Sentuhan AI untuk Perempuan Indonesia: Telkom Dorong Kartini UMKM Jadi Kreator Konten Digital
WartaLog — Semangat perjuangan R.A. Kartini kini menemukan wadah baru di tengah pesatnya perkembangan teknologi masa kini. Menangkap momentum istimewa tersebut, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mengambil langkah progresif dengan meluncurkan program pelatihan khusus yang membidik para perempuan tangguh di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk bertransformasi menjadi kreator konten berbasis Artificial Intelligence (AI).
Inovasi Kartini di Era Kecerdasan Buatan
Melalui inisiatif bertajuk Kartini in Technology, Telkom berhasil menghimpun setidaknya 260 pelaku usaha perempuan dari berbagai pelosok negeri. Digelar secara hybrid pada medio April 2026, agenda ini bukan sekadar seremoni perayaan, melainkan sebuah aksi nyata untuk mempersempit kesenjangan digital di tanah air. Para peserta diberikan bekal intensif mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mengakselerasi bisnis mereka.
Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz: Komdigi Targetkan Pemenang di Juli 2026 demi Akselerasi 5G Nasional
Fokus utama pelatihan ini terletak pada peningkatan kemampuan strategi komunikasi digital. Para “Kartini modern” ini diajarkan cara memproduksi konten pemasaran yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga efektif secara narasi dengan bantuan alat-alat AI mutakhir. Langkah ini diharapkan dapat menjadi kunci bagi UMKM perempuan untuk menembus pasar yang lebih luas.
Pilar Ekonomi Nasional di Tangan Perempuan
Langkah Telkom ini bukanlah tanpa alasan yang kuat. Jika menilik data makroekonomi, sektor UMKM memegang peranan krusial sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia dengan kontribusi mencapai 60,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Lebih dari itu, sektor ini menjadi penyelamat lapangan kerja dengan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja nasional.
Era Baru OriginOS 7: Daftar Lengkap Smartphone Vivo dan iQOO yang Siap Cicipi Android 17
Data dari Kementerian Komunikasi dan Digital tahun 2025 memberikan gambaran yang lebih spesifik: sekitar 64,5 persen atau setara dengan 37 juta pelaku UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan. Namun, tantangan besar muncul seiring percepatan transformasi digital. Tanpa penguasaan teknologi yang mumpuni, potensi besar tersebut terancam stagnan di tengah persaingan pasar global yang semakin ketat.
Visi Inklusivitas Telkom Indonesia
Hery Susanto, Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia, menekankan bahwa pemberdayaan perempuan melalui teknologi adalah strategi utama dalam membangun ekosistem digital yang benar-benar inklusif. Menurutnya, momentum Hari Kartini harus menjadi titik balik di mana perempuan tidak lagi sekadar menjadi target pasar atau pengguna pasif.
Huawei Mate 80 Pro Resmi Kembali ke Indonesia: Sang Legenda Kamera Flagship yang Kembali Bertaji
“Kami di Telkom berkomitmen penuh untuk membuka pintu peluang yang setara. Kami ingin membuktikan bahwa perempuan Indonesia mampu berdiri sejajar sebagai kreator yang menciptakan nilai tambah melalui teknologi AI. Dengan semangat ‘Bersama Jadi Bisa’, kami yakin daya saing bisnis UMKM perempuan akan melesat jauh lebih tinggi,” papar Hery dalam keterangannya.
Kurikulum Praktis: Dari Copywriting Hingga Visual Branding
Dalam sesi pelatihan, peserta mendapatkan materi yang sangat aplikatif, di antaranya:
- Penyusunan narasi iklan (copywriting) yang persuasif menggunakan generator bahasa AI.
- Pembuatan desain visual produk yang estetik dan profesional secara instan.
- Produksi video promosi kreatif berbasis AI untuk media sosial.
Melalui pendekatan praktis ini, Telkom berusaha memecahkan masalah klasik yang sering dihadapi pelaku UMKM, yakni keterbatasan biaya dan sumber daya manusia dalam membangun branding yang kuat.
Dampak Sosial dan Keberlanjutan
Program Kartini in Technology merupakan bagian integral dari inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom yang dikenal dengan nama Bisa PandAI. Upaya ini selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin kesetaraan gender dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Melalui literasi digital yang tepat sasaran, Telkom mendorong masyarakat untuk menggunakan teknologi secara produktif dan bijak. Harapan kami, pemberdayaan ini akan menjadi fondasi bagi ekonomi Indonesia yang lebih tangguh di masa depan,” pungkas Hery Susanto.