Belgia Mengamuk di Brussels: De Bruyne Pimpin Pesta Gol Lima-Nol Lawan Tunisia Jelang Piala Dunia 2026
WartaLog — Tim Nasional Belgia mengirimkan sinyal bahaya bagi para pesaingnya di ambang perhelatan akbar Piala Dunia 2026. Dalam laga uji coba terakhir yang berlangsung di Stadion Raja Baudouin, Brussels, Sabtu (6/6/2026) malam WIB, skuat berjuluk The Red Devils tersebut tampil perkasa dengan melumat Tunisia lewat skor telak 5-0. Kemenangan ini bukan sekadar angka, melainkan pernyataan dominasi Kevin De Bruyne dan kawan-kawan sebelum terbang ke Amerika Serikat.
Dominasi Total Sejak Peluit Pertama
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Belgia langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Pelatih Belgia tampak ingin menguji sejauh mana efektivitas lini serang mereka dalam membongkar pertahanan lawan yang cenderung rapat. Alhasil, orkestrasi serangan yang dibangun oleh lini tengah mereka membuat barisan pertahanan Tunisia kocar-kacir. Aliran bola yang cepat dan transisi yang mulus menjadi kunci utama Timnas Belgia dalam menguasai jalannya pertandingan.
Menegangkan! Cristiano Ronaldo Balas Sindiran Fans Al Ahli dengan Simbol 5 Trofi UCL di Riyadh
Pesta gol di Brussels ini baru dimulai pada menit ke-28. Berawal dari pergerakan cerdik Kevin De Bruyne di sisi kiri, sang jenderal lapangan tengah mengirimkan umpan pendek kepada Jeremy Doku. Dengan kecepatan eksplosifnya, Doku merangsek ke area terlarang dan mengirimkan umpan silang mendatar ke kotak enam yard. Leandro Trossard yang berdiri dalam posisi tepat, tanpa kesulitan mencocor bola dengan kaki kanannya. Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-0 dan meruntuhkan mentalitas bertahan tim tamu.
Efektivitas Lini Serang di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, intensitas permainan anak asuh Domenico Tedesco tidak menurun sedikit pun. Mereka justru semakin gencar menekan untuk menggandakan keunggulan. Menit ke-52 menjadi saksi lahirnya gol kedua bagi tuan rumah. Timothy Castagne melakukan penetrasi dari sisi sayap sebelum memberikan bola kepada Youri Tielemans. Dengan visi bermain yang luar biasa, Tielemans melepaskan umpan lambung akurat yang disambut oleh sundulan mematikan Charles de Ketelaere. Bola bersarang telak di pojok atas gawang Tunisia yang dikawal oleh Abdelmouhib Chamakh.
Mohamed Salah Absen Hingga Akhir Musim: Pukulan Telak bagi Liverpool dan Skenario Besar Timnas Mesir
Kondisi Tunisia semakin terpuruk ketika mereka harus bermain dengan sepuluh orang pada menit ke-62. Ismael Gharbi terpaksa mandi lebih cepat setelah menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran keras terhadap Jeremy Doku. Keunggulan jumlah pemain ini benar-benar dimanfaatkan oleh Belgia untuk mengeksploitasi setiap jengkal lapangan. Hanya berselang tiga menit dari insiden kartu merah tersebut, Kevin De Bruyne mencatatkan namanya di papan skor melalui kerja sama apik satu-dua dengan Doku, yang diakhiri dengan tembakan mendatar dari luar kotak penalti.
Pesta Gol Penutup di Menit-Menit Akhir
Meski sudah unggul tiga gol, Belgia tidak mengendurkan serangan. Mereka terus mencoba berbagai variasi serangan melalui pergantian pemain yang dilakukan sang pelatih. Pada sepuluh menit terakhir pertandingan, dua gol tambahan tercipta dalam waktu yang sangat singkat. Dodi Lukebakio sukses mencetak gol keempat Belgia setelah memanfaatkan bola pantul dari upaya Romelu Lukaku di depan gawang. Gol ini mempertegas bahwa kedalaman skuat Belgia sangat merata di setiap lini.
Denzel Dumfries Menuju Real Madrid: Piotr Zielinski Ungkap Beratnya Menolak Panggilan Los Blancos
Sebagai penutup pesta gol, Nicolas Raskin mencetak gol perdananya untuk tim senior pada menit ke-87. Memanfaatkan situasi kemelut di dalam kotak penalti Tunisia setelah umpan lambung ke arah Mathias Fernandez-Pardo dihalau tidak sempurna, Raskin dengan tenang melepaskan sepakan mendatar kaki kanan yang menyasar sudut bawah gawang. Skor 5-0 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang, menandai kemenangan meyakinkan bagi Belgia dalam sepak bola internasional level tinggi.
Kesiapan Menuju Grup G Piala Dunia 2026
Kemenangan telak atas Tunisia ini memberikan kepercayaan diri yang luar biasa bagi skuat Belgia sebelum memulai petualangan mereka di Grup G Piala Dunia 2026. Kolektivitas tim yang ditunjukkan sepanjang laga membuktikan bahwa mereka bukan lagi tim yang hanya bergantung pada satu atau dua individu, melainkan sebuah unit tempur yang sangat solid. Kembalinya ketajaman para penyerang dan solidnya lini belakang menjadi catatan positif bagi staf kepelatihan.
Setelah pertandingan ini, Belgia dijadwalkan segera bertolak menuju Amerika Serikat untuk beradaptasi dengan kondisi cuaca dan lapangan. Lawan pertama mereka di fase grup adalah Mesir, pertandingan yang diprediksi akan berlangsung sengit pada Selasa (16/6) dinihari WIB. Publik Brussels kini menaruh harapan besar agar performa impresif ini dapat dipertahankan hingga partai puncak turnamen sepak bola empat tahunan tersebut.
Susunan Pemain dan Catatan Taktis
TIMNAS BELGIA: Thibaut Courtois; Meunier (Moreira 80′), Ngoy, Machele, Castagne (De Cuyper 73′); Amadou Onana (Vanaken 66′), Youri Tielemans (Witsel 74′), Leandro Trossard (Lukebakio 74′); Kevin De Bruyne (Raskin 80′), Jeremy Doku, Charles De Ketelaere (Romelu Lukaku 66′).
TIMNAS TUNISIA: Abdelmouhib Chamakh; Arous (Elloumi 79′), Talbi, Rekik, Ben Hamida (Ben Ouanes 66′); Ayari (Tounekti 46′), Belhadj, Ellyes Skhiri, Achouri (Slimane 66′); Ismael Gharbi, Mastouri (Chaouat 46′).
Secara taktis, Belgia menunjukkan fleksibilitas yang sangat tinggi. Pergerakan tanpa bola dari Trossard dan De Ketelaere seringkali membuat bek-bek Tunisia kehilangan posisi. Sementara itu, peran De Bruyne sebagai free-roaming playmaker memungkinkan Belgia untuk selalu memiliki opsi operan di area berbahaya. Bagi Tunisia, kekalahan ini tentu menjadi bahan evaluasi mendalam, terutama terkait kedisiplinan pemain di lapangan saat menghadapi tekanan tinggi dari tim papan atas dunia.