Strategi Jitu Pemkab Pasuruan Tekan Inflasi: Pasar Murah Grati Jadi Oase Bagi Ekonomi Warga
WartaLog — Di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok yang kerap mencekik leher masyarakat kecil, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah. Bertempat di halaman Kantor Kecamatan Grati, sebuah inisiatif bertajuk Pasar Murah digelar selama tiga hari berturut-turut, mulai dari tanggal 7 hingga 9 September 2026. Langkah ini diambil bukan sekadar sebagai agenda rutin, melainkan sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjaga daya beli masyarakat di tingkat akar rumput.
Suasana di lokasi sejak pagi hari sudah tampak riuh. Ratusan warga, didominasi oleh ibu rumah tangga, terlihat antusias mengantre untuk mendapatkan komoditas pangan dengan harga yang jauh di bawah rata-rata pasar. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, pada Senin (7/9). Dalam sambutannya, Yudha menekankan bahwa agenda ini merupakan manifestasi dari komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Muktamar ke-35 NU di Jombang: Menjaga Khittah Moral dan Meneguhkan Peradaban Islam Nusantara
Misi Strategis di Balik Penyelenggaraan Pasar Murah
Menurut Yudha, tantangan ekonomi ke depan tidaklah mudah. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan masyarakat harus diperkuat melalui program-program yang langsung menyentuh kebutuhan dasar. “Pasar murah ini bukan sekadar ajang transaksi antara penjual dan pembeli. Lebih dari itu, ini adalah instrumen strategis pemerintah untuk memastikan warga bisa menjangkau bahan pokok dengan harga yang rasional. Kami ingin meringankan beban pengeluaran rumah tangga dan menjaga agar daya beli tetap stabil,” ungkapnya saat memberikan keterangan kepada awak media.
Kehadiran pasar murah ini diharapkan mampu menjadi peredam gejolak inflasi yang sering kali dipicu oleh kenaikan harga sembako di pasar tradisional maupun ritel modern. Dengan memangkas rantai distribusi dan menghadirkan produk langsung dari produsen atau distributor besar, Pemkab Pasuruan berhasil menekan harga hingga level terendah yang memungkinkan.
Sentuhan Hangat Presiden Prabowo di SRMP 17 Tabanan: Dari Pesan Kerja Keras hingga Rangkulan untuk Penyintas Perundungan
Daftar Harga Komoditas: Jauh di Bawah Harga Pasar
Salah satu daya tarik utama dari gelaran ini adalah selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan dengan harga pasar umum. Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa komoditas unggulan yang paling diburu warga antara lain:
- Beras SPHP: Dibanderol hanya Rp 54.000 per kemasan 5 kg.
- Beras Premium: Tersedia dengan harga Rp 70.000 per 5 kg, jauh lebih hemat bagi mereka yang menginginkan kualitas nasi lebih pulen.
- Gula Pasir: Dijual seharga Rp 14.000 per kg, menjadi primadona karena harganya yang stabil murah.
- Minyakita: Minyak goreng program pemerintah ini dilepas dengan harga Rp 13.000 per liter.
- Minyak Premium (Sovia): Bagi yang mencari merek tertentu, tersedia dengan harga Rp 17.000 per liter.
- Telur Ayam: Dijual dalam kemasan boks seharga Rp 20.000.
- Bumbu Dapur: Bawang merah dan bawang putih bisa dibawa pulang dengan merogoh kocek hanya Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per 250 gram.
Selain item-item di atas, tersedia pula berbagai macam tepung terigu, kecap, hingga aneka olahan pangan lainnya. Ketersediaan stok yang mencukupi menjadi kunci suksesnya acara ini, sehingga meminimalisir kekhawatiran warga akan kehabisan barang di tengah antrean.
Polemik Warung Mi Babi di Sukoharjo: Pengelola Menunggu Langkah Mediasi demi Solusi Bersama
Sinergi Lintas Sektor dan Peran Sektor Swasta
Keberhasilan penyelenggaraan Pasar Murah di Kecamatan Grati ini tidak lepas dari kolaborasi apik yang dibangun oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan. Kepala Dinas, Taufikhul Ghony, menjelaskan bahwa pihaknya merangkul banyak elemen untuk menyukseskan acara ini, mulai dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Perum Bulog hingga sektor swasta.
“Kami tidak bekerja sendirian. Kehadiran Bulog sangat krusial untuk memasok kebutuhan beras dan gula. Selain itu, kami juga melibatkan berbagai perusahaan swasta ternama yang memiliki komitmen sosial untuk membantu masyarakat Pasuruan. Sinergi inilah yang membuat kita bisa menghadirkan komoditas pangan berkualitas dengan harga yang sangat terjangkau,” jelas Ghony.
Keterlibatan pihak swasta ini juga menjadi sinyal positif bahwa dunia usaha di Pasuruan memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan warga sekitar. Dengan semangat gotong royong, beban ekonomi yang dirasakan masyarakat bisa dipikul bersama-sama.
Panggung Bagi UMKM dan IKM Lokal
Ada yang unik dalam gelaran Pasar Murah kali ini. Pemkab Pasuruan tidak hanya berfokus pada penjualan sembako bersubsidi, tetapi juga memberikan ruang bagi para pelaku UMKM lokal dan Industri Kecil Menengah (IKM) untuk unjuk gigi. Puluhan stan disiapkan khusus bagi warga lokal untuk menjajakan produk unggulan desa mereka masing-masing.
Ghony menambahkan bahwa ini adalah strategi ganda: membantu konsumen sekaligus memberdayakan produsen lokal. “Kami memberikan stan gratis bagi UMKM agar mereka bisa memperkenalkan produknya secara langsung kepada khalayak luas. Saat warga datang untuk membeli sembako, mereka juga berkesempatan melihat dan membeli produk lokal. Ini adalah ajang promosi yang sangat efektif untuk memutar roda ekonomi desa secara cepat,” terangnya.
Inisiatif ini mendapatkan apresiasi tinggi dari para pelaku usaha kecil. Banyak dari mereka yang mengaku omzetnya meningkat selama kegiatan berlangsung, sekaligus mendapatkan pelanggan baru yang sebelumnya tidak mengenal produk mereka. Hal ini selaras dengan visi Pemkab untuk menjadikan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
Apresiasi dari Pimpinan Daerah
Menjelang penutupan rangkaian acara, Sekda Yudha Triwidya Sasongko menyampaikan pesan khusus dari Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan menjalankan program-program serupa di titik-titik lain yang membutuhkan intervensi ekonomi.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan atas nama Bapak Bupati Rusdi Sutejo, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak. Mulai dari jajaran OPD, mitra usaha, hingga seluruh masyarakat yang telah tertib mengikuti kegiatan ini dari hari pertama hingga terakhir. Kesuksesan acara ini adalah kemenangan bersama bagi kesejahteraan masyarakat Pasuruan,” tutup Yudha dengan nada optimis.
Pasar murah di Grati ini diharapkan menjadi pemantik bagi gerakan serupa di tingkat kecamatan lainnya. Dengan pengendalian harga yang tepat sasaran, diharapkan angka kemiskinan dapat ditekan dan kualitas hidup warga Kabupaten Pasuruan terus meningkat di masa mendatang. Bagi masyarakat yang belum berkesempatan hadir, pemerintah mengimbau untuk terus memantau informasi terkait program intervensi harga selanjutnya melalui saluran resmi pemerintah daerah.
Melalui langkah nyata seperti ini, Pasuruan membuktikan bahwa tantangan ekonomi global bisa dihadapi dengan kebijakan lokal yang cerdas, humanis, dan tepat sasaran. Pengeluaran masyarakat yang sebelumnya membengkak, kini mendapatkan sedikit ruang bernapas berkat kehadiran Pasar Murah yang oase di tengah teriknya tantangan ekonomi.