Cek Fakta: Benarkah Ada Modus Kejahatan Anak Kecil Menangis di Jalan? Simak Penjelasannya

Siska Amelia | WartaLog
20 Apr 2026, 13:18 WIB
Cek Fakta: Benarkah Ada Modus Kejahatan Anak Kecil Menangis di Jalan? Simak Penjelasannya

WartaLog — Jagat maya kembali dihebohkan dengan peredaran sebuah pesan berantai yang memicu keresahan di tengah masyarakat. Pesan tersebut mengeklaim adanya instruksi resmi dari pihak kepolisian mengenai modus kejahatan baru yang melibatkan anak kecil sebagai umpan di pinggir jalan. Narasi ini menyebar dengan cepat melalui platform media sosial seperti Facebook dan grup percakapan instan.

Isi Pesan Berantai yang Menghebohkan

Dalam pesan yang beredar luas tersebut, masyarakat diminta untuk waspada jika bertemu dengan anak kecil yang menangis tersedu di tempat umum sambil membawa secarik kertas berisi alamat. Konon, anak tersebut akan meminta tolong untuk diantarkan ke lokasi yang tertera. Namun, pesan itu memperingatkan agar masyarakat tidak mengantarkannya secara langsung, melainkan harus membawanya ke kantor polisi atau Koramil terdekat.

Read Also

CEK FAKTA: Hoaks Bahlil Lahadalia Desak PLN Naikkan Harga Token Listrik Demi Rakyat Berhemat

CEK FAKTA: Hoaks Bahlil Lahadalia Desak PLN Naikkan Harga Token Listrik Demi Rakyat Berhemat

Narasi tersebut menyebutkan bahwa anak itu sengaja disuruh oleh komplotan penjahat untuk menggiring calon korban ke lokasi terpencil guna melakukan aksi perampokan, pemerkosaan, hingga penculikan. Di akhir pesan, terdapat seruan emosional untuk segera membagikan informasi tersebut demi keselamatan kerabat dan keluarga.

Penelusuran Fakta: Produk Lama yang Dikemas Kembali

Tim redaksi WartaLog melakukan penelusuran mendalam untuk memverifikasi kebenaran informasi ini. Berdasarkan data yang dihimpun, pesan berantai ini merupakan bentuk hoaks berulang atau kabar bohong yang terus muncul ke permukaan sejak tahun 2012 silam.

Isu serupa pernah viral pada tahun 2019 dan telah dibantah secara resmi oleh pihak kepolisian. Kabid Humas Polda Metro Jaya pada masanya, Kombes Rikwanto, menegaskan bahwa institusi Polri tidak pernah mengeluarkan imbauan resmi terkait modus operandi seperti yang digambarkan dalam pesan tersebut.

Read Also

Waspada Penipuan! Hoaks Link Pendaftaran Lowongan Kerja PT Freeport Indonesia Berhadiah Gaji Fantastis

Waspada Penipuan! Hoaks Link Pendaftaran Lowongan Kerja PT Freeport Indonesia Berhadiah Gaji Fantastis

Klarifikasi Resmi dari Pihak Kepolisian

Meskipun narasi tersebut mengandung unsur kewaspadaan, pihak kepolisian menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai kasus kejahatan dengan pola anak kecil menangis sebagai umpan perampokan. Namun, polisi tetap memberikan saran bijak bagi masyarakat yang memiliki niat tulus untuk membantu.

Jika Anda menemukan anak yang tersesat atau menangis di jalan, langkah terbaik memang membawanya ke kantor polisi terdekat. Hal ini dilakukan demi keamanan pemberi pertolongan sekaligus memastikan anak tersebut ditangani oleh pihak yang berwenang. Dengan membawa ke kantor polisi, niat baik untuk menolong tetap tersalurkan tanpa harus menanggung risiko keamanan pribadi.

Kesimpulan dan Edukasi Literasi Digital

Dapat dipastikan bahwa pesan berantai yang mengatasnamakan Polri dan TNI terkait modus kejahatan anak kecil menangis adalah informasi yang tidak benar atau menyesatkan. Masyarakat diharapkan lebih jeli dalam menyaring informasi sebelum membagikannya kembali ke ruang publik.

Read Also

Waspada! Inilah Daftar Hoaks Terbaru yang Mencatut Nama Alfamart: Dari Isu Penutupan Hingga Bagi-Bagi Hadiah Palsu

Waspada! Inilah Daftar Hoaks Terbaru yang Mencatut Nama Alfamart: Dari Isu Penutupan Hingga Bagi-Bagi Hadiah Palsu

Untuk menjaga keamanan masyarakat dari sebaran berita bohong, selalu pastikan untuk mengecek kebenaran informasi melalui kanal-kanal resmi pemerintah atau media massa yang kredibel. Mari bersama-sama memutus rantai penyebaran misinformasi demi terciptanya ruang digital yang sehat dan kondusif.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *