Tragedi Maut di Balik Kemeriahan Sisingaan Cikarang: Kronologi dan Evakuasi Korban Sengatan Listrik

Akbar Silohon | WartaLog
03 Jun 2026, 09:18 WIB
Tragedi Maut di Balik Kemeriahan Sisingaan Cikarang: Kronologi dan Evakuasi Korban Sengatan Listrik

WartaLog — Suasana sukacita yang menyelimuti sebuah perhelatan seni tradisional di Bekasi seketika berubah menjadi duka mendalam. Sebuah insiden tragis menimpa rombongan pertunjukan seni sisingaan di kawasan Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kelompok seni yang tengah berupaya menghibur masyarakat tersebut justru harus kehilangan tiga anggotanya setelah tersengat aliran listrik tegangan tinggi saat sedang mengarak peralatan pendukung mereka.

Peristiwa memilukan ini terjadi di Kampung Cibeureum RT 03/03, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, pada Selasa (2/6). Kegiatan yang sedianya berlangsung meriah dengan iringan musik dan tarian khas sisingaan itu terhenti secara mendadak ketika maut menjemput di tengah jalan. Keberadaan kabel listrik yang melintang rendah diduga menjadi pemicu utama terjadinya musibah yang merenggut nyawa para seniman muda tersebut.

Read Also

Tragedi Helikopter Merlin Mk4 di Devon: Tiga Prajurit Angkatan Laut Inggris Gugur dalam Latihan

Tragedi Helikopter Merlin Mk4 di Devon: Tiga Prajurit Angkatan Laut Inggris Gugur dalam Latihan

Kronologi Kejadian: Niat Menghalau Kabel Berujung Petaka

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim WartaLog di lapangan, kejadian bermula saat rombongan sisingaan baru saja menyelesaikan waktu istirahat sejenak dan hendak melanjutkan perjalanan. Dalam arak-arakan tersebut, terdapat sebuah gerobak berukuran besar yang mengangkut perangkat sound system sebagai pengiring musik. Gerobak ini terbuat dari rangka besi, material yang bersifat konduktor atau penghantar listrik yang sangat baik.

Saat gerobak didorong menyusuri jalanan kampung, jalur yang dilewati ternyata memiliki bentangan kabel listrik yang posisinya cukup rendah. Salah satu personel yang berada di atas gerobak sound system berinisiatif untuk mengangkat kabel tersebut agar gerobak bisa melintas tanpa hambatan. Namun nahas, tindakan yang dilakukan dengan tangan kosong itu justru menjadi awal malapetaka.

Read Also

Wujudkan Hunian Layak bagi Penunjang Pendidikan: Proyek Renovasi 10 Ribu Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Dimulai Juni 2026

Wujudkan Hunian Layak bagi Penunjang Pendidikan: Proyek Renovasi 10 Ribu Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Dimulai Juni 2026

Arus listrik seketika menyambar tubuh korban yang berada di atas gerobak. Karena gerobak tersebut berbahan logam, aliran listrik dengan cepat merambat ke seluruh badan gerobak dan mengenai empat rekan lainnya yang saat itu sedang memegang atau mendorong gerobak dari berbagai sisi. Dalam hitungan detik, kelima orang tersebut terjajar akibat kuatnya tegangan listrik yang mengalir di tubuh mereka.

Identitas Korban dan Penanganan Medis

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Sumarni, dalam keterangannya kepada media pada Rabu (3/6/2026), mengonfirmasi bahwa insiden ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Para korban tewas diidentifikasi sebagai pemuda yang masih dalam usia produktif, yakni G (18), J (20), dan R (29). Kehilangan ini menjadi pukulan berat bagi komunitas seni lokal di Cikarang.

Read Also

Tragedi Tambang Las Quintas: Ledakan Maut Kembali Renggut Nyawa Penambang di Kolombia

Tragedi Tambang Las Quintas: Ledakan Maut Kembali Renggut Nyawa Penambang di Kolombia

Selain korban jiwa, terdapat dua orang lainnya yang berhasil selamat namun menderita luka bakar cukup serius. Korban luka tersebut adalah R (18) dan R M (22). Keduanya segera dievakuasi oleh warga sekitar dan petugas ke RS Radjak Cibeureum, Cikarang Utara, untuk mendapatkan perawatan intensif dari tim medis.

“Kami sangat berduka atas kejadian ini. Tiga orang dinyatakan meninggal dunia, sementara dua lainnya masih dalam perawatan medis akibat luka bakar yang diderita,” ujar Kombes Sumarni saat memantau kondisi korban di rumah sakit. Pihak kepolisian juga memastikan bahwa para korban yang selamat mendapatkan penanganan medis terbaik guna mempercepat proses pemulihan mereka.

Situasi Mencekam di Lokasi Kejadian

Sebuah video amatir yang merekam sesaat setelah kejadian sempat beredar luas di media sosial dan menunjukkan betapa mencekamnya situasi saat itu. Dalam rekaman tersebut, terlihat beberapa orang terkapar tidak berdaya di samping gerobak besi yang membawa peralatan musik. Warga yang menyaksikan peristiwa itu berteriak histeris dan berusaha mencari pertolongan, namun banyak yang ragu untuk mendekat karena khawatir masih ada aliran listrik yang aktif.

Kepanikan luar biasa menyelimuti rombongan sisingaan dan warga Desa Mekarmukti. Kegiatan yang awalnya dipenuhi gelak tawa dan tepuk tangan penonton berubah total menjadi isak tangis. Beberapa saksi mata menyebutkan bahwa percikan api sempat terlihat saat kabel bersentuhan dengan tangan korban yang berada di atas gerobak.

Langkah Tegas Kepolisian dan Penyelidikan Inafis

Menanggapi laporan warga, pihak kepolisian dari Polres Metro Bekasi segera bertindak cepat. Garis polisi dipasang di lokasi kejadian untuk memastikan area steril selama proses penyelidikan berlangsung. Tim Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) dikerahkan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara mendalam.

Kombes Sumarni menjelaskan bahwa petugas telah mengumpulkan sejumlah bukti awal dan meminta keterangan dari para saksi mata yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Koordinasi dengan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga dilakukan untuk memeriksa status kabel yang menjadi penyebab insiden tersebut.

“Petugas kami telah mendatangi lokasi, melakukan cek TKP, serta memasang police line. Tim Inafis juga sudah bekerja untuk mengumpulkan bukti-bukti fisik guna memastikan penyebab pasti dari kebocoran arus listrik ini,” jelasnya lebih lanjut. Investigasi difokuskan pada apakah ada unsur kelalaian atau memang kondisi infrastruktur kabel yang tidak memenuhi standar keamanan di pemukiman padat penduduk tersebut.

Pentingnya Keselamatan dalam Acara Keramaian

Tragedi yang menimpa kelompok budaya Jawa Barat ini menjadi pengingat keras bagi penyelenggara acara keramaian tentang pentingnya standar operasional prosedur (SOP) keselamatan. Penggunaan gerobak besi untuk mengangkut beban berat seperti sound system memerlukan kewaspadaan ekstra, terutama saat melintasi pemukiman dengan jaringan kabel yang semrawut.

Para ahli keselamatan kerja menyarankan agar setiap arak-arakan yang melibatkan kendaraan tinggi atau muatan tinggi melakukan survei rute terlebih dahulu. Selain itu, penggunaan alat pelindung diri (APD) atau tongkat isolator (non-konduktor) untuk menghalau kabel seharusnya menjadi perlengkapan wajib bagi kelompok seni jalanan demi menghindari kontak langsung dengan sumber arus listrik.

WartaLog juga mencatat bahwa seringkali kabel-kabel di jalanan perkampungan terpasang secara ilegal atau tidak tertata rapi, yang meningkatkan risiko kecelakaan listrik bagi masyarakat umum. Penataan jaringan kabel udara oleh pihak terkait sangat mendesak dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Dukungan Moral dan Kepedulian Pimpinan Polri

Sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap keluarga korban, Kombes Sumarni meluangkan waktu untuk menjenguk para korban luka secara langsung. Kunjungan ini tidak hanya bertujuan memastikan proses medis berjalan lancar, tetapi juga untuk memberikan dukungan moril bagi keluarga yang ditinggalkan maupun yang tengah berjuang untuk sembuh.

Pihak kepolisian berkomitmen untuk menuntaskan penyelidikan ini secara transparan. Hingga saat ini, dugaan sementara tetap mengarah pada sengatan aliran listrik akibat kontak fisik langsung dengan kabel jaringan yang melintang di lokasi. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada pihak berwajib sembari tetap waspada terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar.

Tragedi di Cikarang Utara ini meninggalkan luka mendalam bagi dunia seni pertunjukan rakyat. Sisingaan yang merupakan simbol keberanian dan kegembiraan, kali ini harus diwarnai dengan bendera setengah tiang. Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan berat ini.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *