Drama 6 Gol di Arlington: Harry Kane Mengamuk, Inggris Libas Kroasia di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Sutrisno | WartaLog
18 Jun 2026, 05:19 WIB
Drama 6 Gol di Arlington: Harry Kane Mengamuk, Inggris Libas Kroasia di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

WartaLog — Stadion AT&T di Arlington, Texas, menjadi saksi bisu bagaimana gairah sepak bola dunia kembali meledak. Dalam laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026, tim nasional Inggris sukses memetik poin penuh setelah menundukkan perlawanan sengit Kroasia dengan skor mencolok 4-2. Pertandingan yang berlangsung pada Kamis dini hari WIB ini tidak hanya menyuguhkan hujan gol, tetapi juga drama taktis yang memikat ribuan pasang mata di tribun dan jutaan lainnya di depan layar kaca.

Kapten legendaris mereka, Harry Kane, kembali menjadi pusat gravitasi permainan The Three Lions dengan torehan dua gol. Meski sempat mendapatkan perlawanan sengit dari Vatreni yang pantang menyerah, kematangan skuad asuhan Gareth Southgate akhirnya terbukti menjadi pembeda. Kemenangan ini menempatkan Inggris di puncak klasemen sementara Grup L, sekaligus mengirimkan sinyal peringatan bagi kontestan lainnya.

Read Also

Dilema Juara di Wembley: Mengapa Manchester City Tak Punya Waktu Berpesta Jika Tekuk Chelsea?

Dilema Juara di Wembley: Mengapa Manchester City Tak Punya Waktu Berpesta Jika Tekuk Chelsea?

Awal Laga yang Menggetarkan Jantung

Begitu peluit babak pertama ditiup, tempo tinggi langsung diperagakan oleh kedua tim. Kroasia, yang dikenal dengan ketenangan lini tengahnya, mencoba mengambil inisiatif serangan lebih dulu. Menit ketiga hampir saja menjadi mimpi buruk bagi Inggris ketika Ivan Perisic mengirimkan umpan lambung presisi dari tendangan sudut. Josip Sutalo berhasil menyambut bola dengan kepala, namun dewi fortuna masih berpihak pada Inggris karena bola melambung tipis di atas mistar gawang Jordan Pickford.

Namun, Inggris merespons dengan ketenangan luar biasa. Memasuki menit ke-12, sebuah penetrasi cepat dari Noni Madueke memaksa Luka Modric melakukan pelanggaran di area terlarang. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Drama sempat terjadi ketika eksekusi penalti pertama Harry Kane dianulir karena wasit menilai ada pemain yang masuk ke kotak penalti sebelum bola ditendang. Namun, dengan mental baja, Kane mengulang eksekusi tersebut dan tetap berhasil memperdaya Dominik Livakovic. Skor 1-0 untuk keunggulan Inggris.

Read Also

Fenomena “Serba Seri” di Piala Dunia 2026: Mengulang Sejarah Kelam nan Unik Sejak 1958

Fenomena “Serba Seri” di Piala Dunia 2026: Mengulang Sejarah Kelam nan Unik Sejak 1958

Aksi Saling Balas di Paruh Pertama

Ketinggalan satu gol membuat Kroasia meningkatkan intensitas. Petar Musa sempat menebar ancaman di menit ke-14, namun lini pertahanan Inggris yang dikomandoi John Stones tampil cukup disiplin. Kroasia akhirnya menemukan celah pada menit ke-26. Bermula dari pergerakan lincah Petar Sucic di sisi kanan, ia melepaskan umpan tarik yang disambut dengan tembakan keras mendatar oleh Martin Baturina. Bola meluncur deras ke pojok kiri gawang, membuat skor kembali imbang 1-1.

Pertandingan menjadi semakin menarik dengan jual beli serangan. Menit ke-31, Noni Madueke hampir saja memberikan assist untuk Jude Bellingham, namun sapuan krusial bek Kroasia menggagalkan peluang emas tersebut. Inggris akhirnya kembali unggul pada menit ke-42. Melalui skema bola mati yang menjadi spesialisasi mereka, Declan Rice mengirimkan umpan lambung melengkung yang disambut dengan sundulan mematikan oleh Harry Kane. Brace dari sang kapten membawa Inggris memimpin 2-1.

Read Also

Skenario Juara Barcelona: Mengapa Laga Real Madrid vs Espanyol Menjadi Kunci Gelar LaLiga Musim Ini

Skenario Juara Barcelona: Mengapa Laga Real Madrid vs Espanyol Menjadi Kunci Gelar LaLiga Musim Ini

Sayangnya, euforia Inggris sedikit terganggu menjelang turun minum. Pada masa injury time babak pertama, Ivan Perisic menunjukkan kelasnya sebagai pemain berpengalaman. Ia berhasil meloloskan diri dan memberikan bola pantul kepada Petar Musa yang berdiri tanpa pengawalan berarti di dalam kotak penalti. Musa dengan dingin menyarangkan bola ke gawang Pickford, menutup babak pertama dengan skor sama kuat 2-2.

Dominasi The Three Lions di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Gareth Southgate tampaknya memberikan instruksi khusus untuk menekan lebih tinggi. Hasilnya instan. Baru dua menit laga berjalan, tepatnya di menit ke-47, Jude Bellingham menunjukkan mengapa ia disebut sebagai salah satu gelandang terbaik dunia saat ini. Menerima umpan dari Elliott Anderson, Bellingham melakukan aksi individu menawan sebelum melepaskan tembakan presisi ke pojok gawang. Inggris kembali memimpin 3-2.

Setelah gol tersebut, Inggris seolah memegang kendali penuh permainan. Intensitas serangan The Three Lions membuat barisan pertahanan Kroasia kewalahan. Dominik Livakovic harus bekerja ekstra keras dengan melakukan serangkaian penyelamatan gemilang, termasuk menepis tendangan keras Declan Rice dan sundulan beruntun dari Nico O’Reilly serta Anthony Gordon. Kiper Kroasia tersebut benar-benar menjadi pahlawan yang mencegah skor menjadi lebih lebar bagi Inggris di pertengahan babak kedua.

Gol Rashford dan Kepahlawanan Kane di Lini Belakang

Guna menyegarkan alur serangan, Southgate memasukkan beberapa tenaga baru, termasuk Marcus Rashford dan Bukayo Saka. Strategi ini membuahkan hasil manis pada menit ke-85. Melalui sebuah skema serangan balik yang sangat cepat, Saka mengirimkan umpan akurat ke sisi kiri yang diterima dengan sempurna oleh Marcus Rashford. Pemain Manchester United tersebut melakukan gerakan cutting-inside andalannya dan melepaskan tembakan melengkung ke tiang jauh yang tak mampu dijangkau Livakovic. Papan skor berubah menjadi 4-2.

Menjelang akhir laga, Kroasia mendapatkan peluang emas terakhir lewat Josko Gvardiol. Bek Manchester City itu melepaskan tembakan yang sudah berhasil melewati jangkauan Pickford. Namun, Harry Kane yang turun jauh ke belakang melakukan aksi heroik dengan menyapu bola tepat di garis gawang. Aksi ini menegaskan bahwa Kane bukan hanya mesin gol, melainkan pemimpin sejati yang bersedia berkorban di seluruh area lapangan.

Implikasi Klasemen dan Langkah Selanjutnya

Dengan kemenangan 4-2 ini, Inggris kini bertengger nyaman di puncak klasemen Grup L dengan koleksi tiga poin. Produktivitas gol yang tinggi menjadi modal berharga bagi mereka untuk menghadapi laga-laga berikutnya. Sementara itu, Kroasia harus rela berada di dasar klasemen untuk sementara waktu, sembari menunggu hasil pertandingan antara Ghana melawan Panama yang juga tergabung dalam grup yang sama.

Bagi anak asuh Zlatko Dalic, kekalahan ini tentu menjadi bahan evaluasi besar, terutama dalam mengantisipasi serangan balik dan situasi bola mati. Namun, sejarah mencatat bahwa Kroasia adalah tim dengan mentalitas baja yang seringkali mampu bangkit dari keterpurukan di fase grup.

Laporan dari tim WartaLog di Arlington mencatat bahwa atmosfer pertandingan sangat luar biasa, dengan dukungan suporter Inggris yang mendominasi stadion. Kemenangan ini sekaligus memupus keraguan publik terhadap konsistensi Harry Kane dkk di turnamen besar. Selanjutnya, Inggris dijadwalkan akan menghadapi tantangan dari wakil Afrika, Ghana, sementara Kroasia akan mencoba mencari poin perdana mereka saat bersua Panama.

Susunan Pemain Kedua Tim

Inggris: Pickford; James, Konsa, Stones (Guehi 87′), O’Reilly; Anderson, Rice (Rogers 72′), Madueke (Saka 72′); Bellingham (Spence 79′), Gordon (Rashford 72′), Kane.

Kroasia: Livakovic; Sutalo, Vuskovic, Gvardiol; Stanisic, Modric (Kovacic 58′), Pasalic (Kramaric 78′), Perisic; Sucic, Baturina (Vlasic 78′), Musa.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *