Kabar Baik bagi Industri Tambang: Operasional Emas Martabe Siap Kembali Berdenyut Mei Mendatang
WartaLog — Angin segar berembus dari sektor ekstraktif nasional. PT United Tractors Tbk (UNTR) secara resmi mengumumkan rencana untuk menghidupkan kembali operasional tambang emas Martabe pada bulan depan. Langkah ini menandai babak baru bagi perusahaan setelah sempat melalui fase evaluasi lingkungan yang cukup mendalam.
Martabe, yang dikelola oleh anak usaha UNTR yakni PT Agincourt Resources (PTAR), sempat menghentikan aktivitas produksinya menyusul kebijakan pembekuan Izin Usaha Pertambangan (IUP) sementara. Kebijakan tersebut diambil oleh Satgas PKH sebagai respons atas bencana banjir yang melanda wilayah Sumatera pada pengujung tahun lalu.
Target Produksi dan Optimalisasi Karyawan
Dalam pertemuan terbatas di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Kamis (16/4/2026), Presiden Direktur United Tractors, Iwan Hadiantoro, menyampaikan optimisme perusahaan terhadap pembukaan kembali tambang ini. Ia memproyeksikan bahwa aktivitas di lapangan akan mulai stabil pada pertengahan bulan depan.
Menkeu Purbaya Beri Ultimatum Keras: Produsen Rokok Ilegal Wajib Tobat atau Siap-Siap Ditutup Paksa
“Kami menargetkan operasional sudah bisa berjalan pada pertengahan Mei. Jika rencana ini berjalan sesuai jadwal, kami membidik angka produksi sekitar 60.000 ounce,” ungkap Iwan dengan nada penuh keyakinan.
Menjelang pembukaan kembali, pihak manajemen kini fokus pada persiapan teknis dan pemanggilan kembali para tenaga kerja. Karyawan yang sebelumnya sempat dirumahkan imbas penghentian sementara kini mulai dipanggil secara bertahap untuk kembali memperkuat tim operasional. Hal ini menjadi prioritas United Tractors guna memastikan roda ekonomi para pekerja kembali bergerak.
Komitmen pada Lingkungan dan Standar Keselamatan
Selain mengejar target produksi, Iwan menekankan bahwa momentum ini digunakan perusahaan untuk melakukan transformasi pada aspek keberlanjutan. Perusahaan berkomitmen meningkatkan standar keselamatan kerja serta memperketat perlindungan terhadap lingkungan hidup di sekitar wilayah konsesi.
BGN Tindak Tegas Ratusan Dapur Makan Bergizi Gratis, Masalah Keamanan Pangan Jadi Sorotan Utama
Sebagai catatan, penghentian operasional Martabe pada 6 Desember 2025 lalu didasari oleh instruksi Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq. Langkah tegas tersebut diambil setelah dilakukannya inspeksi udara dan darat di hulu DAS Batang Toru dan Garoga guna memverifikasi risiko bencana alam.
“Kami bekerja sama secara intensif dengan kementerian terkait untuk memastikan kepatuhan standar lingkungan terpenuhi secara menyeluruh. Bagi kami, keselamatan lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional adalah hal yang tidak bisa ditawar,” pungkas Iwan. Dengan koordinasi yang terus terjalin, operasional Martabe diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap target bisnis perusahaan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem setempat.