Transformasi Raksasa Retail: Matahari Resmi Berganti Nama Menjadi PT MDS Retailing Tbk

Citra Lestari | WartaLog
18 Apr 2026, 07:20 WIB
Transformasi Raksasa Retail: Matahari Resmi Berganti Nama Menjadi PT MDS Retailing Tbk

WartaLog — Langkah besar baru saja diambil oleh salah satu raksasa industri retail tertua di Indonesia. PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) secara resmi mengumumkan perubahan identitas korporatnya dalam sebuah momentum penting yang menandai babak baru perjalanan bisnis mereka.

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu (15/4) kemarin, para pemegang saham memberikan restu untuk mengubah nama perseroan menjadi PT MDS Retailing Tbk. Keputusan ini bukan sekadar pergantian papan nama, melainkan bagian dari penyelarasan strategi besar perusahaan di masa depan.

Restu Mutlak dari Pemegang Saham

Perubahan nama ini disahkan melalui revisi Pasal 1 ayat (1) Anggaran Dasar Perseroan. Menariknya, usulan tersebut mendapat dukungan yang nyaris mutlak. Sebanyak 1.588.241.118 suara, atau setara dengan 93,181% dari total suara yang hadir, menyatakan kesepakatannya untuk melepas identitas lama dan memulai era baru sebagai PT MDS Retailing Tbk.

Read Also

Berkah Dividen Jumbo BBRI Rp52 Triliun di Tengah Reli IHSG dan Ekspansi KPR BBTN

Berkah Dividen Jumbo BBRI Rp52 Triliun di Tengah Reli IHSG dan Ekspansi KPR BBTN

“Menyetujui perubahan nama Perseroan dari PT Matahari Department Store Tbk menjadi PT MDS Retailing Tbk,” demikian bunyi ringkasan risalah rapat yang dirilis secara resmi melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia.

Guyuran Dividen dan Aksi Korporasi Saham

Selain fokus pada identitas anyar, pasar modal juga menyambut positif keputusan manajemen terkait pembagian keuntungan. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan pada hari yang sama, perseroan memutuskan untuk membagikan dividen tunai final dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp 250 per saham.

Kabar gembira bagi para kolektor investasi saham LPPF ini dijadwalkan cair kepada pemegang saham yang namanya terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) hingga 27 April 2026. Tak hanya itu, perusahaan juga melakukan langkah efisiensi modal melalui pemusnahan 31.000.000 saham hasil pembelian kembali (buyback) atau saham treasuri. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan struktur permodalan perusahaan di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

Read Also

Langkah Strategis Pemerintah: Pajak Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Resmi Dibebaskan untuk Perkuat Industri Nasional

Langkah Strategis Pemerintah: Pajak Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Resmi Dibebaskan untuk Perkuat Industri Nasional

Menilik Jejak Panjang Sejak 1958

Matahari bukanlah nama baru di telinga masyarakat Indonesia. Menilik sejarahnya, eksistensi brand ini dimulai sejak 24 Oktober 1958 dengan pembukaan gerai pertamanya di Jakarta. Perjalanan panjang tersebut membawa mereka melantai di bursa saham pada tahun 1992 di bawah bendera PT Matahari Putra Prima Tbk (MPP).

Dinamika kepemilikan sempat mewarnai perjalanan Matahari. Pada tahun 2009, afiliasi MPP yakni PT Pacific Utama Tbk mengambil alih divisi department store ini. Setahun berselang, tongkat estafet kepemilikan berpindah ke tangan PT Meadow Indonesia di bawah naungan Asia Color Company Limited (ACC). Hingga akhirnya, pada tahun 2021, Grup Auric resmi mengukuhkan posisinya sebagai pengendali utama perseroan.

Kini, dengan nama PT MDS Retailing Tbk, perusahaan tampak semakin siap untuk bermanuver di tengah gempuran tren belanja modern dan persaingan e-commerce yang semakin ketat, sembari tetap menjaga warisan panjang yang telah dibangun selama lebih dari enam dekade.

Read Also

Ketahanan Fiskal Kokoh, Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan Indonesia Tak Butuh ‘Suntikan’ Dana IMF

Ketahanan Fiskal Kokoh, Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan Indonesia Tak Butuh ‘Suntikan’ Dana IMF

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *