Misi Besar Astra Honda Racing Team di ARRC Buriram 2026: Ambisi Podium dan Pembuktian Para Rookie
WartaLog — Setelah menunjukkan taringnya di seri pembuka yang berlangsung di Sepang, Malaysia, tim balap kebanggaan Indonesia, Astra Honda Racing Team (AHRT), kini mengalihkan fokus penuh menuju seri kedua Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026. Sirkuit Internasional Buriram, Thailand, akan menjadi medan pembuktian selanjutnya bagi para talenta muda binaan PT Astra Honda Motor pada 8-10 Mei mendatang.
Target Ambisius di Tiga Kelas Utama
Menjelang balapan di Negeri Gajah Putih, manajemen AHRT telah menetapkan target yang jelas dan terukur untuk kelima pebalap andalan mereka. Strategi yang disusun mencakup tiga kelas bergengsi: Asia Production (AP) 250, Supersport (SS) 600, dan Asia Superbike (ASB) 1000.
Manager Motorsport AHM, Johanes Lucky, mengungkapkan bahwa ekspektasi tim sangat tinggi, terutama di kelas AP250. “Untuk Buriram, target kami di kelas 250 adalah menguasai podium. Sementara di kelas 600, kami membidik posisi di top group agar bisa bersaing secara kompetitif dengan pebalap papan atas lainnya,” ujarnya.
Misi Liverpool Berburu Suksesor Mohamed Salah: Mahar Rp2 Triliun Disiapkan demi Yan Diomande
Tak kalah penting, di kelas para raja, ASB1000, tumpuan harapan ada pada pundak Mohammad Adenanta Putra. Lucky berharap Adenanta dapat mempercepat proses adaptasinya agar bisa segera merangsek ke barisan grup terdepan. “Kami ingin Nanta belajar lebih cepat lagi sehingga kehadirannya di grup teratas semakin solid,” tambahnya.
Evaluasi Positif dari Aspal Sepang
Kepercayaan diri tim ini bukan tanpa alasan. Pada seri pembuka di Sirkuit Sepang yang digelar April lalu, Astra Honda Racing Team berhasil mengamankan dua podium penting. Herjun Atna Firdaus sukses merebut posisi ketiga pada Race 1 kelas SS600, disusul performa gemilang Rheza Danica Ahrens yang menempati podium kedua pada Race 2 kelas AP250.
Duel Panas Stadio Sinigaglia: Ambisi Champions Como dan Nafas Terakhir Napoli dalam Perburuan Scudetto
Selain raihan podium, performa para pebalap pendatang baru atau rookie juga menjadi sorotan positif. Muhammad Badly Ayatullah yang turun di kelas AP250 sempat mencuri perhatian dengan memimpin balapan di Race 1 meski memulai dari urutan keenam, walaupun sayangnya insiden kecelakaan membuatnya harus menepi di Race 2 akibat cedera.
Progres Pebalap: Adaptasi dan Teknis
Di kelas SS600, Fadillah Arbi Aditama menunjukkan grafik peningkatan yang menjanjikan. Setelah finis keenam di Race 1, Arbi berhasil memperbaiki posisinya menjadi urutan kelima pada Race 2. Johanes Lucky menilai Arbi memiliki potensi besar karena proses adaptasinya dengan motor 600cc tergolong sangat cepat.
Sementara itu, Adenanta Putra yang baru menjajal kerasnya persaingan ASB1000 dengan Honda CBR1000RR-R, juga memperlihatkan performa yang kompetitif. Meski finis di posisi ketujuh dalam dua balapan di Sepang, kemampuannya menembus lima besar saat sesi kualifikasi menjadi sinyal kuat bahwa ia siap menjadi ancaman bagi pebalap berpengalaman lainnya.
Juventus Bungkam Bologna 2-0: Si Nyonya Tua Kian Dekat dengan Tiket Liga Champions
“Secara garis besar, hasil di seri pertama sangat positif. Namun, tetap ada beberapa aspek yang harus kami pertajam, baik dari sisi pebalap maupun teknikal. Kami akan melakukan perbaikan menyeluruh berdasarkan data yang didapat dari Sepang untuk tampil lebih maksimal di Sirkuit Buriram nanti,” pungkas Lucky dengan nada optimis.
Dengan persiapan yang matang dan evaluasi berbasis data, publik balap motor tanah air tentu menantikan aksi gemilang Merah Putih di podium tertinggi Thailand.