Laju Ekspansi NeutraDC di Batam: Menjawab Lonjakan Kebutuhan Pusat Data dan Ambisi AI Global

Siska Amelia | WartaLog
05 Jun 2026, 11:19 WIB
Laju Ekspansi NeutraDC di Batam: Menjawab Lonjakan Kebutuhan Pusat Data dan Ambisi AI Global

WartaLog — Langkah strategis PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dalam mengukuhkan dominasinya di sektor infrastruktur digital kian menunjukkan hasil yang nyata. Melalui anak usahanya, NeutraDC (PT Telkom Data Ekosistem), perusahaan telekomunikasi pelat merah ini kini tengah memacu percepatan pembangunan infrastruktur data center berstandar internasional di Batam. Langkah agresif ini merupakan respon langsung terhadap tingginya permintaan pasar yang melampaui ekspektasi awal, terutama dengan semakin masifnya adopsi teknologi berbasis kecerdasan buatan atau AI di tingkat global.

Batam Sebagai Episentrum Baru Pusat Data Regional

Pembangunan pusat data di Batam bukanlah tanpa alasan yang kuat. Kawasan ini, yang merupakan bagian dari segitiga pertumbuhan SIJORI (Singapore, Johor, Riau Islands), kini bertransformasi menjadi magnet bagi para investor teknologi. Keberhasilan gedung pertama, yang dikenal dengan kode BTM-1, dalam mengamankan penyewa bahkan sebelum operasional resminya dimulai, menjadi bukti otentik betapa tingginya minat pasar terhadap pusat data yang andal dan strategis di Indonesia.

Read Also

Skandal Trump Mobile: Kebocoran Data Sensitif Menghantui Konsumen Sebelum Perangkat Resmi Diluncurkan

Skandal Trump Mobile: Kebocoran Data Sensitif Menghantui Konsumen Sebelum Perangkat Resmi Diluncurkan

NeutraDC Nxera Batam dirancang untuk menjadi gerbang konektivitas yang menjembatani pasar domestik Indonesia dengan ekosistem digital dunia. Dengan tingginya antusiasme tersebut, Telkom tidak membuang waktu dan segera menyiapkan fase berikutnya, yakni pembangunan gedung BTM-2. Ekspansi ini dilakukan demi menjamin ketersediaan kapasitas bagi para pemain global yang ingin menancapkan kuku bisnisnya di kawasan Asia Tenggara.

Kemitraan Strategis dengan Gorilla Technology

Salah satu pencapaian prestisius yang patut disoroti adalah bergabungnya Gorilla Technology sebagai mitra strategis utama di gedung BTM-1. Perusahaan global yang berbasis di London, Inggris ini merupakan pemain kunci dalam penyediaan solusi kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan analisis data. Gorilla Technology telah lama beroperasi di berbagai wilayah strategis seperti Timur Tengah, Eropa, Amerika, hingga Asia.

Read Also

YouTube Kini ‘Bungkam’ Notifikasi Kreator Pasif: Strategi Baru Mengatasi Notification Fatigue

YouTube Kini ‘Bungkam’ Notifikasi Kreator Pasif: Strategi Baru Mengatasi Notification Fatigue

Melalui kesepakatan ini, Gorilla Technology akan memanfaatkan infrastruktur NeutraDC Nxera Batam sebagai tulang punggung implementasi layanan AI mereka. Kehadiran partner sekaliber Gorilla memberikan validasi kuat bahwa infrastruktur yang dibangun Telkom mampu memenuhi standar teknis yang sangat tinggi, yang dibutuhkan oleh aplikasi-aplikasi masa depan yang haus akan daya komputasi besar.

Visi TLKM 30: Transformasi Menuju Infrastruktur Digital Dunia

Seno Soemadji, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, menekankan bahwa momentum ini merupakan bagian integral dari strategi besar perusahaan yang dikenal dengan sebutan TLKM 30. Strategi ini dirancang untuk mengubah profil Telkom dari sekadar perusahaan telekomunikasi tradisional menjadi raksasa infrastruktur digital yang kompetitif di kancah internasional.

Read Also

Skandal Kebocoran Data Trump Mobile: Ribuan Informasi Pribadi Pelanggan Terpapar Luas di Internet

Skandal Kebocoran Data Trump Mobile: Ribuan Informasi Pribadi Pelanggan Terpapar Luas di Internet

“Keberhasilan mengamankan mitra global sebelum gedung beroperasi sepenuhnya adalah bentuk validasi nyata atas langkah transformasi kami. Kami melihat bahwa di masa depan, ekonomi digital akan sangat bergantung pada fondasi infrastruktur yang kuat. Batam memiliki peluang emas untuk memainkan peran strategis dalam rantai nilai digital regional, dan kami memastikan Indonesia berada di garda terdepan dalam menangkap peluang tersebut,” ungkap Seno dalam sebuah keterangan resmi yang diterima oleh redaksi kami.

Mengapa Permintaan Data Center Terus Melonjak?

Pertumbuhan data center dipicu oleh beberapa faktor fundamental. Pertama, ledakan penggunaan layanan cloud oleh sektor korporasi maupun pemerintahan. Kedua, adopsi teknologi cloud computing yang semakin terintegrasi dalam operasional bisnis sehari-hari. Namun, faktor penggerak yang paling signifikan saat ini adalah kebutuhan akan infrastruktur yang mampu mendukung beban kerja AI (Artificial Intelligence).

AI membutuhkan latensi yang rendah dan kepadatan daya (power density) yang tinggi pada rak-rak peladen di dalam pusat data. NeutraDC Nxera Batam dirancang dengan spesifikasi teknis yang mampu mengakomodasi kebutuhan spesifik tersebut, menjadikannya pilihan utama bagi perusahaan teknologi yang fokus pada pengembangan model bahasa besar (Large Language Models) maupun analisis data tingkat lanjut.

Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Kawasan Batam

Pembangunan proyek skala besar ini tidak hanya soal deretan server dan kabel serat optik. CEO NeutraDC Group, Andreuw Th.A.F, menyatakan bahwa keberadaan ekosistem data center berstandar global ini akan membawa dampak berganda (multiplier effect) bagi ekonomi lokal. Selain menarik investasi teknologi asing, proyek ini juga diproyeksikan akan menciptakan lapangan kerja baru bagi tenaga ahli di bidang teknologi informasi.

Lebih jauh lagi, inisiatif ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan talenta digital lokal di Kepulauan Riau. Dengan adanya pusat data canggih di halaman rumah sendiri, generasi muda Indonesia memiliki kesempatan untuk belajar dan bekerja di lingkungan teknologi kelas dunia tanpa harus pergi ke luar negeri. Ini adalah langkah konkret dalam membangun kemandirian digital nasional.

Komitmen Terhadap Keberlanjutan dan Teknologi Hijau

Di tengah pesatnya pembangunan, Telkom Group tetap memegang teguh prinsip keberlanjutan. Pengembangan NeutraDC Nxera Batam yang direncanakan mencapai kapasitas total 100 MW dilakukan dengan mengedepankan konsep green data center. Hal ini mencakup penggunaan teknologi pendinginan yang efisien energi serta tata kelola operasional yang meminimalisir jejak karbon.

Indrama YM Purba, CEO NeutraDC Nxera Batam, menambahkan bahwa posisi geografis Batam yang strategis didukung oleh konektivitas kabel laut internasional yang sangat kuat. Hal ini menjadikan Batam sebagai alternatif terbaik sekaligus pendamping bagi Singapura yang saat ini mengalami keterbatasan lahan dan energi untuk pengembangan pusat data baru. Dengan kebijakan investasi yang mendukung, Batam siap menjadi hub digital baru di Asia Tenggara.

Menatap Masa Depan Digital Indonesia

Dengan percepatan pembangunan gedung BTM-2, Telkom mengirimkan pesan kuat kepada dunia bahwa Indonesia siap menjadi pemain utama dalam ekonomi digital global. Bukan sekadar menjadi pasar konsumsi, Indonesia kini aktif membangun fondasi agar dapat berdaulat secara digital. Kerjasama dengan perusahaan internasional seperti Gorilla Technology hanyalah awal dari rangkaian kolaborasi besar lainnya yang akan datang.

Transformasi ini memastikan bahwa ke depan, Indonesia memiliki daya saing yang setara dengan negara-negara maju dalam hal penyediaan infrastruktur teknologi. Dukungan penuh dari pemerintah dan sinergi antar anak usaha Telkom Group menjadi modal utama dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat data regional yang andal, berkelanjutan, dan inovatif.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *