Pep Guardiola: Manchester City Tetap Underdog di Mata Publik Jelang Duel Penentu Gelar
WartaLog — Manajer kawakan Manchester City, Pep Guardiola, kembali melancarkan perang urat saraf di tengah panasnya persaingan perebutan takhta Liga Inggris musim ini. Meski menyandang status sebagai juara bertahan, Guardiola meyakini bahwa publik lebih menjagokan Arsenal ketimbang skuad asuhannya dalam persaingan menuju podium juara.
Pernyataan ini muncul sesaat setelah Manchester City menunjukkan taringnya dengan melibas Chelsea tiga gol tanpa balas di Stamford Bridge pada Minggu malam, 12 April 2026. Dalam laga tersebut, dominasi City terlihat jelas melalui gol-gol yang dilesakkan oleh bintang muda Nico O’Reilly, Marc Guehi, dan ditutup dengan aksi memukau Jeremy Doku. Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin biasa, melainkan sinyal bahaya yang dikirimkan langsung ke London Utara.
Skandal Ucapan Homofobik: UEFA Sanksi Gianluca Prestianni Usai Insiden Panas Lawan Vinicius Junior
Peta Persaingan yang Kian Memanas
Tambahan poin penuh dari markas Chelsea membuat Manchester City kini mengoleksi 65 poin. Jarak dengan Arsenal yang berada di puncak klasemen memang masih terpisah enam angka, namun City memiliki satu kartu as yang sangat berharga: mereka masih menyimpan satu tabungan pertandingan lebih banyak dibandingkan The Gunners.
Situasi ini menempatkan duel di Etihad Stadium akhir pekan nanti sebagai laga hidup-mati. Kendati demikian, Guardiola justru memilih untuk meredam ekspektasi dan menempatkan timnya dalam posisi tidak diunggulkan. Ia mengingatkan kembali momen ketika City diremehkan saat bertemu Arsenal di final Piala Liga bulan lalu.
“Apakah ada di antara kalian yang berani menjagokan kami bahkan dengan taruhan 1 poundsterling sebelum final Piala Carabao kemarin? Saya rasa tidak. Kalian semua yakin Arsenal yang akan keluar sebagai pemenang,” cetus Guardiola diplomatis, seperti dilansir dari laporan BBC.
Read AlsoLeeds United Bungkam Manchester United, Daniel Farke: Bermain Melawan 11 Orang Jauh Lebih Baik
![]()
Psikologi Terbalik ala Guardiola
Strategi ‘underdog’ yang dimainkan Pep Guardiola tampaknya bertujuan untuk mengalihkan tekanan dari pundak para pemainnya ke pihak lawan. Sejarah mencatat, pada 23 Maret 2026, City berhasil membungkam keraguan publik dengan menaklukkan Arsenal 2-0 di partai final tersebut, meskipun sebelumnya tidak difavoritkan.
Di sisi lain, Arsenal kini memang berada dalam tekanan yang luar biasa berat. Setelah impian mereka di Piala Liga dan Piala FA kandas, kompetisi Liga Inggris dan Liga Champions menjadi benteng terakhir bagi Mikel Arteta untuk memberikan trofi bagi publik Emirates Stadium. Beban untuk tidak terpeleset di sisa musim ini bisa menjadi bumerang bagi skuad muda Arsenal.
Tuduhan Rasisme Marc Klok: Antara Tensi Tinggi Lapangan Hijau dan Pentingnya Klarifikasi
Menatap hari Minggu yang krusial, City diprediksi akan tampil habis-habisan guna memangkas jarak poin menjadi hanya tiga angka. Jika Erling Haaland dan kolega mampu mengamankan kemenangan di kandang, maka kendali perburuan gelar juara akan kembali sepenuhnya berada di tangan mereka. Dunia kini menanti, apakah prediksi publik akan terbukti, atau justru strategi psikologis Guardiola yang kembali memenangkan laga sebelum peluit pertama dibunyikan.