Menanti Magis Anfield: Meski Unggul Dua Gol, PSG Masih Dihantui Memori Kelam Liverpool
WartaLog — Stadion Anfield bersiap menyambut malam bersejarah lainnya saat Liverpool menjamu Paris Saint-Germain (PSG) dalam laga hidup mati leg kedua perempatfinal Liga Champions. Meski Les Parisiens datang dengan modal kemenangan 2-0 dari leg pertama, atmosfer mencekam di Merseyside tampaknya mulai merasuki mental para pemain tim tamu.
Pertarungan sengit ini dijadwalkan akan bergulir pada Rabu (15/4) pukul 02.00 WIB dini hari. Bagi skuad asuhan Arne Slot, misinya sudah jelas: mereka membutuhkan setidaknya tiga gol tanpa balas untuk bisa membalikkan keadaan dan mengamankan tiket menuju babak semifinal. Sebuah tugas yang berat, namun jauh dari kata mustahil bagi tim yang memiliki sejarah panjang dalam melakukan aksi comeback ikonik.
Jadwal Bola Hari Ini: Persib dan Persija Beraksi, Manchester City Terus Tempel Ketat Arsenal
Kekhawatiran Achraf Hakimi di Balik Keunggulan Agregat
Di tengah keunggulan dua gol yang tampak nyaman, bek sayap andalan PSG, Achraf Hakimi, justru menyuarakan kegelisahannya. Pemain internasional Maroko itu menegaskan bahwa timnya sama sekali tidak merasa tenang. Baginya, keunggulan dua gol di kompetisi sekelas Liga Champions bisa menguap dalam sekejap, terutama jika bermain di hadapan publik Anfield.
“Kami telah menyaksikan banyak tim mampu bangkit dari ketertinggalan 0-2 di kompetisi ini. Pikiran kami memang positif, tetapi kami harus sangat waspada terhadap setiap detail kecil. Menghadapi Liverpool berarti Anda tidak boleh lengah sedetik pun,” ujar Hakimi sebagaimana dilansir dari Sky Sports.
Hakimi juga menepis anggapan bahwa Les Parisiens adalah favorit kuat untuk melaju ke fase berikutnya. Ia memilih untuk tetap membumi dan fokus pada strategi untuk menjinakkan agresivitas The Reds yang diprediksi akan tampil menekan sejak menit awal.
Menembus Batas Global, Mangkunegaran Run 2026 Siap Hadirkan 7.700 Pelari di Jantung Kota Solo
Bayang-bayang Keajaiban Anfield
Ketakutan Hakimi bukannya tanpa alasan. Sejarah mencatat bahwa Anfield memiliki kekuatan magis yang sulit dinalar ketika Liverpool berada dalam posisi terjepit. Klub-klub raksasa seperti Barcelona dan Borussia Dortmund pernah merasakan pahitnya disingkirkan setelah sempat merasa aman dengan keunggulan agregat mereka.
Manajer Liverpool, Arne Slot, pun tetap menunjukkan optimisme tinggi. Ia yakin anak asuhnya mampu bangkit dan memanfaatkan status tuan rumah untuk meredam keangkuhan tim asal Prancis tersebut. Apalagi, catatan Liverpool saat menghadapi tim-tim besar di kandang tergolong sangat subur.
Akankah PSG mampu mempertahankan keunggulan mereka dan mematahkan kutukan Anfield, atau justru Liverpool yang kembali menuliskan tinta emas melalui aksi keajaiban Liga Champions? Jawabannya akan tersaji dalam duel panas yang dipastikan menguras emosi para pecinta sepak bola dunia.
Drama Old Trafford: Manchester United Tumbang, Michael Carrick Enggan Kibarkan Bendera Putih