Drama di Denderleeuw: Joey Pelupessy Berhasil Bawa Lommel SK Promosi ke Kasta Tertinggi Liga Belgia

Sutrisno | WartaLog
24 Mei 2026, 07:19 WIB
Drama di Denderleeuw: Joey Pelupessy Berhasil Bawa Lommel SK Promosi ke Kasta Tertinggi Liga Belgia

WartaLog Sebuah malam yang penuh dengan ketegangan, determinasi, dan akhirnya kegembiraan yang meluap pecah di Florent Beeckmanstadion. Joey Pelupessy, gelandang berpengalaman yang kini menjadi salah satu pilar Timnas Indonesia, sukses mengukir tinta emas dalam kariernya di Eropa. Ia menjadi aktor kunci di balik keberhasilan Lommel SK memastikan tiket promosi ke kasta tertinggi Liga Pro Belgia setelah melewati pertarungan sengit melawan FCV Dender.

Pertandingan leg kedua final play-off ini bukan sekadar laga biasa. Bagi para penggemar sepak bola tanah air, laga ini adalah duel emosional karena mempertemukan dua penggawa Garuda di tanah Belgia. Di satu sisi ada Joey Pelupessy yang berjuang membawa timnya naik kasta, sementara di sisi lain ada Ragnar Oratmangoen yang berupaya keras menyelamatkan FCV Dender dari ancaman degradasi. Namun, pada akhirnya, takdir lebih berpihak pada kubu hijau-putih asal Lommel.

Read Also

Emirates Berduka: Bournemouth Paksa Arsenal Bertekuk Lutut di Kandang Sendiri

Emirates Berduka: Bournemouth Paksa Arsenal Bertekuk Lutut di Kandang Sendiri

Jalannya Pertandingan yang Menguras Emosi

Memasuki lapangan dengan modal kemenangan tipis 3-2 dari leg pertama, Lommel SK yang ditukangi oleh Lee Johnson menyadari bahwa tugas mereka di markas Dender tidak akan mudah. Sejak peluit pertama dibunyikan, atmosfer stadion terasa sangat intimidatif bagi tim tamu. Namun, ketenangan yang ditunjukkan oleh Joey Pelupessy di lini tengah menjadi penyeimbang yang krusial bagi Lommel.

Lommel SK tampil dengan disiplin tinggi, tidak terpancing untuk bermain terbuka yang bisa berisiko bagi pertahanan mereka. Strategi bertahan yang solid dan serangan balik cepat menjadi andalan. Sepanjang babak pertama, kedua tim saling jual beli serangan, namun disiplinnya lini belakang membuat papan skor tetap kacamata hingga jeda turun minum.

Read Also

Intimidasi Etihad Stadium: Rentetan Teror Mental yang Menyambut Kekalahan Arsenal

Intimidasi Etihad Stadium: Rentetan Teror Mental yang Menyambut Kekalahan Arsenal

Memasuki babak kedua, FCV Dender meningkatkan intensitas serangan. Mereka sadar bahwa satu gol saja bisa mengubah jalannya sejarah. Ragnar Oratmangoen beberapa kali mencoba merangsek masuk ke kotak penalti lawan, namun ketatnya pengawalan dari para bek Lommel membuat ruang geraknya sangat terbatas. Ketegangan memuncak di menit-menit akhir pertandingan, namun hingga wasit meniup peluit panjang, skor 0-0 tidak berubah. Hasil imbang ini sudah lebih dari cukup bagi Lommel untuk menang agregat 3-2.

Duel Dua Bintang Garuda di Tanah Belgia

Pertemuan antara Joey Pelupessy dan Ragnar Oratmangoen menjadi sorotan utama media lokal maupun internasional. Keduanya tampil sebagai starter, menunjukkan bahwa kualitas pemain Indonesia sangat diperhitungkan di kasta kompetisi Eropa. Joey, dengan kematangannya di usia 33 tahun, bermain penuh selama 90 menit. Ia bertindak sebagai jenderal lapangan tengah yang mengatur ritme permainan dan memutus aliran bola lawan.

Read Also

Anfield yang Tak Lagi Ramah: Ryan Gravenberch Sesalkan Cemoohan Fans Usai Liverpool Ditahan Imbang Chelsea

Anfield yang Tak Lagi Ramah: Ryan Gravenberch Sesalkan Cemoohan Fans Usai Liverpool Ditahan Imbang Chelsea

Di sisi lain, Ragnar Oratmangoen tampil spartan sebelum akhirnya ditarik keluar pada menit ke-82 untuk digantikan oleh Amine Daali dalam upaya penyegaran lini serang Dender. Sayangnya, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Sementara Joey merayakan keberhasilan promosi, Ragnar harus menerima kenyataan pahit timnya terdegradasi ke Challenger Pro League, sebuah dinamika sepak bola yang seringkali kejam namun memberikan pelajaran berharga.

Akhir Penantian Panjang Sejak 2003

Promosi ini bukan sekadar pencapaian musiman bagi Lommel SK. Ini adalah momentum kembalinya kejayaan setelah penantian panjang selama lebih dari dua dekade. Klub yang kini bernaung di bawah payung besar City Football Group (CFG) ini terakhir kali merasakan atmosfer kasta tertinggi pada tahun 2003. Saat itu, klub pendahulunya, KFC Lommel SK, mengalami masa kelam karena kebangkrutan yang memaksa mereka terlempar dari persaingan elite.

Investasi besar dan manajemen profesional dari grup yang juga memiliki Manchester City ini akhirnya membuahkan hasil manis. Proyek jangka panjang untuk mengembalikan Lommel ke Liga Pro Belgia kini telah terwujud. Kehadiran pemain berpengalaman seperti Joey Pelupessy sejak Januari 2025 terbukti menjadi potongan puzzle yang hilang untuk menyempurnakan ambisi besar tersebut.

Kontribusi Vital Joey Pelupessy untuk Lommel SK

Sejak pertama kali menginjakkan kaki di Lommel, Joey Pelupessy langsung menjadi sosok tak tergantikan. Dalam catatan statistik yang dihimpun tim WartaLog, pemain keturunan Maluku ini telah mencatatkan 46 penampilan di semua kompetisi. Tidak hanya menjaga kedalaman lini tengah, Joey juga berkontribusi dengan sumbangan 3 gol dan 1 assist yang seringkali tercipta di momen-momen krusial.

Kematangan Joey dalam membaca permainan sangat membantu para pemain muda Lommel berkembang. Sebagai pemain yang pernah merumput di liga-liga besar, kehadirannya memberikan mentalitas juara yang dibutuhkan tim dalam menghadapi tekanan play-off yang luar biasa. Promosi ini juga menjadi jawaban atas spekulasi masa depannya di tengah rumor bursa transfer yang sempat mengaitkannya dengan beberapa klub papan atas Indonesia seperti Persib Bandung.

Dampak Positif bagi Timnas Indonesia

Kesuksesan Joey Pelupessy bermain di kasta tertinggi Belgia musim depan tentu menjadi kabar segar bagi pelatih Timnas Indonesia. Memiliki pemain yang berkompetisi di liga level utama Eropa akan memberikan keuntungan besar dalam hal kualitas dan pengalaman bertanding internasional. Hal ini juga sejalan dengan tren positif pemain Indonesia lainnya di Eropa, seperti Nathan Tjoe-A-On yang sebelumnya sukses membantu Willem II promosi di Liga Belanda.

Kini, publik sepak bola tanah air menantikan bagaimana kiprah Joey Pelupessy bersaing dengan klub-klub raksasa Belgia seperti Club Brugge, Anderlecht, maupun KRC Genk. Dengan semangat juang yang telah ditunjukkannya sejauh ini, bukan tidak mungkin Joey akan terus menjadi andalan utama dan membawa nama Indonesia semakin harum di kancah sepak bola benua biru.

Selamat untuk Lommel SK, dan selamat berjuang di level yang lebih tinggi untuk Joey Pelupessy. Perjalanan baru di kasta tertinggi Belgia telah menanti di depan mata.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *