Drama di Nonthaburi: Timnas Futsal Indonesia Harus Puas Jadi Runner-Up Piala AFF Futsal 2026

Sutrisno | WartaLog
12 Apr 2026, 22:28 WIB
Drama di Nonthaburi: Timnas Futsal Indonesia Harus Puas Jadi Runner-Up Piala AFF Futsal 2026

WartaLog — Ambisi besar Timnas Futsal Indonesia untuk kembali membawa pulang trofi juara ke tanah air harus kandas dengan cara yang menyesakkan. Dalam partai puncak Piala AFF Futsal 2026 yang berlangsung penuh tensi, Skuad Garuda dipaksa mengakui keunggulan tipis Thailand dengan skor 1-2.

Jalannya Pertandingan: Dominasi yang Berujung Drama

Bertanding di hadapan pendukung lawan di Nonthaburi Sports Complex Gymnasium, Thailand, pada Minggu (12/4/2026), anak asuh Hector Souto sebenarnya memulai laga dengan sangat menjanjikan. Sejak menit awal, intensitas permainan tinggi sudah diperagakan oleh kedua tim yang berebut supremasi futsal Indonesia dan Asia Tenggara.

Indonesia sempat membuka asa melalui gol yang dicetak oleh Andres Dwi Persada pada menit ke-13. Keunggulan 1-0 ini membuat kepercayaan diri pemain meningkat. Namun, petaka muncul tepat di penghujung babak pertama. Saat laga menyisakan dua detik saja, sebuah pelanggaran dilakukan oleh Muhammad Sanjaya. Karena Indonesia sudah mengumpulkan lima pelanggaran, Thailand pun dihadiahi penalti dari titik kedua.

Read Also

Alisson Becker di Persimpangan Jalan: Drama Negosiasi Alot Juventus yang Bikin Liverpool Meradang

Alisson Becker di Persimpangan Jalan: Drama Negosiasi Alot Juventus yang Bikin Liverpool Meradang

Itticha Praphan yang ditunjuk sebagai algojo tak menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut. Ia berhasil menaklukkan kiper Indonesia, Angga Ariansyah, dan mengubah kedudukan menjadi 1-1 yang bertahan hingga jeda antarpemain.

Gempuran Thailand dan Pertahanan Kokoh Angga Ariansyah

Memasuki babak kedua, timnas Thailand langsung tancap gas. Mereka mengurung pertahanan Indonesia dengan serangan-serangan cepat. Kiper Indonesia, Angga Ariansyah, dipaksa bekerja ekstra keras. Tercatat, Angga melakukan setidaknya tiga penyelamatan gemilang dalam waktu yang berdekatan, termasuk menepis tembakan jarak dekat dari Apiwat Chaemcharoen.

Namun, benteng pertahanan yang digalang oleh Dewa Rizki dan kawan-kawan akhirnya runtuh juga pada menit ke-11 paruh kedua. Sebuah sepakan roket jarak jauh yang dilepaskan oleh Panusit Kittipanuwong meluncur deras menghujam gawang Indonesia. Skor berbalik menjadi 2-1 untuk keunggulan tim Gajah Perang.

Read Also

Ambisi Double Winner Arsenal: Mikel Arteta Kobarkan Semangat Juara di Tengah Ketatnya Persaingan

Ambisi Double Winner Arsenal: Mikel Arteta Kobarkan Semangat Juara di Tengah Ketatnya Persaingan

Upaya Power Play dan Peluang Emas yang Kandas

Tertinggal satu gol, Indonesia mencoba meningkatkan intensitas serangan. Andarias Kareth berulangkali mencoba peruntungannya lewat sepakan jarak jauh, namun kiper Thailand, Thirawat Kaewwilai, tampil cukup tenang di bawah mistar. Memasuki lima menit terakhir, Hector Souto memutuskan untuk mengambil risiko besar dengan menerapkan strategi power play.

Strategi ini nyaris membuahkan hasil ketika laga tersisa tiga menit. Yogi Saputra mendapatkan peluang emas lewat sundulan, namun bola justru membentur tiang gawang. Bola liar yang jatuh ke pemain Indonesia pun gagal dikonversi menjadi gol setelah tendangannya melambung jauh di atas mistar.

Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga, skor 1-2 tetap tidak berubah. Hasil ini memastikan Thailand kembali merebut gelar juara, sementara Timnas Indonesia harus merelakan takhta juara mereka kali ini.

Read Also

Simbol Loyalitas Bianconeri: Manuel Locatelli Resmi Teken Kontrak Jangka Panjang di Juventus Hingga 2030

Simbol Loyalitas Bianconeri: Manuel Locatelli Resmi Teken Kontrak Jangka Panjang di Juventus Hingga 2030

Susunan Pemain Utama

  • Indonesia: Angga Ariansyah, Dewa Rizki, Guntur Sulistyo, Andarias Kareht, Andres Dwi Persada.
  • Thailand: Thirawat Kaewwilai, Itticha Praphan, Panusit Kittipanuwong, Muhammad Usmanmusa, Apiwat Chaemcharoen.

Kekalahan ini tentu menjadi bahan evaluasi besar bagi tim kepelatihan Indonesia untuk menatap turnamen-turnamen internasional berikutnya di masa mendatang.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *