Tragedi Pilu di Pintu Terminal Kampung Rambutan: Ibu dan Anak Tewas Tergilas Bus
WartaLog — Sebuah duka mendalam menyelimuti kawasan Jakarta Timur pada Senin (13/4/2026) siang. Hiruk-pikuk arus kendaraan di depan pintu masuk Terminal Kampung Rambutan, Kecamatan Ciracas, mendadak berubah menjadi suasana mencekam setelah sebuah insiden tragis merenggut nyawa sepasang ibu dan anak.
Kronologi Kecelakaan Maut
Peristiwa nahas ini melibatkan satu unit bus dan sebuah sepeda motor matik Honda PCX. Menurut informasi yang dihimpun, petaka bermula sekitar pukul 12.25 WIB saat sebuah bus yang dikemudikan oleh sopir berinisial BA (33) melaju dari arah timur menuju ke barat di Jalan Supriyadi.
Setibanya di depan gerbang masuk Terminal Kampung Rambutan, bus tersebut mulai bermanuver belok ke kiri untuk memasuki area terminal. Namun, di saat yang bersamaan, korban berinisial ERJ (39) yang tengah membonceng putrinya, DF (20), melaju di jalur yang sama, tepat berada di sisi kiri badan bus.
Pesan Bijak Ketum MUI: Pemimpin Ormas Harus Seperti Sopir Bus, Jaga Ketenangan Bangsa
Terjebak di Kolong Bus
Senggolan antara kedua kendaraan pun tak terhindarkan. Benturan yang terjadi mengakibatkan motor yang dikendarai ERJ oleng hingga membuat ibu dan anak tersebut terjatuh dan masuk ke kolong bus yang sedang bergerak.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, mengonfirmasi bahwa kedua korban mengalami cedera yang sangat serius akibat insiden tersebut. “Akibat kejadian ini, tubuh kedua pengendara sepeda motor masuk ke kolong kendaraan bus hingga mengalami luka-luka sangat parah,” ungkap Ojo dalam keterangan resminya.
Nyawa Tak Tertolong
Nasib malang menimpa ERJ yang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat yang dideritanya. Jenazah ERJ langsung dievakuasi oleh petugas menuju RS Polri Kramat Jati untuk proses lebih lanjut.
Dedikasi Kemanusiaan Teruji: Sulawesi Selatan Sabet Penghargaan Nasional Penanggulangan Bencana dari Kemensos
Sementara itu, sang putri, DF, sempat dilarikan ke RSUD Pasar Rebo guna mendapatkan pertolongan medis darurat. Namun, setelah sempat menjalani perawatan intensif, nyawanya tetap tidak tertolong. DF dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit tersebut.
Tragedi ini kembali menjadi pengingat bagi para pengguna jalan akan pentingnya kewaspadaan ekstra, terutama saat berada di sekitar kendaraan besar yang memiliki titik buta (blind spot) cukup luas. Pihak kepolisian saat ini masih mendalami kasus kecelakaan lalu lintas ini untuk menentukan langkah hukum selanjutnya bagi pengemudi bus tersebut.