Dramatis! Perjuangan Tim Damkar Mojokerto Evakuasi Sapi Kurban dari Septic Tank Sedalam 6 Meter
WartaLog — Suasana tenang di Dusun Ardilangu, Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, mendadak berubah menjadi kepanikan yang luar biasa pada Selasa sore. Seekor sapi kurban yang dipersiapkan untuk hari raya mendatang mengalami insiden tak terduga yang mengancam nyawanya. Hewan ternak berukuran besar tersebut terperosok ke dalam lubang septic tank sedalam enam meter milik warga setempat, memicu operasi penyelamatan darurat yang berlangsung dramatis dan melelahkan.
Detik-detik Menegangkan di Dusun Ardilangu
Kejadian ini bermula saat sapi milik Sutrisno (56) tersebut sedang berada di sekitar area kandang. Entah karena tanah yang labil atau penutup lubang yang tidak kuat menahan beban, tiba-tiba saja hewan tersebut terperosok ke dalam lubang pembuangan yang sempit. Pemilik sapi yang melihat kejadian tersebut seketika panik, mengingat sapi kurban tersebut memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan rencananya akan disembelih dalam waktu dekat.
Misi Kemanusiaan di Pelosok Bumi Lancang Kuning: Polda Riau Sukses Tuntaskan Pembangunan 67 Jembatan Merah Putih
Sutrisno segera meminta bantuan warga sekitar, namun menyadari bahwa kedalaman lubang mencapai enam meter dengan diameter yang sangat terbatas, evakuasi mandiri mustahil dilakukan. Warga kemudian menghubungi tim ahli untuk menangani situasi kritis ini. Tak berselang lama, belasan personel dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos 1 Mojoanyar, BPBD Kabupaten Mojokerto, tiba di lokasi dengan peralatan lengkap untuk melakukan evakuasi hewan tersebut.
Tantangan Teknis: Lubang Sempit dan Minim Oksigen
Setibanya di lokasi, tim Damkar segera melakukan asesmen lapangan. Kondisi yang dihadapi jauh dari kata mudah. Lubang septic tank tersebut hanya memiliki diameter sekitar satu meter, sementara ukuran tubuh sapi jauh lebih lebar. Komandan Damkar Pos 1 Mojoanyar BPBD Mojokerto, Sukamto, mengungkapkan bahwa sempitnya ruang gerak menjadi kendala utama bagi para petugas di lapangan.
Geger Idul Adha 2026: Deretan Drama Unik Hewan Kurban Mulai dari Sapi ‘Terbang’ Hingga Masuk Septic Tank
“Kendalanya memang pada diameter lubang yang sangat sempit. Ini menyulitkan personel kami saat harus turun ke bawah untuk memasang tali pengikat ke tubuh sapi,” ujar Sukamto saat memberikan keterangan kepada tim WartaLog. Selain masalah ruang, kedalaman enam meter menciptakan risiko lain yang tak kalah berbahaya, yakni menipisnya kadar oksigen di dasar lubang.
Untuk mengantisipasi hal buruk, petugas terpaksa menyalakan mesin blower guna memompa udara segar ke dasar lubang. Hal ini dilakukan agar sapi tidak mati lemas akibat menghirup gas metana atau kekurangan oksigen selama proses evakuasi yang diprediksi akan memakan waktu lama. Petugas damkar harus bekerja dengan sangat hati-hati karena kondisi sapi yang mulai stres dan lemas di dasar lubang yang gelap.
Pulihkan Aceh Tamiang, Kemensos Kucurkan Ratusan Miliar untuk 75 Ribu KK Terdampak Banjir
Perjuangan Melawan Waktu Selama Tiga Jam
Operasi penyelamatan dimulai sekitar pukul 16.00 WIB. Tim menggunakan dua tripod katrol sekaligus untuk mendistribusikan beban sapi yang mencapai ratusan kilogram. Dua petugas pemberani harus turun ke dasar lubang menggunakan alat bantu pernapasan dan tali pengaman untuk mengikatkan sling pada tubuh sapi. Namun, tantangan tidak berhenti di situ; permukaan tubuh sapi yang licin akibat kotoran dan air di dasar septic tank membuat tali beberapa kali terlepas.
“Tali sempat lepas beberapa kali karena kondisi sapi yang sudah sangat lemas sehingga otot-ototnya molor saat ditarik. Kami harus memasang ulang ikatan dengan teknik yang lebih kuat agar tidak melukai hewan tersebut,” tambah Sukamto. Suara mesin blower dan instruksi para petugas memecah keheningan senja di Dusun Ardilangu. Warga sekitar tampak berkerumun dengan rasa cemas, berharap hewan malang itu bisa diselamatkan dalam kondisi hidup.
Hingga matahari terbenam, perjuangan belum juga usai. Para relawan dan petugas harus mengerahkan seluruh tenaga untuk memutar tuas katrol secara manual. Setiap inci tarikan dirasa sangat berat karena posisi kaki sapi yang sering menyangkut di dinding lubang yang tidak rata. Kolaborasi antara keahlian teknis BPBD Mojokerto dan semangat gotong royong warga menjadi kunci utama dalam menjaga ritme kerja tim di lapangan.
Evakuasi Berhasil di Tengah Kelelahan
Setelah berjibaku selama lebih dari tiga jam, tepat pada pukul 19.20 WIB, kepala sapi mulai terlihat di mulut lubang. Sorak sorai warga menyambut momen keberhasilan tersebut. Namun, tantangan terakhir muncul saat bagian perut sapi tersangkut di bibir septic tank yang sempit. Petugas harus melakukan manuver khusus agar kulit sapi tidak terluka parah akibat gesekan beton.
Begitu berhasil ditarik ke permukaan tanah, sapi tersebut tampak sangat lemas. Ia tidak mampu langsung berdiri dan hanya bisa terbaring dengan napas yang memburu. Tim medis hewan segera dipanggil untuk memeriksa kondisi fisik sapi tersebut guna memastikan tidak ada patah tulang atau luka dalam yang fatal. Sutrisno, sang pemilik, tampak lega meski raut wajahnya masih menunjukkan sisa-sisa ketegangan.
Kejadian sapi terperosok ini menjadi pelajaran berharga bagi warga setempat, terutama bagi mereka yang memiliki hewan ternak di area pemukiman padat. Kurangnya pengamanan pada lubang-lubang pembuangan seringkali menjadi jebakan mematikan bagi hewan peliharaan maupun manusia.
Pentingnya Keamanan Kandang Menjelang Idul Adha
Insiden di Mojokerto ini menambah daftar panjang kasus kecelakaan hewan kurban menjelang hari raya Idul Adha. WartaLog mencatat bahwa mobilitas hewan ternak yang meningkat seringkali tidak dibarengi dengan kesiapan infrastruktur kandang yang memadai. Banyak warga yang menempatkan hewan kurban di lahan kosong yang sebenarnya memiliki risiko tersembunyi seperti sumur tua atau septic tank yang hanya ditutup kayu seadanya.
Para ahli menyarankan agar setiap pemilik hewan kurban melakukan pengecekan rutin terhadap area penempatan ternak. Pastikan penutup lubang pembuangan terbuat dari cor beton yang mampu menahan beban minimal satu ton. Selain itu, ikatlah hewan dengan tali yang cukup pendek agar ruang geraknya terbatas namun tetap nyaman, guna menghindari hewan berkeliaran ke area berbahaya.
Kini, sapi milik Sutrisno sedang dalam masa pemulihan. Berkat kesigapan tim Damkar dan dukungan relawan Mojokerto, satu nyawa hewan kurban berhasil diselamatkan dari maut. Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi kita semua akan dedikasi luar biasa para petugas pemadam kebakaran yang tidak hanya bertugas menjinakkan api, tetapi juga menjadi pahlawan dalam berbagai misi kemanusiaan dan penyelamatan hewan di lapangan.