Aksi Pencurian di KOCI Padel House Coach Justin: Dua Pelaku Terekam CCTV Gasak Laptop hingga Mikrofon

Akbar Silohon | WartaLog
10 Okt 2026, 17:17 WIB
Aksi Pencurian di KOCI Padel House Coach Justin: Dua Pelaku Terekam CCTV Gasak Laptop hingga Mikrofon

WartaLog — Keamanan di kawasan elit Jakarta Selatan kembali menjadi sorotan setelah sebuah insiden kriminal menimpa salah satu fasilitas olahraga yang tengah populer. KOCI Padel House, sebuah arena olahraga padel milik pengamat sepak bola kenamaan, Justinus Lhaksana atau yang akrab disapa Coach Justin, menjadi sasaran kawanan pencuri pada Kamis, 8 Oktober lalu. Dalam aksi yang terbilang nekat tersebut, para pelaku berhasil membawa kabur sejumlah perangkat elektronik operasional yang krusial bagi keberlangsungan bisnis tersebut.

Kronologi Penemuan Aksi Pembobolan

Suasana pagi yang tenang di kawasan Jalan Dharmawangsa X, Cipete Utara, mendadak berubah menjadi kepanikan. Insiden kasus pencurian ini pertama kali terungkap ketika salah seorang staf operasional tiba di lokasi sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, gedung masih dalam kondisi gelap karena lampu belum dinyalakan. Namun, ada sesuatu yang janggal yang tertangkap oleh indra penglihatan sang staf.

Read Also

Kontroversi Kursi Staf Ahli Pandeglang: Antara Status Tersangka, Kondisi Kesehatan, dan Teka-teki Kehadiran Ahmad Mursidi

Kontroversi Kursi Staf Ahli Pandeglang: Antara Status Tersangka, Kondisi Kesehatan, dan Teka-teki Kehadiran Ahmad Mursidi

General Manager KOCI Padel House, Bayu Waseso, menceritakan kembali momen mencekam tersebut. Menurut penjelasannya, staf yang datang paling awal merasa curiga melihat pintu bagian belakang gedung sudah dalam kondisi terbuka lebar. Merasa ada yang tidak beres dan diselimuti rasa takut untuk masuk sendirian, staf tersebut akhirnya meminta bantuan suaminya yang saat itu tengah mengantarnya.

“Beliau masih takut untuk masuk sendirian karena kondisi dalam gedung masih sangat sepi. Setelah memberanikan diri masuk didampingi suaminya, kecurigaan itu terbukti. Area di belakang meja resepsionis sudah dalam keadaan berantakan, dan beberapa alat kerja kami sudah raib dari tempatnya,” ujar Bayu saat memberikan keterangan kepada media di lokasi kejadian.

Read Also

Diplomasi Energi di Beijing: Donald Trump Ungkap Tawaran Xi Jinping Terkait Krisis Selat Hormuz

Diplomasi Energi di Beijing: Donald Trump Ungkap Tawaran Xi Jinping Terkait Krisis Selat Hormuz

Modus Operandi: Paksa Masuk dan Terekam CCTV

Berdasarkan hasil investigasi awal dan pemantauan rekaman kamera pengawas atau CCTV, terlihat jelas bagaimana para pelaku menjalankan aksinya. Kawanan ini berjumlah dua orang yang datang berboncengan menggunakan satu unit sepeda motor. Untuk meminimalisir identitasnya agar tidak mudah dikenali, kedua pelaku mengenakan pakaian serba hitam yang menutupi sebagian besar tubuh mereka.

Dalam rekaman tersebut, terlihat satu pelaku bertindak sebagai eksekutor yang merangsek masuk ke dalam bangunan KOCI Padel House, sementara satu rekan lainnya tetap bersiaga di atas motor di area luar. Mereka diduga kuat menggunakan alat bantu seperti besi atau obeng untuk merusak kunci pintu belakang secara paksa. Kerusakan pada pintu menjadi bukti nyata bahwa pelaku melakukan pembobolan fasilitas dengan perencanaan yang cukup matang.

Read Also

Langkah Berani Baleg DPR Percepat RUU Reforma Agraria: Menuju Keadilan Tanah bagi Rakyat

Langkah Berani Baleg DPR Percepat RUU Reforma Agraria: Menuju Keadilan Tanah bagi Rakyat

“Membobol pintu, merusak pintu itu secara paksa. Kalau ditanya menggunakan alat apa, kami belum tahu pasti, mungkin perangkat besi atau obeng karena kerusakannya cukup terlihat di bagian kunci,” tambah Bayu dengan nada prihatin.

Daftar Inventaris yang Hilang: Kerugian Operasional

Meski tidak ada korban luka dalam insiden ini, kerugian materiil yang dialami oleh manajemen KOCI Padel House tergolong signifikan, terutama karena barang-barang yang diambil merupakan perangkat vital untuk operasional sehari-hari. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa para pelaku sangat selektif dalam memilih barang jarahan mereka.

Berikut adalah beberapa barang yang dilaporkan hilang oleh pihak korban:

  • Satu unit laptop merek Lenovo yang digunakan untuk manajemen data.
  • Beberapa unit telepon seluler (smartphone) milik kantor.
  • Dua unit tablet elektronik yang biasa digunakan untuk reservasi pelanggan.
  • Perangkat audio berupa mikrofon TWS (True Wireless Stereo).
  • Beberapa barang pelengkap lainnya seperti topi dan helm milik staf.

Hilangnya perangkat elektronik ini praktis mengganggu alur kerja di lapangan padel yang baru saja naik daun di kalangan pecinta olahraga Jakarta tersebut. Manajemen harus segera melakukan mitigasi agar layanan terhadap pelanggan tetap bisa berjalan maksimal meskipun beberapa alat operasional utama hilang dicuri.

Respon Cepat Polres Metro Jakarta Selatan

Menanggapi laporan pencurian tersebut, jajaran kepolisian dari Polres Metro Jakarta Selatan langsung bergerak cepat. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari pihak korban dan telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari bukti-bukti pendukung lainnya.

“Tim Opsnal dari Unit Reserse Mobile (Resmob) Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan sudah turun ke lapangan sejak Kamis lalu. Kami sudah melakukan cek TKP di KOCI Padel House dan mengamankan bukti rekaman CCTV sebagai petunjuk utama dalam pengejaran pelaku,” jelas AKP Joko Adi dalam pernyataan resminya.

Kepolisian saat ini tengah mendalami profil para pelaku melalui analisis rekaman CCTV tersebut. Dengan detail pakaian dan jenis motor yang digunakan, polisi optimis dapat segera mengidentifikasi identitas kedua pria tersebut. Kasus ini kini berada di bawah penanganan serius Unit Resmob untuk mengungkap jaringan atau kemungkinan pelaku merupakan spesialis pencurian gedung komersial di kawasan Kebayoran Baru.

Keamanan Kawasan dan Dampak Sosial

Kejadian yang menimpa usaha milik Coach Justin ini menambah daftar panjang kriminalitas Jakarta Selatan yang menyasar tempat-tempat publik yang sedang tren. Kebayoran Baru, yang dikenal sebagai salah satu area paling sibuk dengan pertumbuhan kafe dan tempat olahraga baru, kini dituntut untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra, terutama pada jam-jam rawan menjelang subuh.

Pihak manajemen KOCI Padel House sendiri menyatakan akan melakukan evaluasi total terhadap sistem keamanan mereka. Penambahan personel keamanan di malam hari hingga peningkatan kualitas perangkat keamanan elektronik menjadi opsi yang tengah dipertimbangkan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa depan.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan segera melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar lingkungan mereka. Kamera CCTV terbukti menjadi alat yang sangat membantu kepolisian dalam mengurai benang merah sebuah tindak pidana, namun langkah preventif seperti penguncian ganda dan pengawasan manual tetap menjadi prioritas utama.

Saat ini, publik masih menunggu perkembangan terbaru dari pencarian pelaku. Coach Justin sendiri, sebagai figur publik yang sangat vokal, diharapkan memberikan edukasi mengenai pentingnya keamanan properti bagi para pelaku usaha mikro maupun menengah di Jakarta. Kasus ini menjadi pengingat pahit bahwa di tengah hiruk pikuk kemajuan gaya hidup modern, celah kriminalitas akan selalu ada jika kita lengah.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *