WartaLog: Kemnaker Dorong Dunia Industri Buka Pintu Bagi Tenaga Kerja Lansia

Citra Lestari | WartaLog
19 Apr 2026, 21:22 WIB
WartaLog: Kemnaker Dorong Dunia Industri Buka Pintu Bagi Tenaga Kerja Lansia

WartaLog — Menghadapi pergeseran demografi yang signifikan, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kini mulai menaruh perhatian serius pada nasib para pekerja senior di tanah air. Di tengah hiruk-pikuk digitalisasi dan dominasi generasi muda, Kemnaker secara resmi mengajak para pelaku Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) untuk mulai membuka pintu lebar-lebar bagi tenaga kerja lansia.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Indonesia saat ini tengah memasuki era aging society atau masyarakat yang menua. Plt Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kemnaker, Estiarty Haryani, menekankan bahwa potensi yang dimiliki oleh kelompok usia lanjut tidak boleh dipandang sebelah mata dalam ekosistem pertumbuhan ekonomi nasional.

Read Also

Misi Besar Prabowo di KTT ASEAN: Menenun Jaringan Listrik Raksasa Trans Borneo demi Kemandirian Energi Kawasan

Misi Besar Prabowo di KTT ASEAN: Menenun Jaringan Listrik Raksasa Trans Borneo demi Kemandirian Energi Kawasan

Tantangan dan Potensi di Era Masyarakat Menua

Dalam sebuah pernyataan resmi pada Minggu (19/4/2026), Estiarty mengungkapkan kekhawatirannya terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja lansia yang masih tergolong minim jika dibandingkan dengan kelompok usia produktif lainnya. Padahal, pengalaman dan etos kerja yang dimiliki kelompok ini bisa menjadi aset berharga bagi perusahaan jika dikelola dengan tepat.

“Hal ini menunjukkan masih adanya potensi besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Ini adalah pekerjaan rumah kita bersama untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif,” ujar Estiarty menegaskan urgensi isu tersebut.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat dasar kebijakan ini. Pada tahun 2025, proporsi penduduk lansia diprediksi menyentuh angka 11,93% dari total populasi Indonesia. Angka ini diperkirakan akan terus merangkak naik seiring dengan meningkatnya kualitas kesehatan dan angka harapan hidup masyarakat Indonesia secara umum.

Read Also

Tangkis Isu Ambruk, Kemenkeu Beberkan Kondisi Sebenarnya Purbaya Yudhi Sadewa yang Tetap Tegak di Tengah Jadwal Padat

Tangkis Isu Ambruk, Kemenkeu Beberkan Kondisi Sebenarnya Purbaya Yudhi Sadewa yang Tetap Tegak di Tengah Jadwal Padat

Menyusun Fondasi Regulasi yang Inklusif

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah, Kemnaker saat ini sedang menggodok draf Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) mengenai Penempatan dan Pemberdayaan Tenaga Kerja Khusus. Regulasi ini nantinya akan menjadi payung hukum untuk memastikan bahwa kebijakan inklusif tidak hanya berhenti sebagai wacana normatif, tetapi benar-benar terimplementasi di lapangan.

Beberapa poin utama yang menjadi fokus dalam regulasi tersebut meliputi:

  • Perluasan akses kerja yang ramah bagi pekerja usia lanjut di berbagai sektor.
  • Penguatan perlindungan hukum dan hak-hak bagi pekerja senior.
  • Pengembangan model penempatan dan pemberdayaan yang dapat direplikasi secara nasional.

Menurut Estiarty, regulasi tersebut diharapkan menjadi instrumen krusial dalam menciptakan kesempatan kerja yang layak dan bermartabat bagi lansia. Namun, ia juga mengingatkan bahwa regulasi secanggih apa pun tidak akan efektif tanpa adanya kolaborasi lintas sektor yang kuat.

Read Also

Efek Domino Pembatalan Tarif Trump: Ratusan Ribu Importir AS Berjuang Cairkan Refund Senilai Rp 2.851 Triliun

Efek Domino Pembatalan Tarif Trump: Ratusan Ribu Importir AS Berjuang Cairkan Refund Senilai Rp 2.851 Triliun

Membangun Ekosistem Kolaboratif

Membangun pasar kerja yang ramah lansia membutuhkan sinkronisasi antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, hingga peran media massa. Dunia usaha diharapkan mampu menyesuaikan model bisnis atau jenis pekerjaan yang sekiranya dapat diisi oleh tenaga ahli senior yang memiliki kematangan emosional dan pengalaman teknis yang mumpuni.

“Kolaborasi menjadi kunci agar kebijakan yang disusun tidak hanya bagus di atas kertas, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi para lansia kita di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *