Ketegangan di Ruang Angkasa: Paus Leo XIV Enggan Berpolemik dengan Donald Trump Soal Krisis Iran

Akbar Silohon | WartaLog
13 Apr 2026, 17:54 WIB
Ketegangan di Ruang Angkasa: Paus Leo XIV Enggan Berpolemik dengan Donald Trump Soal Krisis Iran

WartaLog — Di tengah gejolak geopolitik yang kian memanas, pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia, Paus Leo XIV, akhirnya angkat bicara merespons serangan verbal dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Alih-alih membalas dengan nada sengit, Paus yang mencatat sejarah sebagai putra Amerika pertama di Takhta Suci ini justru memilih jalan diplomasi yang tenang dan menyejukkan.

Pernyataan tersebut terlontar di atas pesawat kepausan dalam perjalanan menuju Aljazair, yang menandai kunjungan perdana Paus Leo ke benua Afrika. Di hadapan para awak media yang mengerubunginya, beliau dengan tegas menyatakan posisinya yang jauh dari panggung politik praktis.

“Saya bukan seorang politikus,” ujar Paus Leo XIV dengan tenang namun berwibawa, sebagaimana dilaporkan oleh tim redaksi lapangan. Beliau menambahkan bahwa dirinya tidak memiliki niat sedikit pun untuk terjebak dalam perdebatan terbuka dengan Donald Trump. Bagi sang Paus, misi utamanya tetaplah satu: konsisten dalam menyuarakan perdamaian dunia di atas segala kepentingan kekuasaan.

Read Also

Sentuhan Personal Prabowo di May Day 2026: Dari Desain Kaos hingga Payung Khusus bagi Ratusan Ribu Buruh

Sentuhan Personal Prabowo di May Day 2026: Dari Desain Kaos hingga Payung Khusus bagi Ratusan Ribu Buruh

Serangan Balik dari Gedung Putih

Sebelumnya, Donald Trump meluncurkan kritik tajam yang menghebohkan publik internasional. Trump merasa terusik dengan sikap vokal Paus Leo yang mengecam eskalasi militer antara Amerika Serikat dan Iran. Sang Presiden bahkan secara blak-blakan menyebut Paus Leo sebagai sosok yang “sangat buruk bagi kebijakan luar negeri”.

“Kita tidak menyukai Paus yang seolah merestui kepemilikan senjata nuklir… Dia adalah orang yang tidak menyadari bahaya bermain-main dengan negara yang ingin menghancurkan dunia,” cetus Trump dalam salah satu orasinya. Dengan gaya khasnya yang provokatif, Trump pun menegaskan bahwa dirinya bukan merupakan penggemar dari kepemimpinan Paus asal negaranya tersebut.

Paus Amerika dan Dilema Geopolitik

Ketegangan ini bukan tanpa alasan. Sejak menduduki kursi kepausan, Paus Leo XIV dikenal sangat vokal dalam menentang retorika perang yang dikobarkan oleh koalisi AS dan Israel terhadap Iran. Beliau bahkan sempat melayangkan kecaman keras terhadap ancaman Trump kepada rakyat Iran, yang disebutnya sebagai tindakan yang “benar-benar tidak dapat diterima” secara moral.

Read Also

Strategi Polda Banten Jaga Kondusivitas May Day: Dari Simulasi Sispam Kota Hingga Aksi Sosial

Strategi Polda Banten Jaga Kondusivitas May Day: Dari Simulasi Sispam Kota Hingga Aksi Sosial

Melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump terus melancarkan serangan personal. Ia melabeli Paus Leo sebagai pemimpin yang “lemah” dan mengeklaim adanya konspirasi di balik terpilihnya Leo XIV. Trump berteori bahwa Gereja sengaja menempatkan orang Amerika di Vatikan hanya sebagai strategi untuk menghadapi pemerintahannya.

Meski mendapatkan tekanan hebat dari pemimpin negaranya sendiri, Paus Leo XIV tampaknya tetap teguh pada prinsipnya. Dalam pesan-pesan sebelumnya, termasuk pada momen Paskah, beliau terus mengajak masyarakat dunia untuk memilih jalan dialog dan meninggalkan opsi kekerasan militer. Bagi Vatikan, suara gereja adalah suara kemanusiaan yang melampaui batas-batas negara dan kepentingan politik luar negeri.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *