Transformasi Data Bansos: DPD RI Dukung Langkah Kemensos Libatkan Masyarakat Lewat Agen Perlinsos

Akbar Silohon | WartaLog
14 Sep 2026, 19:17 WIB
Transformasi Data Bansos: DPD RI Dukung Langkah Kemensos Libatkan Masyarakat Lewat Agen Perlinsos

WartaLog — Langkah strategis dalam membenahi carut-marut data kemiskinan di Indonesia terus diupayakan oleh pemerintah. Kabar terbaru datang dari kompleks parlemen Senayan, di mana Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) secara resmi memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan Kementerian Sosial (Kemensos) yang menginisiasi Gerakan Nasional Peduli Tetangga. Program ini bukan sekadar jargon, melainkan sebuah aksi nyata yang mengajak masyarakat luas untuk turun tangan langsung dalam pemutakhiran data melalui peran Agen Perlindungan Sosial atau yang kini populer dengan sebutan Agen Perlinsos.

Apresiasi tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Komite III DPD RI yang digelar di Ruang Rapat Sriwijaya, Gedung B DPD RI, Jakarta. Pertemuan yang berlangsung hangat namun tetap kritis ini mempertemukan jajaran Kemensos, Badan Pusat Statistik (BPS), dan para senator untuk membahas masa depan bantuan sosial yang lebih tepat sasaran. Wakil Ketua Komite III DPD RI, Ahmad Syauqi Soeratno, menegaskan bahwa pelibatan masyarakat adalah kunci utama untuk menutup celah ketidakadilan dalam penyaluran bantuan.

Read Also

Skandal Suap Sengketa Lahan: Eks Ketua PN Depok Dituntut 6 Tahun Penjara, Lebih Rendah dari Wakilnya

Skandal Suap Sengketa Lahan: Eks Ketua PN Depok Dituntut 6 Tahun Penjara, Lebih Rendah dari Wakilnya

Sinergi Menuju Data yang Lebih Presisi dan Manusiawi

Dalam kacamata WartaLog, persoalan data selama ini seringkali menjadi momok dalam birokrasi Indonesia. Banyak warga yang seharusnya layak mendapatkan bantuan justru terabaikan karena masalah teknis administrasi. Melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga, Kemensos berupaya menyentuh sisi humanis masyarakat untuk membantu tetangga atau keluarga terdekat yang membutuhkan namun belum terdaftar dalam sistem digital pemerintah.

Ahmad Syauqi Soeratno dalam pemaparannya mendukung penuh konsepsi gerakan ini. Namun, sebagai wakil daerah, ia juga memberikan catatan penting terkait koordinasi di lapangan. “Kami sangat mendukung Gerakan Nasional Peduli Tetangga ini. Namun, berkaca dari pengalaman program-program sebelumnya, kami meminta Pak Menteri untuk menyusun timeline yang jelas. Harus ada pembagian peran yang tegas antara apa yang menjadi porsi pemerintah pusat, apa yang harus dilakukan Gubernur, hingga tanggung jawab Bupati dan Wali Kota,” ujar Syauqi. Kejelasan ini krusial agar saat warga di daerah bertanya, para pengambil kebijakan di tingkat lokal memiliki jawaban yang sinkron dan solutif.

Read Also

Gempur Peredaran Narkotika di Jakarta Utara: Empat Terduga Pelaku Terjaring Patroli Presisi di Tanjung Priok

Gempur Peredaran Narkotika di Jakarta Utara: Empat Terduga Pelaku Terjaring Patroli Presisi di Tanjung Priok

Agen Perlinsos: Jembatan Digital bagi Masyarakat Rentan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan penjelasan mendalam mengenai urgensi digitalisasi dalam ekosistem kesejahteraan sosial. Menurutnya, digitalisasi bukan bertujuan untuk mempersulit, melainkan untuk menciptakan transparansi dan akurasi yang selama ini sulit dicapai secara manual. Namun, Gus Ipul menyadari bahwa tidak semua lapisan masyarakat memiliki kemewahan yang sama dalam mengakses teknologi.

“Kita menghadapi kenyataan bahwa tidak semua penerima manfaat memiliki smartphone, memiliki literasi digital yang mumpuni, atau bahkan keberanian untuk mendaftar secara mandiri melalui aplikasi. Di sinilah peran vital Agen Perlinsos dibutuhkan,” ungkap Gus Ipul di hadapan para anggota DPD RI. Agen-agen ini diharapkan menjadi relawan yang membantu membimbing warga sekitar untuk masuk ke dalam sistem digital. Gus Ipul bahkan secara terbuka mengajak para anggota DPD RI beserta jajaran tenaga ahlinya untuk mendaftarkan diri sebagai Agen Perlinsos melalui kanal resmi di agent-perlinsos.kemensos.go.id.

Read Also

Tragedi Perairan Pulau Dai: Kronologi Mencekam Speedboat Karam di Maluku Barat Daya yang Merenggut Nyawa

Tragedi Perairan Pulau Dai: Kronologi Mencekam Speedboat Karam di Maluku Barat Daya yang Merenggut Nyawa

Peran Relawan dan Batasan Sistem Digital

Satu hal yang ditegaskan oleh Gus Ipul untuk menghindari potensi penyalahgunaan wewenang adalah mengenai batas tanggung jawab para agen. Agen Perlinsos bertugas murni sebagai relawan yang membantu proses input data dan verifikasi awal di lapangan. Mereka tidak memiliki otoritas untuk menentukan apakah seseorang layak menerima bantuan atau tidak. Keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan sistem yang telah terintegrasi secara otomatis dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Langkah ini diambil untuk meminimalisir subjektivitas dan potensi praktik nepotisme di tingkat akar rumput. Dengan sistem yang terhubung langsung, setiap data yang masuk akan diverifikasi silang dengan berbagai parameter ekonomi dan sosial yang telah ditetapkan. Hal ini diharapkan mampu menekan angka salah sasaran dalam distribusi pemerataan ekonomi yang selama ini sering menjadi keluhan publik.

Menuju Data Tunggal: Visi Presiden Prabowo untuk Efisiensi Nasional

Sejalan dengan visi besar pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti turut memberikan pandangannya mengenai pentingnya integrasi data. Selama bertahun-tahun, Indonesia terjebak dalam ego sektoral di mana tiap kementerian memiliki basis data sendiri yang seringkali tumpang tindih. DTSEN hadir sebagai solusi tunggal untuk menyatukan semua informasi tersebut.

“Berlandaskan arahan Bapak Presiden Prabowo, kami melakukan integrasi dari tiga jenis data besar yang selama ini terpisah-pisah. DTSEN bukan sekadar angka, melainkan pondasi bagi pemerintah untuk memiliki satu rujukan data yang valid,” jelas Amalia. DTSEN dirancang untuk menangkap realitas di lapangan secara real-time dengan basis by name by address (BNBA). Meskipun saat ini masih dalam masa transisi, Amalia optimis bahwa terobosan ini akan menjadi titik balik efisiensi anggaran negara dalam program-program intervensi sosial.

Optimisme Penyaluran Bansos 2027

Pertemuan strategis ini juga menyinggung target besar pemerintah untuk memulai digitalisasi bansos secara menyeluruh pada tahun 2027. Selain membahas teknis pendataan, rapat tersebut juga melahirkan kesepakatan terkait program “Sekolah Rakyat” yang bertujuan meningkatkan kapasitas pengetahuan masyarakat di daerah-daerah terpencil. Sinergi antara Kemensos, BPS, dan DPD RI ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem sosial yang lebih sehat dan berkeadilan.

Kegiatan rapat kerja ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi Kemensos lainnya, mulai dari Sekretaris Jenderal Robben Rico hingga para Direktur Jenderal dari berbagai divisi. Kehadiran lengkap jajaran eselon satu ini menunjukkan keseriusan Kemensos dalam mengeksekusi program pemberdayaan masyarakat. WartaLog melihat bahwa pelibatan masyarakat sebagai agen perlindungan sosial adalah langkah demokratisasi data yang patut diapresiasi, di mana negara hadir dan warga saling menjaga.

Dengan adanya Gerakan Nasional Peduli Tetangga, diharapkan tidak ada lagi cerita tentang warga miskin yang kelaparan sementara tetangganya yang lebih mampu justru mendapatkan bantuan. Kekuatan gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia kini ditarik ke dalam sistem formal yang modern dan akuntabel. Mari kita kawal bersama agar transparansi ini benar-benar membawa manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia yang membutuhkan uluran tangan negara melalui sistem yang lebih cerdas dan data akurat.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *