MUI Kecam Keras Tindakan Israel: Penangkapan Jurnalis dan Aktivis Indonesia di Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla

Akbar Silohon | WartaLog
19 Mei 2026, 07:17 WIB
MUI Kecam Keras Tindakan Israel: Penangkapan Jurnalis dan Aktivis Indonesia di Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla

WartaLog — Dunia internasional kembali dikejutkan oleh tindakan provokatif militer Israel di perairan Mediterania. Kali ini, gelombang kecaman mengalir deras dari tanah air setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi mengeluarkan pernyataan keras terkait penangkapan ratusan aktivis kemanusiaan dan sejumlah jurnalis asal Indonesia. Mereka yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 dilaporkan dicegat secara paksa oleh angkatan laut Israel saat berupaya menembus blokade demi menyalurkan bantuan ke Gaza.

Reaksi Keras MUI: Tindakan Memalukan di Mata Dunia

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, tidak dapat menyembunyikan rasa prihatin sekaligus amarahnya saat mendengar kabar penculikan para pejuang kemanusiaan ini. Dalam keterangan tertulis yang diterima tim redaksi, beliau menegaskan bahwa tindakan Israel menghalangi langkah-langkah kemanusiaan adalah sebuah penghinaan terhadap nilai-nilai universal.

Read Also

Gus Irfan Jamin Kenaikan Harga Avtur Tak Ganggu Jadwal Haji: Negara Siap Tanggung Selisih Biaya

Gus Irfan Jamin Kenaikan Harga Avtur Tak Ganggu Jadwal Haji: Negara Siap Tanggung Selisih Biaya

“Saya sangat prihatin menerima berita bahwa wartawan dari Republika dan jurnalis media nasional lainnya diculik oleh tentara Israel. Atas nama MUI, saya ingin menegaskan bahwa tindakan Israel yang menghalangi misi kemanusiaan melalui kapal Sumud Flotilla adalah tindakan yang sangat memalukan dan tidak bermartabat,” ujar Prof. Sudarnoto pada Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, tindakan represif ini justru semakin memperlihatkan wajah asli militer Israel yang diliputi ketakutan terhadap gerakan moral internasional. Penangkapan jurnalis dianggap sebagai upaya sistematis untuk membungkam kebenaran mengenai kondisi di Gaza. Namun, Prof. Sudarnoto meyakini bahwa langkah ini justru akan menjadi bumerang yang memperbesar gelombang perlawanan global terhadap kebijakan pendudukan Israel di tanah Palestina.

Read Also

Panduan Lengkap Cek Lokasi Bank Sampah Jakarta Online: Cara Cerdas Kelola Limbah Jadi Berkah

Panduan Lengkap Cek Lokasi Bank Sampah Jakarta Online: Cara Cerdas Kelola Limbah Jadi Berkah

Kronologi Pencegatan di Perairan Mediterania

Tragedi ini bermula ketika rombongan Global Sumud Flotilla, yang membawa bantuan medis dan pangan, berlayar di laut lepas menuju pesisir Gaza. Berdasarkan laporan dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), peristiwa pencegatan atau intersepsi terjadi pada Senin malam, 18 Mei 2026, sekitar pukul 21.20 WIB. Kapal-kapal kemanusiaan tersebut dikepung oleh kapal perang Israel di wilayah perairan internasional dekat Siprus.

Harfin Naqsyabandy, Koordinator Media GPCI, menjelaskan bahwa situasi di atas kapal sempat mencekam ketika tentara Israel melakukan manuver berbahaya untuk menghentikan laju kapal. “Hingga saat ini, kami mengonfirmasi ada lima delegasi asal Indonesia yang diculik dan dibawa ke lokasi yang belum diketahui secara pasti, sementara beberapa lainnya masih berada di kapal yang terus berlayar di bawah pengawasan ketat,” ungkap Harfin saat memberikan keterangan di Jakarta.

Read Also

Refleksi Waisak 2026: PKB Ajak Dunia Kembali ke Jalan Kemanusiaan dan Welas Asih

Refleksi Waisak 2026: PKB Ajak Dunia Kembali ke Jalan Kemanusiaan dan Welas Asih

Aksi ini menambah daftar panjang pelanggaran hukum laut internasional oleh Israel, di mana kapal-kapal sipil yang membawa bantuan non-militer kerap menjadi sasaran kekerasan fisik dan intimidasi senjata. Misi Global Sumud Flotilla sendiri merupakan inisiatif lintas negara yang bertujuan untuk mendobrak blokade ilegal yang telah menyengsarakan jutaan warga sipil di Gaza selama bertahun-tahun.

Daftar Jurnalis dan Aktivis yang Ditahan

Publik Indonesia patut memberikan perhatian khusus kepada para putra bangsa yang kini berada dalam tahanan Israel. Mereka adalah para jurnalis yang menjalankan tugas profesi untuk mewartakan realitas di lapangan, serta aktivis yang terpanggil oleh nurani kemanusiaan. Berikut adalah daftar WNI yang dilaporkan telah ditangkap:

  • Bambang Noroyono (Jurnalis Republika) – Ditangkap di Kapal Bolarize.
  • Thoudy Badai (Jurnalis Republika) – Ditangkap di Kapal Ozgurluk.
  • Andre Prasetyo (Jurnalis TV Tempo) – Ditangkap di Kapal Ozgurluk.
  • Heru Rahendro (Jurnalis iNews) – Ditangkap di Kapal Ozgurluk.
  • Andi Angga (Aktivis Kemanusiaan) – Ditangkap di Kapal Josef.

Selain kelima orang tersebut, terdapat empat WNI lainnya yang statusnya masih terpantau berlayar di tengah ketidakpastian, yakni Asad Aras, Hendro Prasetyo, Herman Budianto, dan Ronggo Wirsanu. Keselamatan mereka kini menjadi prioritas utama bagi pemerintah dan organisasi kemanusiaan di Indonesia.

Mendesak Langkah Konkret Pemerintah Indonesia

MUI melalui Prof. Sudarnoto mendorong Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri untuk tidak hanya sekadar mengeluarkan nota keberatan, tetapi mengambil langkah diplomatik yang lebih terukur dan tegas. Perlindungan warga negara di luar negeri adalah amanat konstitusi yang tidak bisa ditawar, terutama ketika mereka menjadi korban kesewenang-wenangan otoritas asing.

“Kepada pemerintah Indonesia, saya mendorong langkah-langkah konkret untuk melindungi warga negara yang diculik Israel. Jangan biarkan mereka ditahan lebih lama. Pembebasan jurnalis dan aktivis ini harus menjadi perhatian serius negara sebagai bentuk perlindungan negara terhadap warganya,” tegas beliau. MUI menekankan bahwa perjuangan membela Palestina harus terus diwujudkan melalui langkah nyata hingga kemerdekaan penuh tercapai.

Respons Diplomatik Kementerian Luar Negeri RI

Menanggapi situasi genting ini, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI langsung bergerak cepat. Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, dalam pernyataan resminya mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat rombongan kemanusiaan tersebut di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.

“Indonesia mengecam keras tindakan militer Israel. Kami mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal, awak, serta aktivis misi kemanusiaan internasional yang ditahan tanpa syarat,” ujar Yvonne. Beliau juga menambahkan bahwa Indonesia menuntut Israel untuk menjamin keselamatan seluruh delegasi dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat sampai ke tangan rakyat Palestina sesuai dengan hukum humaniter internasional.

Kemlu saat ini tengah mengoordinasikan bantuan hukum melalui KBRI terkait dan menjalin komunikasi dengan otoritas internasional untuk memantau keberadaan para jurnalis dan aktivis yang ditawan. Kasus ini juga telah dilaporkan ke berbagai forum internasional sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap kebebasan pers dan aksi kemanusiaan global.

Urgensi Kebebasan Pers dalam Konflik Palestina

Penangkapan empat jurnalis Indonesia dalam misi ini menjadi bukti nyata betapa berisikonya profesi wartawan di zona konflik, terutama saat berhadapan dengan otoritas yang represif. Jurnalis memiliki peran vital sebagai penyambung lidah bagi mereka yang suaranya dibungkam oleh dentuman meriam dan blokade ekonomi. Dengan menahan jurnalis, Israel seolah ingin memastikan bahwa tidak ada saksi mata yang dapat melaporkan pelanggaran hak asasi manusia di lapangan.

Masyarakat sipil Indonesia, bersama dengan berbagai organisasi profesi jurnalis, kini bersatu menyuarakan tuntutan yang sama: bebaskan rekan-rekan kami. Solidaritas ini menunjukkan bahwa isu hak asasi manusia tidak mengenal batas wilayah. Selama keadilan belum tegak di Palestina, maka gelombang dukungan dari Indonesia tidak akan pernah surut.

MUI menutup pernyataannya dengan mengingatkan bahwa misi Global Sumud Flotilla bukan sekadar pengiriman barang, melainkan simbol bahwa Palestina tidak sendirian. Keberanian para jurnalis dan aktivis Indonesia yang rela mempertaruhkan nyawa dan kebebasan mereka adalah bukti komitmen abadi bangsa Indonesia terhadap perdamaian dunia.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *