Wayne Rooney Kritik Selebrasi ‘Prematur’ Manchester City: Terlalu Berlebihan dan Bisa Menjadi Bumerang
WartaLog — Persaingan memperebutkan takhta tertinggi di panggung Liga Inggris semakin mendidih setelah Manchester City berhasil menundukkan sang rival utama, Arsenal, dengan skor tipis 2-1. Hasil krusial ini memangkas jarak di puncak klasemen menjadi hanya tiga poin saja, sebuah margin yang sangat tipis mengingat dinamika kompetisi yang kian tak terduga di penghujung musim.
Kemenangan di Etihad Stadium tersebut memang memberikan suntikan moral yang luar biasa bagi skuad asuhan Pep Guardiola. Saat ini, Arsenal masih memimpin di posisi puncak dengan koleksi 70 poin dari 33 pertandingan. Namun, bayang-bayang Manchester City tepat berada di bawahnya dengan 67 poin dari 32 laga. Dengan satu tabungan pertandingan di tangan, City secara matematis berada di atas angin untuk menyalip sang Meriam London.
Chelsea dalam Tekanan: Antara Mimpi Liga Champions dan Ancaman Melorot ke Papan Tengah
Kritik Pedas dari Wayne Rooney
Meski atmosfer kemenangan menyelimuti kubu City, legenda Manchester United, Wayne Rooney, melontarkan kritik tajam. Ia menilai ekspresi kegembiraan para pemain dan pendukung City setelah laga tersebut sangat berlebihan. Menurutnya, merayakan kemenangan seolah-olah sudah mengunci gelar juara adalah langkah yang prematur.
“Perayaan itu terasa agak berlebihan bagi saya,” ungkap Rooney dalam sesi wawancara dengan BBC. Ia mengingatkan bahwa perjalanan menuju podium juara masih cukup panjang dan penuh ranjau.
Rooney menambahkan bahwa euforia yang tidak terkontrol bisa menjadi bumerang bagi mentalitas pemain. “Manchester City masih memiliki enam pertandingan tersisa. Memang ini adalah kemenangan besar, tetapi menurut pendapat saya, merayakannya secara berlebihan sekarang adalah tindakan yang terlalu dini,” sambungnya dengan nada memperingatkan.
Sevilla vs Atletico: Rotasi Skuad Los Colchoneros Berakhir dengan Kekalahan di Ramon Sanchez Pizjuan
Perang Saraf Menuju Garis Finis
Situasi ini menempatkan Arsenal dalam tekanan psikologis yang hebat. Sempat unggul jauh sembilan poin, kini keunggulan tersebut terkikis perlahan menjadi enam, dan sekarang hanya tiga poin. Manchester City yang dikenal memiliki jam terbang tinggi dalam urusan tikung-menikung di pekan-pekan terakhir memang menjadi ancaman paling nyata bagi impian juara Mikel Arteta.
Kendati demikian, Rooney tetap memiliki keyakinan pada kekuatan Meriam London. Di tengah keraguan banyak pihak yang kini menjagokan City sebagai favorit utama, Rooney justru tetap berdiri di kubu Arsenal. Ia percaya bahwa perjuangan The Gunners belum berakhir dan mereka masih memiliki kapasitas untuk bangkit.
“Jalan yang harus ditempuh City masih akan sangat sulit. Secara pribadi, saya masih menjagokan Arsenal untuk keluar sebagai juara,” tutup sosok yang kini menekuni dunia kepelatihan tersebut. Dengan lima laga tersisa bagi Arsenal dan enam bagi City, drama perebutan gelar Liga Inggris dipastikan akan terus menyita perhatian hingga detik-detik terakhir.
Menyusuri Jejak Ikonik Yogyakarta di Jogja Run D-City 2026: Panduan Lengkap, Rute, dan Total Hadiah Puluhan Juta