Nakhoda Baru PT PELNI: Budi Setyawan Wijaya Resmi Pimpin Era Transformasi Maritim Selanjutnya

Citra Lestari | WartaLog
18 Jun 2026, 23:21 WIB
Nakhoda Baru PT PELNI: Budi Setyawan Wijaya Resmi Pimpin Era Transformasi Maritim Selanjutnya

WartaLog — Langkah besar kembali diambil oleh pemerintah dalam memperkuat sektor logistik dan konektivitas laut nasional. PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero), sebagai tulang punggung transportasi maritim Indonesia, secara resmi mengumumkan perombakan signifikan pada jajaran direksinya. Dalam sebuah momen yang menandai transisi kepemimpinan strategis, Budi Setyawan Wijaya kini resmi didapuk sebagai Direktur Utama, menggantikan Tri Andayani yang telah menyelesaikan masa tugasnya dengan berbagai torehan prestasi.

Keputusan perombakan ini tertuang dalam Salinan Keputusan Kepala BP Nomor SR-322/BP/06/2026 yang diterbitkan pada tanggal 18 Juni 2026. Perubahan nakhoda ini bukan sekadar pergantian wajah, melainkan sinyal kuat akan adanya penyegaran strategi di tubuh BUMN yang mengelola armada kapal penumpang dan barang terbesar di tanah air ini. Dalam dinamika ekonomi maritim yang semakin menantang, langkah ini dipandang sebagai upaya untuk mempercepat akselerasi layanan dan efisiensi operasional perusahaan.

Read Also

IHSG Terjungkal ke Zona Merah: Investor Asing Tarik Dana Rp 653 Miliar di Tengah Volatilitas Pasar

IHSG Terjungkal ke Zona Merah: Investor Asing Tarik Dana Rp 653 Miliar di Tengah Volatilitas Pasar

Penyegaran di Kursi Puncak Manajemen

Dalam keputusan yang diambil melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tersebut, tidak hanya posisi Direktur Utama yang mengalami pergeseran. Tri Andayani dan Anik Hidayati, dua srikandi yang telah membawa pengaruh besar bagi PELNI, menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada jajaran baru. Budi Setyawan Wijaya yang kini memegang kemudi diharapkan mampu meneruskan tren positif perusahaan, sementara Triswahyu Herlina resmi dipercaya mengemban amanah sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, menggantikan Anik Hidayati.

Pergantian ini dilakukan di tengah upaya pemerintah untuk terus memperkuat peran PELNI dalam program tol laut yang menjadi kunci distribusi logistik ke wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Kehadiran Budi Setyawan Wijaya di kursi pimpinan tertinggi diharapkan membawa perspektif baru dalam menghadapi disrupsi digital dan tantangan logistik global yang semakin kompleks.

Read Also

Komitmen IKN: Megaproyek Gedung DPR dan MA Kebal Efisiensi, Target Beroperasi 2028

Komitmen IKN: Megaproyek Gedung DPR dan MA Kebal Efisiensi, Target Beroperasi 2028

Rotasi Strategis untuk Penguatan Armada

Selain pergantian di posisi pucuk, manajemen PELNI juga melakukan rotasi internal yang cukup menarik untuk disimak. Kokok Susanto, yang sebelumnya fokus pada pengembangan usaha angkutan barang dan tol laut, kini diberikan tanggung jawab baru sebagai Direktur Armada dan Teknik. Pergeseran ini menunjukkan fokus perusahaan yang ingin memastikan keandalan teknis armada kapalnya tetap terjaga di level tertinggi demi keselamatan penumpang dan efisiensi pengiriman kargo.

Sementara itu, posisi yang ditinggalkan Kokok Susanto kini diisi oleh Hana Suhardi. Sebagai Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut yang baru, Hana memikul beban besar untuk mengoptimalkan potensi pendapatan dari sektor logistik, yang selama beberapa tahun terakhir menjadi kontributor penting bagi kesehatan finansial perusahaan. Sinergi antara armada yang andal dan manajemen logistik yang cerdas menjadi target utama dalam formasi baru ini.

Read Also

Atasi Darurat Sampah, Pemerintah Kejar Target Konstruksi Proyek PSEL dalam Tujuh Minggu

Atasi Darurat Sampah, Pemerintah Kejar Target Konstruksi Proyek PSEL dalam Tujuh Minggu

Apresiasi Atas Fondasi Transformasi 2022-2026

Tidak bisa dimungkiri bahwa kepemimpinan Tri Andayani, Anik Hidayati, dan Robert MP Sinaga telah memberikan warna tersendiri bagi sejarah PELNI. Selama periode 2022 hingga 2026, ketiganya dianggap sukses melakukan transformasi besar-besaran, baik dari sisi model bisnis maupun standarisasi layanan kepada pelanggan. Sekretaris Perusahaan PT PELNI (Persero), Ditto Pappilanda, mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam dari seluruh insan PELNI atas dedikasi para pimpinan terdahulu.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepemimpinan yang luar biasa. Transformasi yang dilakukan selama empat tahun terakhir telah membangun fondasi yang sangat kuat bagi keberlanjutan perusahaan. Integritas dan profesionalisme yang mereka tunjukkan menjadi standar baru bagi kami semua,” ujar Ditto dalam keterangan resminya kepada tim WartaLog.

Laporan Keuangan 2025: Capaian Positif yang Harus Dijaga

Pengumuman perubahan direksi ini dilakukan bertepatan dengan pengesahan Laporan Tahunan PT PELNI (Persero) Tahun Buku 2025. Rapat yang digelar di Gedung BP BUMN Jakarta tersebut dihadiri oleh pejabat dari PT Danantara Asset Management serta BP BUMN. Selain merombak manajemen, RUPS juga secara resmi menyetujui laporan keuangan perusahaan yang menunjukkan performa solid sepanjang tahun 2025.

Kesehatan finansial perusahaan menjadi modal utama bagi direksi baru untuk melangkah lebih jauh. Tantangan ke depan adalah bagaimana menjaga momentum pertumbuhan bisnis ini agar tetap stabil, di tengah fluktuasi harga bahan bakar kapal dan tuntutan modernisasi fasilitas pelabuhan yang terus berkembang. PELNI tidak hanya dituntut untuk profitabel, tetapi juga harus menjalankan fungsi penugasan negara dengan prima.

Daftar Lengkap Jajaran Direksi Baru PT PELNI

Berikut adalah susunan lengkap jajaran Direksi PT PELNI (Persero) hasil keputusan RUPS terbaru yang akan mengawal visi perusahaan ke depan:

  • Direktur Utama: Budi Setyawan Wijaya
  • Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Triswahyu Herlina
  • Direktur Armada dan Teknik: Kokok Susanto
  • Direktur SDM dan Umum: Heri Purnomo
  • Direktur Usaha Angkutan Penumpang: Nuraini Dessy W
  • Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut: Hana Suhardi

Pengawasan Melalui Dewan Komisaris yang Solid

Untuk memastikan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) berjalan dengan baik, jajaran direksi baru ini akan diawasi oleh Dewan Komisaris yang berpengalaman. Sinergi antara pengambil kebijakan dan pengawas diharapkan mampu menciptakan ekosistem kerja yang transparan dan akuntabel. Berikut adalah susunan Dewan Komisaris PT PELNI:

  • Komisaris Utama: Soenarko Gatie Atmodjo
  • Komisaris: Faturohman
  • Komisaris: Budi Mantoro
  • Komisaris: Moekhlas Sidik
  • Komisaris Independen: Sosialisman Hidayat Hasibuan

Menatap Masa Depan Konektivitas Nusantara

Pergantian kepemimpinan di PELNI ini terjadi pada saat yang krusial bagi industri maritim nasional. Masyarakat kini semakin kritis terhadap kualitas layanan transportasi laut. Digitalisasi tiket, kenyamanan di atas kapal, hingga ketepatan waktu sandar menjadi parameter utama kepuasan pelanggan. Budi Setyawan Wijaya kini memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa PELNI tetap menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dalam menjelajahi indahnya konektivitas antar pulau.

Dengan formasi baru ini, harapan besar disematkan agar PT PELNI tidak hanya menjadi pemain dominan di pasar domestik, tetapi juga mampu meningkatkan efisiensi operasional yang berdampak pada penurunan biaya logistik nasional. Sektor maritim adalah urat nadi Indonesia, dan dengan nakhoda baru, PELNI bersiap untuk berlayar lebih jauh menuju cakrawala kesuksesan yang baru.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *