Dominasi De Rode Duivels: Belgia Bungkam Kroasia di Rijeka Jelang Piala Dunia 2026
WartaLog — Panggung internasional kembali memanas saat dua kekuatan besar sepak bola Eropa, Kroasia dan Belgia, bertemu dalam laga uji coba krusial menjelang putaran final Piala Dunia 2026. Bertanding di atmosfer HNK Rijeka yang bergemuruh pada Rabu (3/6/2026), armada “De Rode Duivels” sukses menunjukkan taringnya dengan membungkam tuan rumah melalui skor meyakinkan 2-0. Kemenangan ini bukan sekadar hasil di atas kertas, melainkan pernyataan tegas dari Belgia mengenai kesiapan mereka bersaing di level tertinggi.
Pertemuan ini merupakan momen yang dinanti-nantikan oleh para pecinta sepak bola, mengingat sejarah panjang rivalitas kedua tim. Terakhir kali mereka bentrok adalah di fase grup Piala Dunia 2022, di mana laga berakhir kacamata. Namun kali ini, ceritanya berbeda. Efektivitas lini serang yang dimotori oleh Youri Tielemans dan ketajaman Romelu Lukaku menjadi pembeda yang nyata dalam laga yang berlangsung dengan tensi tinggi ini.
Benteng Tak Tertembus The Three Lions: Menguak Skema 3 Lapis Keamanan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026
Dominasi Awal Belgia dan Tusukan Jeremy Doku
Sejak peluit pertama dibunyikan, anak asuh Domenico Tedesco langsung mengambil inisiatif serangan. Mengandalkan kecepatan sisi sayap yang dihuni oleh Jeremy Doku, Belgia berkali-kali merepotkan lini pertahanan Kroasia yang dikawal oleh Josip Sutalo dan Josip Gvardiol. Dominasi penguasaan bola di menit-menit awal memberikan tekanan psikologis bagi skuad Vatreni.
Peluang emas pertama lahir ketika Doku dijatuhkan tepat di depan area penalti. Maxime de Cuyper yang maju sebagai eksekutor melepaskan tembakan melengkung yang cantik, namun sayangnya bola masih melambung tipis di atas mistar gawang Dominik Livakovic. Meskipun gagal, ancaman ini menjadi sinyal bahwa Belgia tidak datang ke Rijeka untuk sekadar bermain aman.
Optimisme Sang Professor: Arsene Wenger Prediksi Arsenal Bakal Pecundangi Manchester City di Jalur Juara
Kebuntuan Pecah Melalui Skema Brilian Youri Tielemans
Setelah melalui berbagai upaya, kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-39. Berawal dari kecerdikan Kevin de Bruyne yang mengambil tendangan bebas cepat, bola langsung dialirkan kepada Doku di sisi kiri. Pemain Manchester City itu melakukan akselerasi yang memukau sebelum mengirimkan umpan tarik ke tengah kotak penalti.
Kemelut sempat terjadi saat bola mengenai kaki De Cuyper setelah diblok oleh Sutalo. Namun, Youri Tielemans yang berdiri di posisi tepat langsung menyambar bola dengan sontekan presisi ke sudut bawah gawang. Gol tersebut merubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Belgia dan membungkam publik tuan rumah yang memadati stadion.
Dominasi Kejutan Fadil Wijaya: Honda Brio ‘Sakti’ Taklukkan Medan Berat Kejurnas Sprint Rally 2026
Respon Kroasia dan Perlawanan Luka Modric
Tertinggal satu gol, Kroasia tidak tinggal diam. Sang maestro, Luka Modric, mencoba mengambil alih kendali permainan. Melalui serangan balik cepat dari sisi kanan, Modric melepaskan tembakan keras yang mengarah ke tiang jauh. Namun, keberuntungan belum berpihak pada Kroasia setelah Thibaut Courtois menunjukkan kelasnya sebagai salah satu kiper terbaik dunia dengan melakukan penyelamatan gemilang.
Hingga turun minum, intensitas pertandingan tidak menurun. Kroasia terus mencoba mencari celah di lini tengah Belgia yang dijaga ketat oleh Amadou Onana dan Tielemans. Namun, disiplinnya barisan pertahanan Belgia membuat skor 1-0 tetap bertahan hingga akhir babak pertama.
Drama Mistar Gawang di Babak Kedua
Memasuki paruh kedua, pelatih Zlatko Dalic melakukan sejumlah rotasi untuk menyegarkan daya gedor Kroasia. Masuknya pemain muda seperti Luka Sucic dan penyerang berpengalaman Ante Budimir memberikan warna baru bagi permainan tuan rumah. Kroasia hampir saja menyamakan kedudukan lewat skema serangan sayap yang apik.
Luka Sucic mengirimkan umpan silang akurat yang disambut dengan tandukan tajam oleh Budimir dari jarak dekat. Namun, dewi fortuna tampaknya belum menaungi Kroasia; bola hasil sundulan tersebut hanya membentur mistar gawang Courtois yang sudah mati langkah. Kegagalan ini menjadi momen yang sangat disayangkan bagi publik Rijeka.
Belgia pun tak mau kalah dalam urusan mengancam gawang lawan. Melalui sepak pojok Tielemans, Hans Vanaken hampir mencatatkan namanya di papan skor lewat sundulan, namun bola kembali menghantam mistar gawang Kroasia yang kali ini dijaga oleh Kotarski setelah menggantikan Livakovic.
Romelu Lukaku dan Gol Pengunci Kemenangan
Saat pertandingan tampak akan berakhir dengan skor tipis, Belgia memberikan pukulan terakhir di masa injury time. Masuknya Romelu Lukaku sebagai pemain pengganti terbukti menjadi keputusan jenius dari tim pelatih. Memanfaatkan momentum serangan balik saat pemain Kroasia terkonsentrasi di lini depan, Belgia mengirimkan umpan lambung yang membelah pertahanan lawan.
Lukaku yang memiliki fisik kuat berhasil memenangkan duel dan melepaskan tendangan kaki kiri mendatar dari dalam kotak penalti. Kotarski tak mampu menjangkau bola yang meluncur deras ke pojok gawang. Gol ini memastikan kemenangan 2-0 untuk Belgia sekaligus menutup laga dengan hasil yang memuaskan bagi tim tamu.
Analisis Pasca-Pertandingan: Kesiapan Menuju Piala Dunia
Kemenangan ini memberikan suntikan kepercayaan diri yang besar bagi Belgia. Efektivitas transisi dari bertahan ke menyerang menjadi kunci utama keberhasilan mereka. Sebaliknya, bagi Kroasia, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting, terutama dalam penyelesaian akhir dan koordinasi lini belakang saat menghadapi serangan balik cepat.
Secara keseluruhan, laga ini menunjukkan bahwa Timnas Belgia masih menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan di kancah global. Dengan kombinasi pemain senior yang berpengalaman dan talenta muda yang eksplosif, mereka siap menjadi penantang serius di Piala Dunia 2026 mendatang.
Susunan Pemain Kedua Tim
TIMNAS KROASIA: Dominik Livakovic (Kotarski 59′), Josip Sutalo (Jakic 71′), Josip Stanisic (Marco Pasalic 58′), Luka Voskovic, Josip Gvardiol (Pongracic 58′), Modric (Mario Pasalic 58′), Kovacic (Sucic 58′), Perisic (Moro 71′), Petar Sucic (Kramaric 71′), Petar Musa (Budimir 58′), Martin Baturina (Vlasic 71′)
TIMNAS BELGIA: Thibaut Courtois, Maxime de Cuyper, Arthur Theate, Amadou Onana (Seys 68′), Nathan Ngoy (Hanaken 68′), Alexis Saelemaekers (Winter 68′), Youri Tielemans, Kevin de Bruyne (Meunier 67′), Raskin (Witsel 79′), Jeremy Doku (Matias Fernandez 73′), Charles de Ketelaere (Romelu Lukaku 73′)
Dengan hasil ini, kedua tim akan terus melanjutkan program persiapan mereka. Bagi para penggemar sepak bola, pertandingan ini hanyalah awal dari drama panjang yang akan tersaji di panggung sepak bola dunia tahun depan.