Waspada Penipuan AI: Video Mentan Amran Sulaiman Janjikan Bantuan Modal Usaha Ternyata Hoaks

Siska Amelia | WartaLog
13 Apr 2026, 16:18 WIB
Waspada Penipuan AI: Video Mentan Amran Sulaiman Janjikan Bantuan Modal Usaha Ternyata Hoaks

WartaLog — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), masyarakat kini dituntut untuk semakin jeli dalam menyaring informasi yang beredar di jagat maya. Baru-baru ini, sebuah potongan video yang menampilkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendadak viral di media sosial Facebook. Dalam video tersebut, sosok Amran seolah-olah menawarkan program bantuan dana untuk modal usaha hingga pelunasan utang.

Namun, benarkah sang Menteri Pertanian benar-benar membagikan uang secara cuma-cuma lewat media sosial? Penelusuran mendalam menunjukkan bahwa narasi tersebut merupakan bentuk hoaks terbaru yang memanfaatkan teknologi manipulasi wajah dan suara.

Narasi yang Menyesatkan di Media Sosial

Unggahan yang beredar sejak akhir Maret 2026 tersebut dikemas sedemikian rupa agar terlihat resmi dengan menyertakan tagar seperti #BANSOS, #BANTUANDANA, dan #BANTUANSOSIAL. Video itu menampilkan Amran Sulaiman yang seolah sedang berbicara di depan media, menawarkan “suntikan dana” bagi masyarakat yang membutuhkan modal usaha atau biaya sekolah.

Read Also

Menguak Tabir Disinformasi: Menelusuri Jejak Hoaks yang Menyeret Nama Brunei Darussalam

Menguak Tabir Disinformasi: Menelusuri Jejak Hoaks yang Menyeret Nama Brunei Darussalam

“Silakan segera hubungi saya jika Anda membutuhkan suntikan dana bantuan… Bantuan ini benar dan tentunya resmi,” demikian penggalan pernyataan dalam video manipulasi tersebut. Tak hanya itu, pengunggah juga menyertakan tombol pesan instan untuk menggiring calon korban masuk ke dalam jebakan penipuan.

Fakta di Balik Layar: Manipulasi dari Istana Merdeka

Tim redaksi melakukan verifikasi dengan mencocokkan jejak digital video tersebut. Hasilnya, ditemukan bahwa video asli merupakan momen saat Menteri Pertanian memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, pada 20 November 2025. Video asli tersebut dapat ditemukan di kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden.

Dalam konteks aslinya, Mentan Amran Sulaiman sedang memaparkan hasil rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto mengenai target swasembada pangan nasional. Tidak ada satu kata pun dalam pernyataan resmi tersebut yang menyinggung soal pembagian dana pribadi atau bantuan modal usaha melalui chat pribadi.

Read Also

Waspada Penipuan Digital: Benarkah Anies Baswedan Bagi-Bagi Hadiah Rp 100 Juta Lewat Kuis Tebak Kata?

Waspada Penipuan Digital: Benarkah Anies Baswedan Bagi-Bagi Hadiah Rp 100 Juta Lewat Kuis Tebak Kata?

Fokus utama dalam pertemuan itu adalah mengenai stabilitas harga pakan, distribusi vaksin ternak, dan optimisme Indonesia mencapai kemandirian pangan dalam waktu satu tahun. Segala narasi mengenai bagi-bagi rezeki adalah tambahan suara buatan yang disisipkan ke dalam visual asli.

Analisis Teknologi Deepfake

Untuk memastikan tingkat kepalsuannya, dilakukan uji forensik digital menggunakan perangkat pendeteksi AI, Hive Moderation. Hasilnya cukup mengejutkan sekaligus mengkhawatirkan bagi publik yang awam. Alat deteksi tersebut mengungkap bahwa audio dalam video tersebut 98,7 persen merupakan hasil generatif AI, sementara visualnya mengandung unsur deepfake sebesar 28,9 persen.

Teknologi ini mampu meniru mimik wajah dan warna suara tokoh publik dengan tingkat kemiripan yang tinggi, sehingga sangat sulit dibedakan dengan mata telanjang jika tidak melalui proses kroscek data yang ketat.

Read Also

Waspada Jebakan Digital: Menguliti Hoaks Undian Berhadiah Bank Daerah yang Kian Marak

Waspada Jebakan Digital: Menguliti Hoaks Undian Berhadiah Bank Daerah yang Kian Marak

Kesimpulan

Video yang mengklaim Menteri Pertanian Amran Sulaiman membagikan bantuan sosial atau dana modal usaha adalah HOAKS. Masyarakat diimbau untuk tidak memberikan data pribadi atau mentransfer sejumlah uang kepada akun-akun yang mengatasnamakan pejabat negara. Program resmi pemerintah selalu diumumkan melalui kanal komunikasi resmi kementerian dan lembaga, bukan melalui pesan berantai atau akun Facebook tidak resmi.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *