H. Ahmad Bakri Berpulang: Duka Mendalam Selimuti PAN Kehilangan Sosok Pejuang Jambi yang Gigih

Akbar Silohon | WartaLog
29 Jul 2026, 11:17 WIB
H. Ahmad Bakri Berpulang: Duka Mendalam Selimuti PAN Kehilangan Sosok Pejuang Jambi yang Gigih

WartaLog — Kabar duka menyelimuti panggung politik nasional, khususnya keluarga besar Partai Amanat Nasional (PAN). Salah satu kader terbaiknya, H. Ahmad Bakri bin HM Musa, yang menjabat sebagai Anggota DPR RI Fraksi PAN, dilaporkan menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 29 Juli 2026. Kepergian sosok yang dikenal rendah hati dan militan ini meninggalkan lubang besar bagi konstituennya di Provinsi Jambi serta rekan sejawatnya di parlemen.

Kepergian Ahmad Bakri bukan sekadar hilangnya seorang pejabat publik, melainkan berpulangnya seorang pejuang yang telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk melayani masyarakat. Melalui kanal komunikasi resmi dan keterangan dari para petinggi partai, suasana haru sangat terasa menyusul pengumuman wafatnya politisi senior yang telah lama malang melintang di Senayan tersebut.

Read Also

Update Perbaikan Jalan Amblas Lenteng Agung: Upaya Masif Pulihkan Arus Lalu Lintas Jakarta-Depok

Update Perbaikan Jalan Amblas Lenteng Agung: Upaya Masif Pulihkan Arus Lalu Lintas Jakarta-Depok

Kronologi Kondisi Kesehatan Sebelum Berpulang

Menurut penuturan Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, kondisi kesehatan Ahmad Bakri mulai menunjukkan penurunan yang signifikan sejak awal Mei 2026. Gejala kelelahan hebat mulai dirasakan almarhum sesaat setelah mengikuti agenda rapat yang cukup padat di Gedung DPR RI. Diduga, tekanan kerja yang tinggi dan jadwal yang luar biasa sibuk memicu kondisi hipertensi yang kemudian berakibat fatal.

“Mas Bakri saat itu setelah rapat, mungkin kelelahan. Terus hipertensi. Kemudian tidak sadar diri,” ungkap Viva Yoga dengan nada berat saat memberikan keterangan kepada wartawan. Sejak insiden tersebut, Ahmad Bakri harus menjalani perawatan intensif selama beberapa bulan di rumah sakit. Ia sempat dirawat di RS Medistra sebelum akhirnya dipindahkan ke RS Gatot Subroto untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih komprehensif.

Read Also

Tragedi Berdarah Katingan: Satu Lagi Terduga Pelaku Penyerangan Polisi Diringkus, Perburuan Berlanjut ke Hutan Belantara

Tragedi Berdarah Katingan: Satu Lagi Terduga Pelaku Penyerangan Polisi Diringkus, Perburuan Berlanjut ke Hutan Belantara

Selama masa perawatan, doa dan harapan terus mengalir dari rekan-rekan sesama politisi dan kerabat. Namun, takdir berkata lain. Setelah berjuang melawan sakitnya selama kurang lebih tiga bulan, Ahmad Bakri akhirnya menyerah pada kondisi fisiknya dan berpulang ke haribaan Sang Pencipta. Perjalanan panjang dedikasinya berakhir di ruang perawatan, namun semangatnya dipastikan akan terus hidup dalam ingatan kolektif partai.

Sosok Kader Senior Sejak Era Reformasi

Ahmad Bakri bukanlah nama baru di tubuh partai berlambang matahari putih tersebut. Ia merupakan sosok kader senior yang telah aktif sejak PAN pertama kali didirikan pada tahun 1998, di tengah gelombang reformasi yang melanda Indonesia. Loyalitasnya terhadap partai diuji oleh waktu, dan ia terbukti menjadi salah satu pilar kekuatan PAN, terutama di wilayah Sumatera.

Read Also

Tragedi Berdarah di Putat Jaya: Misteri Kematian Perempuan Paruh Baya yang Mengguncang Surabaya

Tragedi Berdarah di Putat Jaya: Misteri Kematian Perempuan Paruh Baya yang Mengguncang Surabaya

Viva Yoga mengenang Ahmad Bakri sebagai figur yang sangat sederhana namun memiliki daya juang yang luar biasa. Interaksi intensif di antara keduanya sering terjadi sejak mereka sama-sama menjabat sebagai anggota legislatif pada periode 2009. “Mas Bakri adalah kader militan, pekerja keras, loyal, baik hati, dan sederhana. Beliau sangat dicintai oleh masyarakat Jambi,” tambah Viva. Bukti nyata dari kecintaan masyarakat tersebut adalah terpilihnya Bakri secara konsisten dalam setiap kontestasi pemilihan umum, menunjukkan tingkat kepercayaan yang sangat tinggi dari akar rumput.

Kehilangan Besar Bagi Jambi dan Komisi V DPR RI

Di tingkat parlemen, Ahmad Bakri dikenal sebagai sosok yang vokal namun terukur saat bertugas di Komisi V DPR RI. Bidang infrastruktur, transportasi, dan pembangunan daerah tertinggal menjadi fokus utamanya. Bagi masyarakat Jambi, ia dianggap sebagai jembatan aspirasi yang efektif untuk membawa program-program pemerintah pusat ke daerahnya.

Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, menyatakan rasa duka yang sangat mendalam atas wafatnya salah satu Ketua DPP PAN tersebut. Pria yang akrab disapa Zulhas ini menyebut Bakri sebagai kader teladan yang tidak pernah lelah memperjuangkan kepentingan rakyat kecil. “Almarhum adalah pejuang masyarakat yang selalu membawa aspirasi masyarakat, terutama di Jambi, untuk dijadikan program-program pemerintah yang konkret dan bermanfaat,” ujar Zulhas.

Zulhas juga menambahkan bahwa dedikasi Ahmad Bakri dalam melayani rakyat harus menjadi inspirasi bagi kader-kader muda PAN lainnya. Bagi Zulhas, karakter Bakri yang mengedepankan pelayanan daripada sekadar jabatan adalah kunci mengapa ia begitu dihormati oleh kawan maupun lawan politiknya. Kehilangan ini dirasakan sebagai duka nasional bagi partai yang tengah berupaya terus memperkuat basis massanya.

Warisan Kesederhanaan dan Militansi

Selama berkiprah di panggung politik nasional, Ahmad Bakri berhasil menjaga integritasnya. Di tengah hiruk-pikuk politik yang terkadang keras, ia memilih jalur kesederhanaan. Rekam jejaknya yang bersih dan kedekatannya dengan masyarakat menjadi modal sosial yang kuat. Hal ini tercermin dari banyaknya ungkapan duka cita yang membanjiri media sosial resmi DPP PAN dan Fraksi PAN DPR RI segera setelah berita duka ini tersebar.

“Turut berduka atas wafatnya saudaraku H. A Bakri bin HM Musa. Beliau adalah orang baik yang telah menuntaskan tugasnya di dunia dengan penuh kehormatan,” tulis salah satu unggahan resmi di akun Instagram Fraksi PAN. Senada dengan hal tersebut, Eddy Soeparno juga menyampaikan rasa kehilangan yang sama, menegaskan bahwa Bakri adalah sosok yang memiliki hati yang tulus dalam berpolitik.

Penghormatan Terakhir dan Doa untuk Almarhum

Kini, perjuangan Ahmad Bakri di dunia fana telah usai. Keluarga besar PAN mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Harapan agar almarhum wafat dalam keadaan husnul khotimah juga terus dipanjatkan oleh rekan sejawatnya.

Zulkifli Hasan dalam penutup pesannya mengajak semua pihak untuk mengambil hikmah dari kepergian Ahmad Bakri. “Setiap yang bernyawa akan meninggalkan alam fana ini untuk kembali kepada Sang Pencipta. Kami memohon doa agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam menghadapi ujian ini,” tuturnya penuh haru.

Warisan kerja keras, loyalitas tanpa batas, dan kesederhanaan yang ditinggalkan oleh Ahmad Bakri akan selalu menjadi bagian dari sejarah perjalanan PAN. Meskipun raga beliau telah tiada, setiap jengkel aspal, jembatan, dan kebijakan yang ia perjuangkan untuk rakyat Jambi akan tetap tegak berdiri sebagai saksi bisu pengabdian seorang hamba kepada bangsanya. Selamat jalan, Mas Bakri.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *