Gairah Kustom Kultur di Jantung Paris van Java: Menelusuri Jejak Kreativitas BBQ Ride 2026

Rendra Putra | WartaLog
14 Jun 2026, 17:18 WIB
Gairah Kustom Kultur di Jantung Paris van Java: Menelusuri Jejak Kreativitas BBQ Ride 2026

WartaLog — Kota Bandung kembali mengukuhkan posisinya sebagai kiblat kreativitas dan subkultur tanah air. Akhir pekan ini, udara sejuk di kawasan timur Bandung berubah menjadi riuh dengan deru mesin dan aroma bensin yang khas. Fenomena tahunan yang selalu dinanti, BBQ Ride, kembali hadir menyapa para antusias otomotif dengan skala yang jauh lebih megah dan konsep yang menyegarkan di Prabuwangi Park, Arcamanik, Jawa Barat.

Acara yang berlangsung pada 13-14 Juni 2026 ini bukan sekadar pameran kendaraan biasa. Ini adalah sebuah perayaan atas dedikasi, seni, dan gaya hidup yang melebur menjadi satu. Ribuan pengunjung dari berbagai penjuru daerah tampak memadati area terbuka hijau, memberikan pemandangan yang kontras namun harmonis antara hijaunya rumput dengan kilauan krom serta cat warna-warni dari deretan motor kustom dan mobil modifikasi yang berjejer rapi.

Read Also

Dilema Insentif Baterai: Strategi Hilirisasi Nikel Indonesia dan Respon Diplomatik BYD

Dilema Insentif Baterai: Strategi Hilirisasi Nikel Indonesia dan Respon Diplomatik BYD

Filosofi ‘Field and Fleet’: Harmoni Ruang Terbuka dan Kendaraan Klasik

Tahun ini, penyelenggara BBQ Ride mengusung tema besar bertajuk “Field and Fleet”. Pemilihan tema ini bukan tanpa alasan. Setelah bertahun-tahun menjelajahi berbagai lokasi, konsep ruang terbuka hijau di Prabuwangi Park dipilih untuk memberikan napas baru bagi para peserta dan pengunjung. Langkah ini diambil untuk menciptakan atmosfer yang lebih cair, akrab, dan santai, layaknya sebuah piknik besar bagi keluarga besar pecinta otomotif.

Chandra Perdana Murti, sosok di balik layar sekaligus penggagas acara dari Pickers Store Bandung, menjelaskan bahwa perpindahan ke ruang terbuka adalah simbol evolusi dari acara ini sendiri. “Untuk acara BBQ Ride tahun ini, kami mencoba menghadirkan sesuatu yang berbeda. Ruang terbuka ini bukan hanya tempat berkumpul, melainkan simbol perjalanan bersama komunitas selama bertahun-tahun. Kami ingin memberikan suasana outdoor yang lebih luas dan nyaman, di mana interaksi antarmanusia bisa terjadi secara lebih alami,” ungkap Chandra dengan antusias.

Read Also

Ironi di Tengah Kenaikan BBM: Mengapa Insentif Bebas Pajak Mobil Listrik Kini Terancam Dicabut?

Ironi di Tengah Kenaikan BBM: Mengapa Insentif Bebas Pajak Mobil Listrik Kini Terancam Dicabut?

Konsep ini terbukti sukses. Sejak gerbang dibuka, pengunjung tidak hanya disuguhi deretan kendaraan epik, tetapi juga hembusan angin segar dan tata letak yang memungkinkan mereka untuk mengapresiasi setiap detail kendaraan tanpa harus berdesakan di dalam ruangan yang pengap. BBQ Ride 2026 seolah mengembalikan marwah kustom kultur sebagai bagian dari petualangan luar ruang yang penuh kebebasan.

Magnet Mobil JDM dan Pesona Van Modifikasi

Salah satu sajian utama yang mencuri perhatian dalam edisi kali ini adalah kehadiran segmen mobil JDM (Japanese Domestic Market) yang semakin kuat. Bekerja sama dengan JDM Fest, area bertajuk “Good Old Fashioned JDM Beater” menampilkan deretan mobil legendaris era 90-an dan awal 2000-an yang telah mendapatkan sentuhan personal. Mobil-mobil yang dulunya hanya bisa dilihat di layar kaca atau gim balap, kini hadir secara fisik dengan kondisi yang prima dan modifikasi yang presisi.

Read Also

Kejayaan Mobil Murah Berakhir? Mengapa Penjualan LCGC Terus Merosot di Awal 2026

Kejayaan Mobil Murah Berakhir? Mengapa Penjualan LCGC Terus Merosot di Awal 2026

Tidak hanya itu, tren vanlife juga mendapatkan panggung khusus melalui “Van Exhibition”. Area ini memamerkan berbagai jenis van yang telah disulap menjadi rumah berjalan maupun kendaraan operasional yang sarat akan nilai estetika. Dari VW Combi klasik hingga van modern yang dimodifikasi dengan gaya overland, setiap kendaraan menceritakan kisah perjalanan pemiliknya yang unik. Fenomena ini menunjukkan bahwa modifikasi kendaraan saat ini tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga tentang fungsionalitas dan kenyamanan untuk menjelajahi cakrawala baru.

Warisan Dua Tak dan Inklusivitas dalam Dunia Kustom

Bagi para penggemar mesin yang memiliki suara melengking dan asap tipis yang ikonik, area “Howlin Two Strokes” menjadi surga tersendiri. Di sini, motor-motor bermesin dua langkah dari berbagai merek dan era tampil dengan penuh kebanggaan. Mulai dari bebek retro hingga sport bike yang legendaris, semuanya dirawat dengan penuh kasih sayang oleh para kolektor dan builder lokal. Kehadiran area ini sekaligus menjadi bukti bahwa tren motor dua-tak belum menunjukkan tanda-tanda meredup, justru semakin mendapatkan tempat di hati generasi muda.

Satu hal yang membuat BBQ Ride tahun ini terasa istimewa adalah penguatan porsi bagi perempuan melalui area “Women On Wheels”. Area ini didedikasikan sebagai wadah berkumpulnya komunitas perempuan yang memiliki hobi otomotif. Inisiatif ini mendobrak stigma bahwa dunia mesin hanya milik kaum pria. Di sini, para pengendara perempuan berbagi pengalaman, tips berkendara, hingga menunjukkan bahwa gaya hidup otomotif adalah hak bagi siapa saja tanpa memandang gender.

Suara dari Luar Negeri: Membangun Jembatan Kustom Kultur Global

Reputasi BBQ Ride sebagai salah satu event kustom kultur terbesar di Asia Tenggara semakin tak terbantahkan dengan hadirnya tamu-tamu internasional. Delegasi dari Jepang, Amerika Serikat, Singapura, Taiwan, Malaysia, China, hingga Brunei Darussalam sengaja terbang ke Bandung untuk melihat langsung kreativitas tangan-tangan Indonesia. Nama besar seperti Satoshi dari Fonk Motorcycle Jepang dan Elliot Dapre dari Le Hangar 23 Amerika Serikat terlihat membaur di tengah kerumunan, memberikan apresiasi atas karya-karya builder lokal yang menurut mereka memiliki karakter yang sangat kuat dan berani.

Kehadiran para tokoh internasional ini bukan sekadar tamu kehormatan, melainkan jembatan bagi komunitas otomotif Indonesia untuk masuk ke radar global. Terjadi pertukaran ide dan teknik pengerjaan yang tentu saja akan meningkatkan kualitas standar pengerjaan kustom di tanah air ke level yang lebih tinggi lagi.

Simfoni Musik dan Gelombang Budaya Pop

Menjelang sore hingga malam hari, energi di Prabuwangi Park semakin memuncak saat panggung musik mulai bergema. BBQ Ride selalu dikenal mampu mengolaborasikan seni dan budaya secara apik. Penampilan dari unit metal kebanggaan Bandung, Burgerkill, berhasil memacu adrenalin pengunjung dengan distorsi mereka yang menggelegar. Di sisi lain, sang legenda hip-hop IWA.K yang berkolaborasi dengan DJ Evilcuts membawa suasana nostalgia yang asyik bagi semua kalangan.

Line-up musisi yang variatif, mulai dari Rocket Rockers, Sunbath, Laluna, hingga Mitosmistis, memastikan bahwa setiap pengunjung dengan latar belakang musik apa pun bisa menikmati suasana. Kombinasi antara pameran otomotif kelas dunia dengan pertunjukan musik yang berenergi menjadikan BBQ Ride sebagai destinasi utama bagi siapapun yang ingin merasakan denyut nadi gaya hidup modern di Kota Kembang.

Secara keseluruhan, BBQ Ride 2026 di Bandung bukan sekadar perhelatan otomotif tahunan. Ini adalah manifestasi dari sebuah komunitas yang terus tumbuh, beradaptasi, dan merangkul perubahan tanpa meninggalkan identitas aslinya. Melalui semangat “Field and Fleet”, acara ini sekali lagi membuktikan bahwa selama ada semangat kreativitas dan persaudaraan, api kustom kultur di Indonesia akan terus menyala terang, bahkan lebih terang dari sebelumnya.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *