mobil pemadam berukuran besar menjadi evaluasi berkala yang harus segera dicarikan solusinya.

Warga juga diimbau untuk lebih waspada terhadap penggunaan instalasi listrik. Menumpuk steker atau menggunakan kabel yang tidak sesuai standar nasional merupakan risiko besar yang sering diabaikan. Selain itu, kesadaran untuk menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di lingkungan RT atau RW bisa menjadi langkah awal yang sangat efektif dalam mencegah api kecil menjadi kebakaran besar.

Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih terus bersiaga di lokasi untuk memantau situasi keamanan dan memastikan bantuan bagi warga terdampak dapat tersalurkan dengan merata. Kasus ini kini berada di bawah penanganan Polres Metro Jakarta Pusat untuk penyelidikan lebih lanjut terkait unsur kelalaian atau murni kecelakaan teknis.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *