Aksi Nyata PIA DPR RI: Khitanan Massal 110 Anak di Senayan, Sinergi Kemanusiaan Bersama Pertamina
WartaLog — Suasana di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (17/9/2026) terasa berbeda dari biasanya. Jika di hari-hari biasa koridor gedung ini dipenuhi oleh langkah cepat para politisi dan deru debat kebijakan, kali ini riuh rendah suara anak-anak dan kehangatan keluarga memenuhi udara. Persatuan Istri Anggota (PIA) DPR RI kembali menunjukkan sisi humanis dari institusi legislatif dengan menyelenggarakan agenda bakti sosial bertajuk khitanan massal.
Kegiatan yang melibatkan 110 anak dari berbagai latar belakang keluarga ini bukan sekadar rutinitas medis, melainkan sebuah manifestasi kepedulian nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Acara ini dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Cucun Ahmad Syamsurijal, yang memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif sosial ini.
Gebrakan Militer China di Pasifik: Uji Coba Rudal Kapal Selam Nuklir yang Menggetarkan Dunia
Sentuhan Kasih di Jantung Legislatif
Ketua PIA DPR RI, Euis Handayani Dasco, dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini lahir dari keinginan tulus para istri anggota dewan untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat. Menurutnya, khitanan massal merupakan langkah konkret dalam mewujudkan kepedulian terhadap masa depan anak-anak bangsa. Melalui program ini, PIA DPR RI ingin memastikan bahwa akses terhadap layanan kesehatan yang layak dapat dirasakan oleh semua kalangan.
“Khitanan massal ini sengaja kita buat untuk mewujudkan kepedulian kita kepada anak-anak bangsa Indonesia, khususnya kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah hasil kerja sama yang solid antara PIA DPR RI dengan PT Pertamina,” ujar Euis dengan nada penuh keramahan di sela-sela peninjauan kegiatan di Gedung DPR RI.
Pertamina Eco RunFest 2026: Mengubah Langkah Lari Menjadi Gerakan Nyata untuk Bumi dan Kemanusiaan
Kolaborasi dengan sektor korporasi seperti Pertamina menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara lembaga negara dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL). Sinergi ini memastikan bahwa setiap anak yang menjadi peserta mendapatkan pelayanan terbaik, dari mulai pendaftaran hingga proses pemulihan pasca-tindakan.
Animo Masyarakat yang Terus Meningkat
Keberhasilan acara ini terlihat dari jumlah peserta yang terus bertambah setiap tahunnya. Euis mengungkapkan bahwa tahun ini merupakan kali kedua agenda khitanan massal tersebut diselenggarakan. Jika pada tahun sebelumnya terdapat 100 peserta, tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 110 anak.
“Tahun ini adalah tahun kedua, dan diikuti oleh 110 peserta. Awalnya kami hanya menargetkan 100 anak, sesuai dengan kapasitas tahun lalu. Namun, melihat animo dan permintaan masyarakat yang begitu besar, kami memutuskan untuk menambah kuota sebanyak 10 anak lagi agar lebih banyak keluarga yang terbantu,” jelasnya lebih lanjut. Kenaikan angka ini menjadi indikator bahwa program sosial yang diinisiasi PIA DPR RI sangat dinantikan dan dirasakan manfaatnya oleh publik.
Flores Bergetar Hebat: Catatan Rekor 14.993 Gempa Susulan Pasca Lindu Magnitudo 7,7 yang Mengguncang NTT
Bagi banyak keluarga, biaya khitan yang berkualitas seringkali menjadi beban finansial tersendiri. Dengan adanya program gratis ini, tekanan tersebut sedikit terangkat, apalagi anak-anak ditangani oleh tim medis profesional yang berpengalaman di bidangnya, sehingga faktor keamanan dan higienitas sangat terjamin.
Kenyamanan dan Fasilitas Profesional bagi Peserta
Salah satu poin utama yang menjadi perhatian PIA DPR RI adalah kenyamanan psikologis anak-anak. Mengingat khitan seringkali menjadi momen yang menegangkan bagi anak, panitia telah menyiapkan fasilitas yang ramah anak. Ruangan dikondisikan sedemikian rupa agar terasa hangat, jauh dari kesan rumah sakit yang kaku dan menakutkan.
Setiap peserta tidak hanya pulang dengan status kesehatan yang lebih baik, tetapi juga membawa pulang kenangan manis berupa bingkisan spesial dan uang saku. Pemberian apresiasi ini diharapkan dapat meningkatkan semangat anak-anak setelah menjalani prosedur khitan. Euis Handayani Dasco berharap fasilitas yang nyaman dan penanganan profesional ini dapat memberikan pengalaman positif bagi anak-anak yang kelak akan menjadi energi bagi keluarga dan bangsa.
“Kami ingin memberikan fasilitas yang nyaman kepada anak-anak yang membutuhkan layanan khitan. Dengan tenaga profesional, kami berusaha agar proses ini berjalan lancar tanpa rasa takut berlebih, sekaligus menjadi momen berbagi kebahagiaan bagi kami semua,” tambah Euis.
Membangun Memori Positif di Rumah Rakyat
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, turut memberikan pandangannya mengenai urgensi kegiatan ini. Baginya, menyelenggarakan khitanan massal di Kompleks Parlemen memiliki makna simbolis yang mendalam. Ia ingin agar masyarakat, terutama anak-anak, merasa bahwa DPR adalah rumah mereka sendiri, tempat di mana mereka mendapatkan perhatian dan bantuan.
“Untuk acara khitanan massal ini, semoga dapat benar-benar membantu masyarakat. Terutama bagi anak-anak dari keluarga yang kurang mampu. Kita tahu bahwa dalam keyakinan kita, sunat adalah hal yang wajib bagi laki-laki muslim, dan dari sisi kesehatan pun sangat krusial,” tutur Cucun. Ia percaya bahwa kenangan dikhitan di gedung DPR akan membekas secara positif dalam ingatan anak-anak tersebut hingga mereka dewasa nanti.
Cucun juga mengapresiasi langkah PIA DPR RI yang konsisten bergerak di jalur sosial. Menurutnya, kehadiran organisasi seperti PIA memberikan keseimbangan terhadap dinamika politik yang terjadi di Senayan. Melalui program bakti sosial, wajah parlemen menjadi lebih ramah dan dekat dengan denyut nadi kehidupan rakyat jelata.
Harapan untuk Masa Depan Generasi Bangsa
Khitanan massal ini bukan sekadar seremoni satu hari, melainkan bagian dari visi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang lebih sehat. Dalam konteks medis, khitan memiliki manfaat besar dalam mencegah berbagai risiko penyakit dan menjaga kebersihan diri sejak dini. Dengan memfasilitasi kebutuhan dasar kesehatan ini, PIA DPR RI secara tidak langsung ikut berpartisipasi dalam program penguatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Ke depannya, diharapkan agenda semacam ini dapat terus dikembangkan, baik dari sisi kuantitas peserta maupun kualitas pelayanan. Adanya dukungan dari pimpinan DPR seperti Sufmi Dasco Ahmad memberikan sinyal hijau bahwa kegiatan sosial akan tetap menjadi prioritas di tengah kesibukan menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran.
Sebagai penutup, acara ini diakhiri dengan doa bersama untuk kesehatan para peserta dan kemajuan bangsa. Senyum di wajah anak-anak yang menenteng bingkisan menjadi pemandangan paling berharga di akhir kegiatan, membuktikan bahwa di balik tembok kokoh gedung parlemen, denyut kemanusiaan masih berdetak kencang demi kesejahteraan rakyat Indonesia.