Harga Cabai Kian ‘Pedas’ Menyengat Kantong, Rawit Merah Nyaris Tembus Rp 100 Ribu per Kilogram
WartaLog — Fenomena kenaikan harga komoditas pangan kembali menjadi momok bagi masyarakat luas. Memasuki pertengahan bulan, sejumlah bahan pokok di pasar-pasar tradisional terpantau merangkak naik secara signifikan. Sensasi “pedas” tidak lagi hanya dirasakan di lidah saat menyantap hidangan, namun sudah merambah ke isi dompet para konsumen, terutama ibu rumah tangga yang kini harus memutar otak lebih keras untuk mengatur anggaran belanja harian.
Berdasarkan pantauan terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia (BI) per Minggu (20/9/2026), grafik harga pangan menunjukkan tren pendakian yang cukup tajam. Komoditas cabai menjadi sorotan utama karena mencatatkan lonjakan harga paling drastis dibandingkan komoditas lainnya. Tak hanya cabai, bahan dasar seperti beras, daging sapi, hingga telur ayam juga ikut terseret dalam gelombang kenaikan harga ini.
IHSG Terkoreksi Tipis: Mengurai Strategi Emiten Kakap di Tengah Rebalancing MSCI dan Rekomendasi Saham Pilihan
Lonjakan Harga Cabai: Tantangan Bagi Pecinta Kuliner Pedas
Di antara sekian banyak komoditas pangan yang ada, cabai merah keriting menempati urutan teratas dalam hal persentase kenaikan. Bayangkan saja, harganya melonjak hingga 9,42% atau setara dengan kenaikan Rp 5.950 per kilogram. Saat ini, masyarakat harus merogoh kocek sebesar Rp 69.100 untuk satu kilogram cabai merah keriting. Angka yang cukup fantastis mengingat cabai merupakan bumbu wajib dalam kuliner nusantara.
Kondisi yang lebih mengkhawatirkan terlihat pada harga cabai rawit merah. Si kecil pedas ini kini dibanderol seharga Rp 96.100 per kilogram setelah mengalami kenaikan sebesar 6,78% atau sekitar Rp 6.100. Dengan harga yang hampir menyentuh angka psikologis Rp 100.000 per kilogram, banyak pedagang di pasar mulai mengurangi stok mereka karena khawatir tidak laku terjual, sementara konsumen mulai beralih membeli dalam jumlah eceran kecil.
Strategi Besar Prabowo: Menjadikan Koperasi sebagai Raksasa Baru di Industri Sawit Nasional
Kenaikan ini juga diikuti oleh varian cabai lainnya. Cabai merah besar tercatat naik 6,23% menjadi Rp 58.000 per kilogram, disusul oleh cabai rawit hijau yang kini bertengger di harga Rp 67.600 per kilogram setelah mengalami kenaikan sebesar 4,81%. Kenaikan harga yang serempak pada seluruh jenis cabai ini disinyalir terjadi akibat kendala pasokan dari daerah penghasil serta faktor cuaca yang memengaruhi hasil panen petani.
Daging Sapi dan Telur: Protein yang Semakin Mewah
Beralih ke sektor protein, para pembeli daging sapi juga harus menerima kenyataan pahit. Daging sapi kualitas I kini dihargai Rp 153.050 per kilogram, naik sekitar 0,62% dari harga sebelumnya. Begitu pula dengan daging sapi kualitas II yang ikut merangkak naik 0,67% ke posisi Rp 143.750 per kilogram. Meski kenaikannya terlihat tipis secara persentase, namun dalam nominal rupiah, hal ini sangat berpengaruh bagi para pelaku usaha kuliner seperti pedagang bakso dan rendang.
Diplomasi Proaktif Prabowo: Mengurai Alasan di Balik Safari Politik Luar Negeri Sang Presiden
Tidak ketinggalan, telur ayam ras segar yang biasanya menjadi sumber protein paling terjangkau juga mengalami apresiasi harga. Terjadi kenaikan sebesar 0,67% yang membuat harganya kini berada di level Rp 30.050 per kilogram. Kondisi ini tentu menambah beban pengeluaran harian, mengingat telur adalah bahan pangan dasar yang dikonsumsi oleh hampir seluruh lapisan masyarakat setiap harinya.
Beras dan Gula Pasir: Pondasi Meja Makan yang Terguncang
Sebagai makanan pokok utama, pergerakan harga beras selalu menjadi perhatian serius pemerintah dan publik. Hampir seluruh kualitas beras mengalami penguatan harga. Beras kualitas medium I kini berada di angka Rp 16.650 per kilogram, sementara kualitas medium II menyusul di harga Rp 16.400 per kilogram. Keduanya mengalami kenaikan sekitar 0,3%.
Untuk masyarakat yang terbiasa mengonsumsi beras kelas premium, beban yang ditanggung sedikit lebih berat. Beras kualitas super I melonjak menjadi Rp 17.950 per kilogram, dan beras kualitas super II kini dihargai Rp 17.350 per kilogram. Kenaikan yang konsisten pada komoditas beras ini menciptakan kekhawatiran akan terjadinya inflasi pangan yang lebih luas jika tidak segera diintervensi melalui operasi pasar.
Di sisi lain, pemanis dapur seperti gula pasir juga tak mau ketinggalan dalam tren kenaikan ini. Gula pasir kualitas premium naik tipis ke angka Rp 20.400 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal mengalami kenaikan sebesar Rp 100 menjadi Rp 19.200 per kilogram. Meski terlihat kecil, akumulasi kenaikan dari berbagai sektor ini secara kolektif menggerus daya beli masyarakat.
Dinamika Bawang dan Minyak Goreng
Menariknya, di tengah badai kenaikan harga, terdapat sedikit anomali pada komoditas bawang. Bawang putih ukuran sedang memang mengalami kenaikan tipis menjadi Rp 39.400 per kilogram. Namun, bawang merah justru menunjukkan tren penurunan sebesar 1,19% atau turun sekitar Rp 450, sehingga kini dibanderol Rp 37.250 per kilogram. Ini menjadi sedikit angin segar di tengah kepungan kenaikan harga bumbu lainnya.
Sementara itu, sektor minyak goreng menunjukkan pergerakan yang variatif. Minyak goreng kemasan bermerek I dan II masing-masing naik menjadi Rp 24.450 dan Rp 23.600 per kilogram. Sebaliknya, minyak goreng curah justru mengalami penurunan tipis sebesar 0,24% menjadi Rp 20.400 per kilogram. Dinamika harga ini menunjukkan betapa fluktuatifnya pasar pangan global dan domestik saat ini.
Daftar Lengkap Harga Pangan Per 20 September 2026
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut adalah rangkuman daftar harga pangan yang dihimpun oleh tim WartaLog dari data resmi:
- Beras Kualitas Bawah I: Rp 14.900/kg (Naik 0,68%)
- Beras Kualitas Medium I: Rp 16.650/kg (Naik 0,3%)
- Beras Kualitas Super I: Rp 17.950/kg (Naik 0,56%)
- Gula Pasir Lokal: Rp 19.200/kg (Naik 0,52%)
- Bawang Putih Sedang: Rp 39.400/kg (Naik 0,25%)
- Cabai Merah Keriting: Rp 69.100/kg (Naik 9,42%)
- Cabai Rawit Merah: Rp 96.100/kg (Naik 6,78%)
- Daging Sapi Kualitas 1: Rp 153.050/kg (Naik 0,62%)
- Telur Ayam Ras Segar: Rp 30.050/kg (Naik 0,67%)
- Daging Ayam Ras Segar: Rp 42.350/kg (Turun 0,24%)
Kenaikan harga pangan yang terjadi secara simultan ini menuntut kesigapan dari pihak terkait untuk menjaga stabilitas pasokan dan distribusi. Bagi konsumen, strategi belanja yang lebih bijak dan pemanfaatan bahan pangan substitusi mungkin bisa menjadi solusi sementara dalam menghadapi “pedasnya” realita harga pasar saat ini.