Menjaga Nadi Ibu Kota: Seruan Pimpinan DPRD Basri Baco Jadikan Jakarta Rumah Aman Bagi Semua

Akbar Silohon | WartaLog
05 Agu 2026, 01:17 WIB
Menjaga Nadi Ibu Kota: Seruan Pimpinan DPRD Basri Baco Jadikan Jakarta Rumah Aman Bagi Semua

WartaLog — Menjelang periode krusial yang diprediksi akan diwarnai oleh berbagai dinamika politik dan sosial, stabilitas Jakarta kini menjadi sorotan utama. Ibu kota bukan sekadar pusat pemerintahan atau episentrum ekonomi nasional, melainkan sebuah rumah besar bagi jutaan jiwa dengan latar belakang yang beragam. Menyadari posisi vital ini, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Basri Baco, secara tegas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban kota.

Dalam sebuah kesempatan bincang hangat di Gedung DPRD DKI Jakarta, Basri Baco menekankan pentingnya membangun rasa memiliki terhadap kota ini. Baginya, Jakarta harus tetap berdiri tegak sebagai “rumah aman” bagi siapa pun yang mendiaminya. Pernyataan ini muncul bukan tanpa alasan; kabar mengenai rencana gelombang demonstrasi yang akan menyelimuti jalanan ibu kota dalam bulan ini telah memicu diskursus mengenai batas antara kebebasan berekspresi dan ketertiban umum.

Read Also

Transformasi Rompi Don Ritto: Dari Oranye ke Pink dalam Pusaran Mega Korupsi

Transformasi Rompi Don Ritto: Dari Oranye ke Pink dalam Pusaran Mega Korupsi

Antara Hak Konstitusional dan Tanggung Jawab Sosial

Basri Baco menyadari sepenuhnya bahwa penyampaian pendapat di muka umum adalah hak fundamental yang dijamin oleh undang-undang. Namun, ia mengingatkan bahwa setiap kebebasan membawa tanggung jawab yang sama besarnya. Dalam pandangannya, aspirasi politik atau kritik terhadap kebijakan tidak seharusnya berujung pada kerusakan yang merugikan publik secara luas.

“Silakan menyampaikan pendapat karena itu hak setiap warga negara. Namun, jangan sampai penyampaian aspirasi rakyat dilakukan dengan cara-cara yang merusak fasilitas umum, melukai orang lain, bahkan sampai menghilangkan nyawa,” ujar Baco dengan nada serius saat ditemui jurnalis pada Rabu (5/8/2026). Ia menegaskan bahwa anarkisme hanya akan mengaburkan esensi dari pesan yang ingin disampaikan oleh para demonstran itu sendiri.

Read Also

Tragedi Kematian dr. Icha di NTT: Polisi Selidiki Dugaan Intimidasi Oleh Oknum Anggota DPRD TTU

Tragedi Kematian dr. Icha di NTT: Polisi Selidiki Dugaan Intimidasi Oleh Oknum Anggota DPRD TTU

Pesan ini menjadi sangat relevan mengingat pengalaman sejarah Jakarta yang sering kali harus menelan kerugian besar akibat kericuhan dalam aksi massa. Baco mendorong agar setiap elemen yang ingin turun ke jalan tetap mengedepankan dialog dan menjaga etika dalam berdemokrasi agar tidak mengganggu ketertiban umum yang sudah terjaga dengan baik.

Polemik Pagar Mal: Simbol Keamanan atau Ketakutan?

Selain menyoroti potensi aksi massa, Basri Baco juga memberikan perhatian khusus pada fenomena fisik yang terlihat di lanskap kota. Ia menyinggung langkah beberapa manajemen pusat perbelanjaan atau mal di Jakarta yang sempat memasang pagar pengaman tambahan di depan gedung mereka. Bagi Baco, pemandangan pagar-pagar tinggi ini justru menciptakan citra yang kontradiktif dengan kampanye Jakarta sebagai kota yang aman dan terbuka.

Read Also

Polemik Video Viral Siswa Buang Nasi MBG di Bondowoso: Terungkap Fakta Mengejutkan di Balik Keterlambatan Distribusi

Polemik Video Viral Siswa Buang Nasi MBG di Bondowoso: Terungkap Fakta Mengejutkan di Balik Keterlambatan Distribusi

Ia menilai bahwa pemasangan pagar tersebut seolah-olah menunjukkan adanya kekhawatiran berlebih atau rasa tidak aman yang akut. Hal ini, menurutnya, tidak sejalan dengan visi pemerintah provinsi yang sedang giat-giatnya mempromosikan Jakarta sebagai destinasi global yang ramah bagi wisatawan dan investor. Baco pun mengapresiasi arahan tegas dari Gubernur DKI Jakarta yang meminta agar pagar-pagar di depan mal tersebut segera dilepaskan.

“Pagar-pagar itu tidak sesuai dengan citra kota aman yang sedang kita bangun. Jakarta harus terlihat inklusif, bukan seperti kota yang sedang dalam keadaan darurat. Kita ingin warga dan pengunjung merasa disambut, bukan dihalangi oleh besi-besi pembatas,” tambahnya. Pencabutan pagar ini dianggap sebagai langkah simbolis bahwa otoritas kota memiliki kendali penuh atas situasi keamanan tanpa perlu mengorbankan estetika dan aksesibilitas ruang publik.

Sinergi Lintas Sektor untuk Stabilitas Jakarta

Keamanan sebuah megapolitan seperti Jakarta tidak bisa hanya digantungkan pada satu institusi. Basri Baco menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jakarta telah menjalin koordinasi yang sangat intensif dengan jajaran Polri, TNI, serta seluruh aparat penegak hukum lainnya. Langkah preventif terus dilakukan untuk memastikan bahwa setiap sudut kota tetap dalam pengawasan yang proporsional.

Koordinasi ini mencakup pemetaan potensi konflik, pengamanan objek vital, hingga pengawasan terhadap titik-titik rawan gesekan sosial. Baco yakin dengan kolaborasi yang solid antara legislatif, eksekutif, dan aparat keamanan, Jakarta mampu melewati berbagai tantangan stabilitas ke depan. Namun, ia kembali mengingatkan bahwa peran paling krusial justru ada di tangan masyarakat Jakarta sendiri.

“Pemprov tidak bekerja sendiri. Sinergi dengan TNI dan Polri adalah kunci, tetapi dukungan moral dan partisipasi aktif warga dalam menjaga lingkungan masing-masing jauh lebih bermakna. Kita semua adalah garda terdepan bagi keamanan rumah kita sendiri,” jelas politisi yang dikenal vokal dalam urusan kesejahteraan warga ini.

Mengembalikan Marwah Jakarta sebagai Rumah Bersama

Di tengah hiruk pikuk pembangunan infrastruktur dan transformasi digital, aspek humanis dari sebuah kota sering kali terlupakan. Melalui seruannya, Basri Baco ingin mengajak warga untuk kembali menoleh pada nilai-nilai persaudaraan. Ia mendorong warga Jakarta untuk berbondong-bondong menjaga marwah kota ini agar tetap kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan kehidupan sosial.

Ketidakpastian situasi politik atau sosial jangan sampai merusak ekonomi Jakarta yang sedang dalam masa pemulihan dan penguatan. Gangguan keamanan, sekecil apa pun, akan berdampak langsung pada sektor retail, pariwisata, dan mata pencaharian warga kecil yang menggantungkan hidupnya di jalanan ibu kota.

Sebagai penutup, Baco menitipkan pesan mendalam bagi seluruh warga Jakarta. Ia berharap setiap individu memiliki kesadaran kolektif bahwa keamanan adalah investasi jangka panjang. Tanpa rasa aman, kemajuan fisik sehebat apa pun tidak akan bisa dinikmati dengan maksimal oleh masyarakat.

“Jakarta harus tetap menjadi rumah yang aman bagi semua lapisan masyarakat, tanpa kecuali. Mari kita jaga kedamaian ini bersama-sama, karena masa depan kota ini ada di tangan kita semua,” pungkasnya. Narasi yang dibawa oleh Basri Baco ini diharapkan mampu menjadi oase di tengah hangatnya suhu politik, sekaligus pengingat bahwa di atas segala kepentingan, keselamatan dan kenyamanan publik tetaplah hukum tertinggi.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *