Drama VAR di Los Angeles: Gol Mehdi Taremi Dianulir, Belgia dan Iran Masih Buntu di Babak Pertama Piala Dunia 2026

Sutrisno | WartaLog
22 Jun 2026, 03:18 WIB
Drama VAR di Los Angeles: Gol Mehdi Taremi Dianulir, Belgia dan Iran Masih Buntu di Babak Pertama Piala Dunia 2026

WartaLog — Atmosfer membara menyelimuti Los Angeles Stadium saat dua kekuatan dari benua yang berbeda, Belgia dan Iran, beradu taktik dalam lanjutan Matchday kedua Grup G Piala Dunia 2026. Hingga peluit tanda turun minum dibunyikan, papan skor masih menunjukkan angka nol alias kacamata. Namun, di balik skor yang tampak tenang tersebut, tersaji drama lapangan hijau yang menguras emosi, mulai dari benturan keras fisik hingga intervensi teknologi Video Assistant Referee (VAR) yang membatalkan sorak-sorai pendukung Team Melli.

Ketegangan Dini: Insiden Lukaku dan Beiranvand

Sejak wasit meniup peluit tanda dimulainya pertandingan, intensitas tinggi langsung diperagakan oleh kedua tim. Belgia, yang datang dengan predikat unggulan, mencoba mengambil inisiatif serangan melalui penguasaan bola di lini tengah. Baru berjalan dua menit, sebuah insiden mencekam terjadi di area kotak penalti Iran. Romelu Lukaku, sang ujung tombak Setan Merah, berusaha mengejar umpan tarik deras yang dikirimkan dari sisi sayap.

Read Also

Simbol Loyalitas Bianconeri: Manuel Locatelli Resmi Teken Kontrak Jangka Panjang di Juventus Hingga 2030

Simbol Loyalitas Bianconeri: Manuel Locatelli Resmi Teken Kontrak Jangka Panjang di Juventus Hingga 2030

Namun, antisipasi yang dilakukan kiper andalan Iran, Alireza Beiranvand, berujung pada tabrakan fatal. Lutut Lukaku secara tidak sengaja menghantam wajah Beiranvand yang sedang berusaha mengamankan bola di bawah. Kiper senior tersebut langsung terkapar, memicu kepanikan sesaat di bangku cadangan Iran. Tim medis segera berhamburan ke dalam lapangan untuk memberikan pertolongan pertama kepada sang penjaga gawang yang terlihat mengalami pendarahan. Akibat insiden ini, wasit tidak ragu mencabut kartu kuning untuk Lukaku sebagai peringatan atas permainan berbahayanya.

Dominasi Belgia dan Ketangguhan Pertahanan Iran

Setelah laga sempat terhenti beberapa menit, permainan kembali dilanjutkan dengan kendali tetap berada di tangan anak asuh Domenico Tedesco. Kevin De Bruyne menjadi dirigen serangan yang sangat dominan. Pada menit ke-9, sebuah skema kerja sama apik antara De Bruyne dan Maxim De Cuyper hampir saja memecah kebuntuan. Sepakan mendatar yang dilepaskan sang maestro masih mampu dibaca dengan sangat baik oleh Beiranvand yang, meski sempat cedera, tetap menunjukkan refleks luar biasa di bawah mistar.

Read Also

Mohamed Salah Absen Hingga Akhir Musim: Pukulan Telak bagi Liverpool dan Skenario Besar Timnas Mesir

Mohamed Salah Absen Hingga Akhir Musim: Pukulan Telak bagi Liverpool dan Skenario Besar Timnas Mesir

Strategi pertahanan berlapis yang diterapkan oleh Iran terbukti menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus. Para pemain bertahan seperti Shoja Khalizadeh dan Hossein Kanaanizadegan tampil sangat disiplin dalam menutup ruang gerak para pemain sayap Belgia. Meskipun penguasaan bola didominasi oleh Timnas Belgia, serangan balik Iran justru beberapa kali memberikan ancaman nyata bagi lini belakang lawan yang dikawal oleh Brandon Mechele.

Drama VAR: Gol Mehdi Taremi yang Menguap

Momen paling kontroversial dalam babak pertama ini terjadi pada menit ke-25. Berawal dari skema tendangan bebas yang dieksekusi dengan cerdik oleh Ehsan Hajsafi, bola meluncur mendatar ke jantung pertahanan Belgia. Mehdi Taremi, dengan insting predatornya, berhasil menyambar bola tersebut dan menyarangkannya ke dalam gawang Thibaut Courtois. Stadion bergemuruh menyambut keunggulan mengejutkan dari wakil Asia tersebut.

Read Also

Meredup di Teater Impian: Bryan Mbeumo dan Amad Diallo Kehilangan Sentuhan Magis

Meredup di Teater Impian: Bryan Mbeumo dan Amad Diallo Kehilangan Sentuhan Magis

Namun, kegembiraan para pemain Iran tidak bertahan lama. Wasit segera memberikan isyarat bahwa ada peninjauan ulang melalui sistem VAR. Setelah beberapa menit yang menegangkan, wasit akhirnya memutuskan untuk menganulir gol tersebut. Taremi dinyatakan berada dalam posisi offside tipis saat bola pertama kali dilepaskan oleh Hajsafi. Keputusan ini memicu protes keras dari ofisial Iran di pinggir lapangan, namun skor tetap tidak berubah, masih 0-0.

Pertarungan Sengit di Lini Tengah

Memasuki pertengahan babak pertama, pertarungan beralih ke sektor tengah lapangan. Youri Tielemans dan Nicolas Raskin harus bekerja keras membendung kreativitas Saman Ghoddos dan Saeed Ezatolahi. Iran tidak hanya bertahan; mereka menunjukkan bahwa transisi dari bertahan ke menyerang adalah senjata utama mereka dalam sepak bola internasional modern. Pada menit ke-14, Hossein Kanaanizadegan hampir saja mencetak gol spektakuler melalui sepakan setengah voli, namun ketangguhan Thibaut Courtois di bawah mistar gawang Belgia masih menjadi penghalang utama.

Belgia terus berusaha menggedor sisi sayap melalui Alexis Saelemaekers dan Leandro Trossard. Namun, koordinasi yang kurang matang di sepertiga akhir lapangan membuat banyak peluang terbuang percuma. Umpan-umpan silang yang ditujukan kepada Lukaku seringkali berhasil dipotong oleh barisan pertahanan Iran yang bermain sangat rapat dan fisik.

Menjelang Turun Minum: Peluang Tielemans yang Gagal

Mendekati akhir babak pertama, tepatnya pada menit ke-43, Belgia mendapatkan peluang emas terakhir. Bermula dari pergerakan lincah di sisi kanan, bola dialirkan kepada Youri Tielemans yang berdiri bebas di dalam kotak penalti. Pemain Aston Villa tersebut melepaskan sepakan keras on target, namun Beiranvand kembali menunjukkan kelasnya dengan melakukan blok krusial yang mengamankan gawang Iran dari kebobolan.

Skor kacamata bertahan hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya 45 menit pertama. Pertandingan ini membuktikan bahwa statistik penguasaan bola bukanlah segalanya. Iran, meski kalah secara persentase penguasaan, mampu memberikan perlawanan taktis yang membuat Belgia frustrasi. Hasil sementara ini tentu menjadi catatan penting bagi kedua pelatih untuk melakukan penyesuaian strategi di babak kedua nanti.

Susunan Pemain Resmi

Berikut adalah daftar susunan pemain yang diturunkan oleh kedua tim dalam laga krusial ini:

  • Belgia (4-2-3-1): Thibaut Courtois; Thomas Meunier, Nathan Ngoy, Brandon Mechele, Maxim De Cuyper; Youri Tielemans, Nicolas Raskin; Alexis Saelemaekers, Kevin De Bruyne, Leandro Trossard; Romelu Lukaku.
  • Iran (4-3-3): Alireza Beiranvand; Ehsan Hajsafi, Hossein Kanaanizadegan, Shoja Khalizadeh, Saleh Hardani; Ramin Rezaeian, Saeed Ezatolahi, Saman Ghoddos; Ali Nemati, Mehdi Taremi, Mohammad Mohebi.

Dengan babak kedua yang masih menyisakan banyak kemungkinan, menarik untuk dinanti apakah Timnas Iran mampu menjaga kedisiplinan mereka atau justru Belgia yang akan berhasil menemukan celah untuk meraih tiga poin penuh di Los Angeles. Simak terus perkembangan informasinya hanya di portal berita terpercaya Anda.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *