Reuni Hangat Para Mantan Kapolri di Puncak Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Bersama Presiden Prabowo Subianto

Akbar Silohon | WartaLog
01 Jul 2026, 09:17 WIB
Reuni Hangat Para Mantan Kapolri di Puncak Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Bersama Presiden Prabowo Subianto

WartaLog — Di bawah langit mendung tipis yang menyelimuti kawasan Cikeas, Bogor, sebuah momen bersejarah kembali terukir dalam lembaran sejarah Kepolisian Republik Indonesia. Pusat Latihan (Satlat) Brimob Polri menjadi saksi bisu berkumpulnya para pemegang tongkat komando kepolisian dari berbagai generasi dalam upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang berlangsung dengan penuh khidmat pada Rabu, 1 Juli 2026.

Upacara ini bukan sekadar seremoni tahunan biasa. Kehadiran sejumlah mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang duduk bersanding di panggung kehormatan memberikan nuansa nostalgia sekaligus simbol kekuatan kontinuitas institusi. Presiden Prabowo Subianto, yang bertindak sebagai inspektur upacara, memberikan penghormatan khusus kepada para purnawirawan jenderal yang telah mendarmabaktikan hidup mereka demi stabilitas dan keamanan tanah air.

Read Also

Bareskrim Polri Musnahkan Narkotika Senilai Rp 149 Miliar: Simbol Perlawanan Terhadap Peredaran Gelap di Indonesia

Bareskrim Polri Musnahkan Narkotika Senilai Rp 149 Miliar: Simbol Perlawanan Terhadap Peredaran Gelap di Indonesia

Kehadiran Para Tokoh Bangsa di Satlat Brimob Cikeas

Sejak pagi hari, suasana di Satlat Brimob Cikeas sudah dipenuhi dengan aura kedisiplinan dan kebanggaan. Protokol ketat diterapkan untuk menyambut tamu-tamu VVIP yang datang silih berganti. Selain jajaran internal Polri, acara ini juga dihadiri oleh pimpinan tertinggi lembaga negara, menunjukkan betapa krusialnya peran kepolisian dalam struktur ketatanegaraan Indonesia.

Tampak hadir di deretan kursi VIP, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Nadjamudin. Kehadiran mereka didampingi oleh jajaran menteri koordinator, menteri kabinet, Jaksa Agung, hingga Panglima TNI. Sinergi antara TNI dan Polri yang sering ditekankan oleh Presiden Prabowo tercermin jelas dari keakraban para petinggi militer dan kepolisian yang hadir dalam balutan seragam kebesaran masing-masing.

Read Also

SIM Mati Bisa Diperpanjang? Simak Aturan Terbaru dan Panduan Lengkap Perpanjangan Online

SIM Mati Bisa Diperpanjang? Simak Aturan Terbaru dan Panduan Lengkap Perpanjangan Online

Kehadiran para mantan Kapolri di tengah-tengah prajurit muda menjadi pemandangan yang paling mencuri perhatian. Mereka adalah saksi hidup transformasi Polri dari masa ke masa, mulai dari era transisi reformasi hingga era digitalisasi keamanan modern seperti sekarang ini.

Daftar Jenderal yang Menghiasi Panggung Kehormatan

Kehadiran para senior di tubuh Polri ini seolah memberikan restu bagi generasi penerus untuk terus menjaga marwah institusi. Berikut adalah daftar mantan Kapolri yang turut hadir merayakan Hari Bhayangkara ke-80:

  • Jenderal (Purn) Rusman Hadi: Memimpin Polri pada periode krusial 1988-2000, beliau menjadi salah satu saksi sejarah transisi kepolisian di era awal reformasi.
  • Jenderal (Purn) Bimantoro: Kapolri periode 2000-2001 yang dikenal dengan ketegasannya di masa transisi politik nasional.
  • Jenderal (Purn) Da’i Bachtiar: Sosok yang memimpin kepolisian pada 2001-2005, masa di mana Indonesia menghadapi tantangan terorisme besar.
  • Jenderal (Purn) Sutanto: Menjabat pada 2005-2008, beliau dikenal luas karena komitmennya dalam pemberantasan perjudian dan narkotika.
  • Jenderal (Purn) Bambang Hendarso Danuri: Kapolri periode 2008-2010 yang membawa banyak inovasi dalam detasemen khusus.
  • Jenderal (Purn) Timur Pradopo: Memimpin pada 2010-2013 dengan gaya kepemimpinan yang tenang namun efektif.
  • Jenderal (Purn) Sutarman: Menjabat pada 2013-2015, beliau menekankan pada kesederhanaan dan kedekatan dengan rakyat.
  • Jenderal (Purn) Badrodin Haiti: Kapolri periode 2015-2016 yang mengawal stabilitas keamanan di masa-masa penuh dinamika.
  • Jenderal (Purn) M. Tito Karnavian: Kapolri periode 2016-2019 yang kini aktif di pemerintahan, membawa perspektif strategis global ke dalam tubuh Polri.

Presiden Prabowo, dalam sambutannya, secara khusus menyapa satu per satu para jenderal purnawirawan tersebut. Beliau menyampaikan bahwa apa yang dinikmati bangsa saat ini, berupa rasa aman dan ketertiban, tidak lepas dari pondasi kokoh yang telah diletakkan oleh para pendahulu tersebut.

Read Also

Menyongsong Hardiknas 2026: Panduan Lengkap Tata Cara Upacara, Makna Busana Adat, dan Semangat Transformasi Pendidikan

Menyongsong Hardiknas 2026: Panduan Lengkap Tata Cara Upacara, Makna Busana Adat, dan Semangat Transformasi Pendidikan

Amanat Presiden Prabowo: Apresiasi untuk Dedikasi Tanpa Batas

Dalam pidatonya yang berapi-api namun penuh haru, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa bangganya terhadap institusi Polri. Beliau menekankan bahwa Polri adalah salah satu pilar utama negara yang menjaga tegaknya hukum dan keadilan di seluruh pelosok nusantara.

“Atas nama pemerintah Republik Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia, saya ucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80, kepada seluruh keluarga besar kepolisian negara Indonesia di mana pun saudara bertugas,” ujar Prabowo dengan nada tegas yang disambut tepuk tangan meriah dari para peserta upacara. Beliau juga menambahkan bahwa dedikasi Polri harus terus diperkuat guna menghadapi tantangan keamanan nasional yang semakin kompleks di masa depan.

Sapaan hangat juga diberikan kepada para anggota kepolisian yang sedang bertugas di daerah terpencil, perbatasan, hingga misi perdamaian dunia. “Dan yang saya banggakan para anggota Kepolisian Republik Indonesia di mana pun engkau berada,” lanjut Prabowo, memberikan suntikan semangat bagi para bintara dan perwira yang tengah mendengarkan melalui siaran langsung di berbagai daerah.

Simbolisme Pertemuan Lintas Generasi di Tubuh Polri

Pertemuan para mantan Kapolri ini memberikan pesan simbolis tentang soliditas internal Polri. Di tengah dinamika politik dan sosial yang terus berkembang, kekompakan antara jajaran yang masih aktif dengan para senior tetap terjaga dengan baik. Hal ini selaras dengan pernyataan Anggota DPR RI, Habiburokhman, yang dalam kesempatan terpisah juga menyampaikan apresiasinya terhadap dedikasi Polri yang dianggapnya tanpa batas.

Tidak hanya dihadiri oleh tokoh domestik, upacara di Cikeas ini juga menjadi ajang diplomasi keamanan. Kehadiran para duta besar negara sahabat dan atase kepolisian mancanegara menunjukkan bahwa Polri telah diakui sebagai mitra strategis internasional dalam menjaga ketertiban dunia. Kerja sama lintas negara dalam menangani kejahatan transnasional menjadi salah satu poin yang sempat disinggung dalam rangkaian acara tersebut.

Selain itu, kehadiran pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) dan organisasi keagamaan semakin mempertegas konsep kepolisian masyarakat (Polmas) yang selama ini diusung. Polri diharapkan terus bersinergi dengan seluruh lapisan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial.

Menatap Masa Depan Polri di Usia ke-80

Dengan usia yang telah mencapai delapan dekade, Polri dituntut untuk terus beradaptasi. Transformasi menuju Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) bukan hanya slogan, melainkan sebuah keharusan. Upacara di Brimob Cikeas ini menjadi momentum refleksi untuk melihat sejauh mana institusi ini telah melayani masyarakat.

Momentum menarik lainnya adalah ketika Presiden Prabowo dan mantan Presiden yang juga hadir dalam upacara tersebut saling memberikan hormat sebagai bentuk respek antar-pemimpin bangsa. Pemandangan ini seolah menyejukkan suasana politik dan memberikan contoh tentang kedewasaan dalam bernegara.

Sebagai penutup rangkaian upacara, ditampilkan berbagai atraksi kemampuan personel Brimob yang memukau, mulai dari terjun payung hingga simulasi penanganan aksi terorisme dengan teknologi terbaru. Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini pun berakhir dengan semangat baru bagi setiap anggota Polri untuk terus mengabdi dengan semboyan Rastra Sewakottama, yang berarti Polri adalah abdi utama bagi nusa dan bangsa.

Kehadiran para mantan Kapolri hari ini bukan sekadar menghadiri undangan, melainkan bentuk dukungan moral bahwa tongkat estafet kepemimpinan berada di tangan yang tepat untuk membawa Polri menjadi institusi berkelas dunia.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *