Strategi Kadin Menduniakan Produk RI: Komponen Tesla dan IKEA Terbukti ‘Made in Indonesia’

Citra Lestari | WartaLog
31 Jul 2026, 21:18 WIB
Strategi Kadin Menduniakan Produk RI: Komponen Tesla dan IKEA Terbukti 'Made in Indonesia'

WartaLog — Di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompetitif, Indonesia perlahan namun pasti mulai menancapkan taringnya sebagai pemain kunci dalam peta industri dunia. Hal ini bukan sekadar isapan jempol belaka, melainkan sebuah realitas yang ditegaskan langsung oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie. Dalam sebuah pertemuan strategis di Istana Merdeka, terungkap fakta menarik bahwa komponen-komponen penting dari jenama raksasa dunia seperti Tesla hingga IKEA ternyata lahir dari tangan terampil tenaga kerja di tanah air.

Pertemuan yang berlangsung hangat antara Presiden Prabowo Subianto dan jajaran pengurus Kadin tersebut menjadi panggung bagi Anindya untuk memaparkan pencapaian gemilang sektor industri manufaktur nasional. Menurutnya, citra Indonesia kini telah bertransformasi dari sekadar eksportir bahan mentah menjadi bagian tak terpisahkan dari rantai pasok global yang sangat kompleks.

Read Also

Strategi Cerdas Borong Sepeda: Transmart Full Day Sale Kembali Tebar Diskon Fantastis!

Strategi Cerdas Borong Sepeda: Transmart Full Day Sale Kembali Tebar Diskon Fantastis!

Indonesia dalam Ekosistem Raksasa Dunia: Tesla, Airbus, hingga IKEA

Anindya Bakrie dengan bangga menyebutkan bahwa banyak produk yang beredar di pasar internasional saat ini memiliki jejak produksi di Indonesia. Jika selama ini publik hanya mengenal merek lokal yang mendunia seperti Kopiko atau sepatu On Cloud, kenyataannya keterlibatan Indonesia jauh lebih dalam dari itu. Produk-produk canggih yang digunakan oleh perusahaan otomotif listrik Tesla, pabrikan pesawat terbang Airbus, hingga ritel furnitur terbesar asal Swedia, IKEA, melibatkan komponen yang diproduksi di pabrik-pabrik di Indonesia.

“Banyak sekali produk dunia dan Indonesia yang sudah menjadi bagian daripada supply chain dunia dan dibuat di Indonesia. Bukan saja Dirgantara Indonesia, Pindad, sepatu On Cloud, Kopiko, tapi juga di seberang sana dipakai oleh Tesla, Airbus, IKEA, dan juga yang lain-lain,” ujar Anindya dalam sambutannya di hadapan Presiden Prabowo. Hal ini membuktikan bahwa kualitas produksi dalam negeri telah memenuhi standar ketat internasional yang diterapkan oleh perusahaan-perusahaan papan atas tersebut.

Read Also

Badai Kenaikan Harga Mengintai Pusat Perbelanjaan di Akhir 2026, Konsumen Wajib Waspada

Badai Kenaikan Harga Mengintai Pusat Perbelanjaan di Akhir 2026, Konsumen Wajib Waspada

Membedah Angka: Kekuatan Ekspor Manufaktur Senilai US$ 240 Miliar

Selama ini, narasi ekonomi Indonesia sering kali didominasi oleh ekspor komoditas sumber daya alam. Namun, data yang dipaparkan oleh Anindya Bakrie menunjukkan pergeseran paradigma yang signifikan. Total nilai ekspor Indonesia saat ini telah mencapai kisaran US$ 300 miliar per tahun, atau setara dengan Rp 5.406,6 triliun (dengan asumsi kurs Rp 18.022 per dolar AS).

Dari total nilai fantastis tersebut, sumbangsih komoditas utama seperti batu bara, baja nirkarat (stainless steel), dan minyak kelapa sawit tercatat berada di angka US$ 60 miliar. Hal yang mengejutkan adalah sisa nilai ekspor sebesar US$ 240 miliar atau sekitar Rp 4.325,28 triliun justru berasal dari sektor manufaktur dan komponen industri lainnya. Inilah yang disebut Anindya sebagai kontribusi nyata para anggota Kadin yang bergerak di balik layar rantai pasok dunia.

Read Also

Harga Emas Antam Hari Ini Melesat Tajam: Tembus Rekor Baru Rp 2.799.000 Per Gram, Saatnya Jual atau Beli?

Harga Emas Antam Hari Ini Melesat Tajam: Tembus Rekor Baru Rp 2.799.000 Per Gram, Saatnya Jual atau Beli?

“Kami melihat bahwa dalam setahun kurang lebih US$ 300 miliar terjadi sebuah ekspor. Di mana US$ 240 miliar itu adalah produk manufaktur dan lainnya, di mana di dalamnya terdapat ‘kotak-kotak kecil’ yang kalau dipencet itu adalah supply chain hasil karya para anggota Kadin,” jelasnya secara naratif untuk menggambarkan betapa krusialnya peran industri komponen lokal.

Platform ‘We Buy From Indonesia’: Jembatan Menuju Pasar Internasional

Menyadari potensi besar yang masih bisa digali, Kadin Indonesia tidak ingin berpuas diri. Untuk menjaga momentum pertumbuhan ini, mereka meluncurkan inisiatif ambisius yang diberi tajuk ‘We Buy From Indonesia’. Program ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah platform teknologi dan perdagangan terintegrasi yang dirancang untuk mendorong ekspor Indonesia ke level yang lebih tinggi.

Anindya menjelaskan bahwa platform ini akan berfungsi sebagai katalog digital sekaligus ekosistem perdagangan yang menghubungkan produsen lokal dengan pembeli global. Fokus utamanya adalah meningkatkan volume pembelian dari klien-klien internasional yang sudah ada saat ini, sembari memperkuat kapasitas produksi para pelaku usaha di dalam negeri agar siap bersaing di kancah global.

“Ini adalah inisiatif yang bukan saja sebuah katalog, tapi ini adalah suatu platform teknologi dan juga perdagangan. Tugas kami adalah bagaimana meningkatkan pembelian dari klien yang ada dan meningkatkan kapasitas daripada para produsen di Indonesia,” imbuhnya di hadapan Presiden.

Transformasi Industri dan Dukungan Pemerintah

Langkah Kadin ini sejalan dengan visi pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo yang sangat menekankan pentingnya hilirisasi dan industrialisasi. Dengan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, Indonesia tidak lagi hanya menjadi pasar bagi produk asing, tetapi menjadi dapur produksi dunia. Hal ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja yang luas dan meningkatkan nilai tambah bagi ekonomi nasional.

Kehadiran produk-produk Indonesia di dalam komponen Tesla atau pesawat Airbus menandakan bahwa industri manufaktur kita telah mencapai tingkat presisi dan reliabilitas yang tinggi. Tantangan ke depan adalah bagaimana menjaga konsistensi kualitas tersebut dan memastikan lebih banyak lagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bisa terserap ke dalam rantai pasok formal yang dikelola oleh anggota Kadin.

Menatap Masa Depan Ekonomi Nasional

Upaya Kadin Indonesia melalui berbagai inisiatif strategis ini memberikan sinyal positif bagi investor baik dari dalam maupun luar negeri. Keberhasilan menembus pasar perusahaan sekelas Tesla dan IKEA memberikan validasi terhadap kapabilitas industri nasional. Dengan dukungan teknologi melalui platform ‘We Buy From Indonesia’, proses kurasi dan promosi produk unggulan Indonesia akan menjadi lebih efisien dan terukur.

Anindya Bakrie menegaskan komitmen Kadin Indonesia untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan target pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Transformasi dari ekonomi berbasis komoditas menuju ekonomi berbasis manufaktur bernilai tambah tinggi adalah kunci utama untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap) dan menuju visi Indonesia Emas.

Sebagai penutup, optimisme yang terpancar dari pertemuan di Istana Merdeka tersebut memberikan angin segar bagi para pelaku usaha. Dengan semangat kolaborasi, produk-produk buatan Indonesia kini siap untuk terbang lebih tinggi, mengisi ruang-ruang rumah di Eropa melalui IKEA, hingga melaju di jalanan Amerika melalui komponen di mobil Tesla.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *