Mendorong Produk Lokal Mendunia: Mengulas Semarak Pertamina SMEXPO Yogyakarta 2026 di Pasar Ngasem
WartaLog — Suasana di Pasar Ngasem, Yogyakarta, terasa berbeda dari biasanya pada awal Oktober 2026 ini. Area yang biasanya dipenuhi oleh aktivitas jual beli kebutuhan pokok masyarakat, kini bertransformasi menjadi panggung megah bagi puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam gelaran Pertamina SMEXPO Regional Yogyakarta 2026. Mengusung tema besar ‘Lokal Jadi Vokal’, ajang ini bukan sekadar pameran dagang biasa, melainkan sebuah manifestasi dari semangat juang para pengusaha lokal untuk naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas.
Diselenggarakan selama tiga hari, mulai dari tanggal 2 hingga 4 Oktober 2026, acara ini berhasil menarik perhatian ribuan mata, baik dari masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara yang kebetulan sedang berada di Kota Gudeg. Tahun ini menjadi momen yang sangat istimewa karena penyelenggaraan SMEXPO di Pasar Ngasem merupakan yang ketiga kalinya, sekaligus menjadi bagian integral dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 Kota Yogyakarta yang bertajuk ‘Otentik Konkret’.
Evaluasi Tragedi Bekasi Timur: Ombudsman RI Desak Transformasi Total Pengelolaan Perlintasan Sebidang
Wajah Baru Ekonomi Rakyat di Jantung Yogyakarta
Pasar Ngasem, dengan segala nilai historisnya, dipilih kembali sebagai lokasi utama karena dianggap mampu merepresentasikan denyut nadi ekonomi rakyat Yogyakarta. Sebanyak 47 UMKM pilihan yang datang dari berbagai penjuru tanah air—mulai dari Yogyakarta dan sekitarnya, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga ujung barat Indonesia, Aceh—berkumpul untuk memamerkan produk-produk unggulan mereka. Kehadiran mereka membawa warna tersendiri dalam ekosistem ekonomi kreatif yang sedang digalakkan oleh pemerintah.
Produk yang dipamerkan sangat beragam, mencerminkan kekayaan budaya Nusantara. Pengunjung dapat menemukan berbagai jenis kuliner khas yang menggugah selera, produk fesyen batik dengan motif kontemporer, kerajinan tangan yang artistik, hingga produk-produk inovatif lainnya. Kehadiran para pelaku UMKM ini tidak hanya bertujuan untuk berjualan secara ritel, tetapi juga untuk membuka pintu peluang kemitraan strategis dengan berbagai pihak.
Transformasi Rompi Don Ritto: Dari Oranye ke Pink dalam Pusaran Mega Korupsi
Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero), M. Erry Sugiharto, dalam keterangannya yang diterima redaksi menekankan bahwa SMEXPO didesain sebagai ekosistem pertumbuhan. Menurutnya, pameran ini adalah ruang inkubasi di mana produk lokal diuji kualitasnya sebelum berhadapan dengan pasar global. Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah keberlanjutan bisnis jangka panjang bagi para peserta.
Menjembatani UMKM dengan Raksasa Industri
Salah satu aspek yang paling membedakan Pertamina SMEXPO dengan pameran lainnya adalah adanya sesi temu bisnis (business matching). Pertamina secara khusus mengundang calon pembeli potensial dari sektor-sektor strategis seperti perhotelan, pariwisata, restoran, katering, hingga perwakilan dari sektor pemerintahan. Hal ini dimaksudkan agar UMKM tidak hanya bergantung pada pembeli individu, tetapi bisa menjadi pemasok tetap bagi industri yang lebih besar.
Misteri di Aliran Cisadane: Operasi Pencarian ASN Bogor Bayu Zulkarnaen Resmi Dihentikan
“Pertamina SMEXPO tidak hanya kita hadirkan sebagai ruang untuk memperkenalkan produk, tetapi juga sebagai ruang bertemunya UMKM dengan pasar, mitra usaha, dan berbagai peluang pengembangan bisnis jangka panjang,” ujar Erry. Beliau menambahkan bahwa indikator keberhasilan acara ini bukan hanya dilihat dari nilai transaksi di lokasi, melainkan dari berapa banyak kontrak kerja sama yang terjalin setelah acara berakhir.
Melalui pemberdayaan UMKM yang terstruktur, Pertamina ingin memastikan bahwa setiap pelaku usaha memiliki bekal yang cukup untuk bersaing. Dalam sesi talkshow yang diadakan di sela-sela acara, dibahas pula mengenai pentingnya standarisasi produk dan legalitas usaha agar para pelaku UMKM bisa masuk ke rantai pasok industri nasional maupun internasional.
Narasi Kebangkitan: Dari Aceh Menuju Yogyakarta
Yang cukup menarik perhatian pada penyelenggaraan tahun ini adalah kehadiran produk-produk UMKM binaan dari Aceh. Melalui skema ‘titip jual’ yang difasilitasi oleh Pertamina Foundation, produk-produk seperti kopi Gayo yang aromatik, madu hutan murni, keripik khas daerah, hingga produk kerajinan bordir dan anyaman pandan, menghiasi etalase SMEXPO Yogyakarta. Ini merupakan bentuk solidaritas dan dukungan nyata bagi UMKM di Aceh yang tengah berjuang bangkit dari dampak bencana yang sempat melanda wilayah tersebut.
Agus Mashud S. Asngari, President Director Pertamina Foundation, mengungkapkan bahwa SMEXPO adalah jembatan bagi UMKM di daerah terpencil untuk bisa merasakan atmosfer pasar di kota besar seperti Yogyakarta. Ia mencatat bahwa pada periode 2024 dan 2025 saja, SMEXPO Yogyakarta telah dikunjungi oleh lebih dari 3.000 orang dengan total transaksi yang menembus angka Rp4 miliar. Prestasi ini menjadi motivasi bagi Pertamina untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan setiap tahunnya.
Kehadiran produk Aceh ini juga memberikan perspektif baru bagi pengunjung di Yogyakarta. Kerajinan tangan yang memiliki detail unik khas Sumatera berpadu apik dengan nuansa tradisional Jawa di Pasar Ngasem, menciptakan sebuah harmoni budaya yang sangat indah dilihat dan dirasakan.
Testimoni Pelaku Usaha: Angin Segar Bagi Pengusaha Kecil
Keberhasilan sebuah acara tentu paling dirasakan oleh para pesertanya. Ita Listiana, pemilik usaha Kripik Tempe HG, merasa sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari Pertamina SMEXPO 2026. Baginya, acara ini bukan sekadar tempat mencari keuntungan sesaat, melainkan tempat menimba ilmu dan memperluas jejaring bisnis yang sangat berharga.
“Pertamina SMEXPO menjadi contoh konkret dalam mendukung UMKM untuk naik kelas, terutama melalui peningkatan akses pasar, jejaring bisnis, dan publikasi,” ungkap Ita dengan penuh antusias. Ia mengakui bahwa melalui publikasi yang masif dari acara ini, produk kripik tempenya mulai dilirik oleh beberapa pengelola restoran di Yogyakarta yang tertarik untuk menjadikannya sebagai menu pendamping atau oleh-oleh resmi.
Kisah sukses seperti Ita adalah apa yang ingin diperbanyak oleh Pertamina. Dengan memberikan panggung yang tepat, pengusaha kecil yang tadinya hanya bergerak di lingkup lokal, kini memiliki kepercayaan diri untuk berbicara lebih lantang di level nasional.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Harapan Masa Depan
Pemerintah Kota Yogyakarta pun memberikan apresiasi yang tinggi atas konsistensi Pertamina dalam menyelenggarakan acara ini. Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyebutkan bahwa sinergi antara BUMN dan pemerintah daerah sangat krusial dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat. Apalagi dengan tema ‘Otentik Konkret’ yang diusung dalam HUT Kota Yogyakarta, SMEXPO dianggap sangat relevan dalam menonjolkan keaslian produk lokal.
“Kami melihat ini sebagai momentum yang sangat baik untuk memperkuat ekonomi masyarakat. Pasar Ngasem kembali hidup dengan kreativitas, dan ini sejalan dengan visi kami untuk menjadikan Yogyakarta sebagai pusat industri kreatif di Indonesia,” tutur Wawan saat menghadiri sesi pembukaan yang juga dihadiri oleh jajaran manajemen Pertamina Grup dan dewan komisaris.
Selain pameran dan temu bisnis, acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai aktivitas interaktif lainnya. Workshop pembuatan kerajinan, lomba memasak dengan bahan lokal, hingga hiburan musik dari musisi lokal Yogyakarta turut menambah semarak suasana. Hal ini menjadikan Pertamina SMEXPO sebagai destinasi wisata keluarga yang edukatif sekaligus menghibur.
Sebagai penutup, Pertamina berkomitmen untuk tidak melepaskan para pelaku UMKM begitu saja setelah acara berakhir. Program pendampingan akan terus dilakukan agar para peserta SMEXPO benar-benar mampu merealisasikan peluang-peluang bisnis yang telah mereka dapatkan selama pameran berlangsung. Harapannya, gaung ‘Lokal Jadi Vokal’ tidak hanya berhenti di Pasar Ngasem, tetapi terus bergema hingga ke kancah internasional.