Mendes Tegaskan Liga Desa 2026-2027 Tanpa Pemain ‘Cabutan’: Misi Menjaring Bakat Murni dari Akar Rumput

Akbar Silohon | WartaLog
10 Okt 2026, 21:17 WIB
Mendes Tegaskan Liga Desa 2026-2027 Tanpa Pemain 'Cabutan': Misi Menjaring Bakat Murni dari Akar Rumput

WartaLog — Gema semangat dari pelosok negeri mulai membuncah seiring dengan persiapan matang menyambut ajang olahraga paling bergengsi di tingkat akar rumput. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, secara resmi memberikan sinyal kuat bahwa gelaran Liga Desa 2026-2027 bukan sekadar turnamen musiman biasa. Lebih dari itu, ajang ini dirancang sebagai wadah autentik untuk menemukan permata tersembunyi dari ribuan desa di seluruh penjuru Indonesia, dengan aturan main yang sangat ketat dan berintegritas.

Komitmen Tanpa Kompromi: Pemain Wajib Ber-KTP Desa

Salah satu poin krusial yang ditekankan dalam regulasi baru ini adalah keaslian identitas para pemain. Dalam sebuah pernyataan resmi yang diterima redaksi, Menteri Yandri menegaskan bahwa Liga Desa kali ini mengharamkan praktik penggunaan pemain luar atau yang lazim disebut sebagai “pemain cabutan”. Langkah berani ini diambil untuk memastikan bahwa semangat pembinaan potensi atlet muda benar-benar dirasakan oleh warga asli setempat.

Read Also

Tragedi Maut di Tanjung Priok: Detik-Detik Motor Terbakar Usai Hantam Truk Trailer di Jalur Logistik

Tragedi Maut di Tanjung Priok: Detik-Detik Motor Terbakar Usai Hantam Truk Trailer di Jalur Logistik

“Kami ingin memastikan tidak ada pemain naturalisasi atau pemain bayaran dalam kompetisi ini. Aturannya jelas: pemain wajib memiliki KTP desa setempat minimal selama dua tahun terakhir. Ini adalah turnamen dari desa, oleh desa, dan sepenuhnya untuk desa,” tegas Yandri saat menghadiri acara peluncuran Peringatan Hari Desa Nasional 2027 sekaligus Kick Off Liga Desa 2026-2027 di Lapangan Panglejar, Bandung Barat.

Kebijakan ini menjadi jawaban atas keresahan masyarakat desa yang sering kali hanya menjadi penonton saat turnamen desa justru diramaikan oleh pemain profesional dari kota yang disewa demi mengejar gelar juara. Dengan aturan dua tahun domisili, kementerian berupaya menjaga sportivitas olahraga dan memastikan proses kaderisasi atlet berjalan secara organik di tingkat lokal.

Read Also

Tragedi Kebakaran Sampah Kramat Jati: Perjuangan Petugas Damkar hingga Gugur dalam Tugas

Tragedi Kebakaran Sampah Kramat Jati: Perjuangan Petugas Damkar hingga Gugur dalam Tugas

Skala Besar dan Dukungan Finansial yang Menggiurkan

Liga Desa 2026-2027 dijadwalkan berlangsung secara maraton selama empat bulan ke depan. Skala kompetisi ini tergolong masif, dengan target partisipasi mencapai lebih dari 20.000 tim dari berbagai wilayah. Ambisi besar ini tentu didukung dengan dukungan finansial yang tidak sedikit guna memicu semangat juang para peserta.

Selain dana hadiah utama sebesar Rp100.000.000 yang telah disiapkan oleh penyelenggara, suntikan dana segar juga datang dari sektor lain. Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, turut berkontribusi dengan menambahkan bonus hadiah sebesar Rp150.000.000. Kehadiran tokoh publik seperti Raffi Ahmad diharapkan mampu meningkatkan eksposur kompetisi ini ke tingkat nasional, sehingga bakat-bakat desa bisa dilirik oleh pencari bakat klub profesional.

Read Also

Gema Bel Sekolah di Tengah Bayang-Bayang Konflik: Kisah Bangkitnya Pendidikan Iran Pasca-Serangan

Gema Bel Sekolah di Tengah Bayang-Bayang Konflik: Kisah Bangkitnya Pendidikan Iran Pasca-Serangan

Menumbuhkan Ekonomi dan Mempererat Silaturahmi

Di balik serunya pertandingan di lapangan hijau, Yandri Susanto melihat adanya efek domino positif bagi pembangunan daerah. Turnamen sepak bola sebesar ini diyakini mampu menggerakkan roda ekonomi kerakyatan di sekitar lokasi pertandingan. Mulai dari pedagang kecil, UMKM lokal, hingga jasa transportasi diperkirakan akan meraup keuntungan selama masa kompetisi berlangsung.

“Selain mencari juara, target kita adalah meningkatkan persaudaraan. Saya berpesan kepada 23.000 tim yang akan bertanding, jaga sportivitas dengan sungguh-sungguh. Yang menang jangan jumawa, yang kalah jangan sampai sakit hati apalagi berbuat curang. Kita ingin desa di Indonesia menjadi kebanggaan kita semua melalui sepak bola,” imbuhnya dengan nada optimis.

Sorotan dari Bandung Barat: Harapan Sang Bupati

Senada dengan visi kementerian, Bupati Bandung Barat, Ritchie Ismail, yang turut hadir dalam acara peluncuran tersebut, mengungkapkan rasa bangganya atas terpilihnya wilayah Cikalong Wetan sebagai lokasi kick-off. Bagi pria yang juga dikenal luas sebagai figur publik ini, Liga Desa adalah momentum emas bagi masyarakat untuk membuktikan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah.

“Ini bukan sekadar tentang siapa yang membawa pulang piala. Liga Desa adalah tentang menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas desa masing-masing. Kita ingin melihat lahirnya atlet-atlet bertalenta yang nantinya bisa mengharumkan nama bangsa, dimulai dari lapangan desa seperti ini,” tutur Ritchie Ismail. Ia berharap kegiatan ini menjadi pemantik semangat bagi pembangunan desa secara menyeluruh, tidak hanya dari aspek infrastruktur tetapi juga kualitas pemudanya.

Kick-Off yang Menjanjikan: Desa Cisomang Barat vs Desa Wangunsari

Kemeriahan peluncuran ini ditutup dengan pertandingan perdana yang mempertemukan Desa Cisomang Barat dengan Desa Wangunsari. Pertandingan berlangsung sengit dan penuh drama, menunjukkan gairah sepak bola desa yang sesungguhnya. Dalam duel tersebut, Desa Cisomang Barat berhasil mengamankan kemenangan tipis dengan skor 1-0.

Wakil Menteri Desa PDT, Ahmad Riza Patria, secara langsung menyerahkan apresiasi berupa uang tunai sebesar Rp10.000.000 kepada sang pemenang. Sementara itu, Desa Wangunsari yang menempati posisi kedua tetap mendapatkan apresiasi sebesar Rp7.500.000 atas perjuangan luar biasa mereka di lapangan. Pemberian hadiah ini menjadi simbol dimulainya perjalanan panjang ribuan desa lainnya dalam merebut takhta tertinggi di Liga Desa 2026-2027.

Dengan regulasi yang ketat, dukungan anggaran yang kuat, dan antusiasme warga yang meluap, Liga Desa 2026-2027 diprediksi akan menjadi tonggak sejarah baru dalam dunia olahraga nasional. Kini, bola ada di kaki para pemuda desa untuk membuktikan bahwa mereka layak bersinar di panggung utama.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *