Sudaryono Bersih-Bersih Badan Gizi Nasional: 833 Dapur Ditutup dan Ratusan Pegawai Dipecat, Sinyal Redesain Total Program MBG

Akbar Silohon | WartaLog
28 Jul 2026, 11:17 WIB
Sudaryono Bersih-Bersih Badan Gizi Nasional: 833 Dapur Ditutup dan Ratusan Pegawai Dipecat, Sinyal Redesain Total Progra

WartaLog — Langkah drastis yang diambil oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, baru-baru ini telah mengguncang publik sekaligus memberikan sinyal kuat akan adanya perombakan besar-besaran di tubuh lembaga tersebut. Tidak main-main, Sudaryono memutuskan untuk menghentikan operasional 833 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara permanen dan memberhentikan 261 pegawainya. Keputusan ini diambil menyusul ditemukannya berbagai pelanggaran berat terkait standar operasional prosedur (SOP), kualitas pangan, hingga masalah kebersihan yang dianggap sangat krusial karena menyangkut keselamatan jiwa penerima manfaat.

Kebijakan “bersih-bersih” ini kemudian memicu respons beragam dari berbagai pihak, termasuk dari lembaga legislatif. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, angkat bicara mengenai langkah berani tersebut. Meski mengapresiasi kecepatan Sudaryono dalam melakukan tindakan korektif, Charles menekankan bahwa penutupan ratusan dapur ini seharusnya menjadi momentum penting bagi BGN untuk melakukan redesain total terhadap tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, masalah yang ada saat ini bukan sekadar soal pengawasan di lapangan, melainkan ada pada fondasi perencanaan program itu sendiri.

Read Also

Momen Hangat Prabowo Subianto di Syukuran HUT ke-67 Titiek Soeharto: Doa Keberkahan untuk Sang Srikandi

Momen Hangat Prabowo Subianto di Syukuran HUT ke-67 Titiek Soeharto: Doa Keberkahan untuk Sang Srikandi

Pembersihan Internal: Ratusan Dapur di Berbagai Wilayah Disuspensi

Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Kantor BGN Jakarta Pusat pada Senin (27/7), Sudaryono menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi bagi pihak-pihak yang bermain-main dengan standar kualitas gizi. Ia menyebutkan bahwa dari hasil evaluasi mendalam, ditemukan setidaknya 833 unit dapur yang gagal memenuhi standar yang telah ditetapkan. “Intinya, dapur yang beroperasi kemudian tidak memenuhi standar yang kita tentukan, maka langsung kita hentikan. Taruhannya adalah nyawa,” ujar Sudaryono dengan nada tegas.

Data yang dihimpun oleh tim redaksi menunjukkan sebaran penutupan dapur tersebut mencakup wilayah yang cukup luas. Di Wilayah Satu yang meliputi Sumatera, terdapat 98 dapur yang ditutup. Sementara itu, Wilayah Dua yang mencakup Jawa dan Madura menyumbang angka penutupan terbesar yakni 311 dapur. Sisanya, sebanyak 424 dapur di Wilayah Tiga juga terpaksa berhenti beroperasi karena alasan serupa. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa setiap makanan yang sampai ke tangan masyarakat adalah makanan yang benar-benar higienis dan memiliki nilai gizi yang teruji.

Read Also

Ketegangan Memuncak di Selat Hormuz: AS Balas Serangan Rudal Iran, Ledakan Hebat Guncang Bandar Abbas

Ketegangan Memuncak di Selat Hormuz: AS Balas Serangan Rudal Iran, Ledakan Hebat Guncang Bandar Abbas

Pemecatan Masif di Tubuh Badan Gizi Nasional

Selain menutup fasilitas fisik, Sudaryono juga menyasar sumber daya manusia di internal lembaga. Sebanyak 261 pegawai non-Aparatur Sipil Negara (ASN) resmi diberhentikan dari posisinya. Rinciannya terdiri dari 224 pegawai operasional dan 37 tenaga ahli yang selama ini bertugas di bawah naungan BGN. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pimpinan baru untuk mensterilkan lembaga dari oknum-oknum yang dinilai tidak kompeten atau menghambat jalannya program prioritas pemerintah ini.

Banyak kalangan menilai bahwa pemecatan ini adalah upaya Sudaryono untuk membangun kredibilitas Badan Gizi Nasional yang sempat tercoreng oleh isu-isu miring di masa lalu. Dengan membersihkan struktur dari atas hingga bawah, diharapkan efektivitas kerja BGN dalam mengawal program gizi nasional bisa kembali ke jalur yang benar. Namun, tantangan besar menanti, yakni bagaimana mencari pengganti yang lebih kompeten dalam waktu singkat agar program tetap berjalan lancar.

Read Also

Ahmad Muzani Ungkap Tantangan Berat di Balik Penanganan Karhutla: “Pemerintah Tak Main-Main”

Ahmad Muzani Ungkap Tantangan Berat di Balik Penanganan Karhutla: “Pemerintah Tak Main-Main”

Sorotan Tajam Komisi IX DPR: Bukan Sekadar Terobosan, Tapi Kewajiban

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, memberikan catatan kritis atas langkah Sudaryono tersebut. Meskipun memuji kecepatan sang kepala badan dalam beraksi, Charles berpendapat bahwa penutupan 833 SPPG tersebut bukanlah sebuah terobosan luar biasa, melainkan memang kewajiban mendasar yang sudah seharusnya dilakukan sejak dulu. Ia menyoroti fakta miris di mana banyak dapur yang tetap dipaksakan beroperasi padahal belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“SPPG yang tidak memenuhi standar keamanan pangan dan kelayakan operasional tidak boleh diizinkan beroperasi sejak hari pertama. Jika faktanya ada yang beroperasi tanpa SLHS, itu menunjukkan bahwa persoalannya bukan sekadar pengawasan yang lemah, melainkan desain tata kelola program sejak awal yang memang bermasalah,” tegas politisi PDIP tersebut. Menurut Charles, sistem verifikasi dan perizinan di tahap awal harus diperketat sedemikian rupa sehingga unit yang tidak laik tidak akan pernah mendapatkan celah untuk melayani masyarakat.

Menepis Anggapan Gimik Melalui Tindakan Nyata

Charles Honoris juga mengingatkan agar aksi bersih-bersih ini tidak berhenti pada pergantian orang semata atau sekadar menjadi alat pencitraan alias gimik. Publik menaruh harapan besar bahwa di bawah kendali Sudaryono, praktik-praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang yang pernah menjerat pimpinan BGN sebelumnya tidak akan terulang kembali. Sejarah kelam lembaga ini harus menjadi pelajaran berharga dalam membangun sistem pertahanan internal yang lebih kuat.

Ia menekankan pentingnya transparansi dalam proses evaluasi dan penindakan. “Sangat sulit membayangkan praktik korupsi dilakukan oleh segelintir orang tanpa melibatkan pihak lain di internal lembaga. Oleh karena itu, evaluasi harus menyeluruh dan tanpa pandang bulu,” tambah Charles. Upaya redesain total tata kelola program diharapkan mampu menciptakan ekosistem kerja yang akuntabel dan benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat banyak, bukan segelintir kelompok pencari keuntungan.

Masa Depan Program Makan Bergizi Gratis

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu pilar penting dalam upaya pemerintah untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Dengan adanya penutupan ratusan dapur ini, BGN kini memiliki tugas berat untuk segera melakukan perbaikan infrastruktur dan rekrutmen tenaga profesional yang memiliki dedikasi tinggi terhadap keamanan pangan. Sudaryono diharapkan mampu merumuskan standar baku yang lebih ketat namun tetap aplikatif untuk diterapkan di seluruh penjuru Indonesia.

Redesain tata kelola yang disarankan oleh DPR mencakup banyak aspek, mulai dari skema pengadaan bahan baku lokal, proses pengolahan di dapur-dapur gizi, hingga distribusi ke tangan anak-anak sekolah dan ibu hamil. Fokus utama ke depan adalah memastikan tidak ada lagi korban atau kerugian negara akibat manajemen yang serampangan. Dengan dukungan dari legislatif dan pengawasan ketat dari masyarakat, langkah radikal Sudaryono ini diharapkan menjadi titik balik bagi kemajuan kesehatan nasional melalui program gizi yang lebih terintegrasi dan transparan.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *