Ancaman Siber AI Mythos: Mengapa Menkeu AS dan Bos The Fed Kumpulkan Petinggi Wall Street?
WartaLog — Langkah mendadak diambil oleh otoritas keuangan tertinggi Amerika Serikat di tengah bayang-bayang kemajuan teknologi yang kian cepat. Menteri Keuangan Scott Bessent bersama Gubernur Bank Sentral AS (The Fed), Jerome Powell, dilaporkan telah memanggil jajaran CEO perbankan papan atas di Washington, D.C. Pertemuan krusial ini dilakukan untuk membahas satu topik sensitif: risiko siber yang dibawa oleh ‘Mythos’, model kecerdasan buatan (AI) terbaru besutan Anthropic.
Para pimpinan bank raksasa tersebut sedianya berada di ibu kota untuk menghadiri rapat dewan Financial Services Forum. Namun, agenda mereka berubah seketika saat panggilan dari Departemen Keuangan datang. Di dalam ruangan tertutup tersebut, suasana dikabarkan cukup tegang mengingat teknologi yang dibahas memiliki kemampuan untuk mendisrupsi infrastruktur kritikal perbankan.
Rayakan Hari Angkutan Nasional 2026, MRT Jakarta Berlakukan Tarif Rp 1: Akses Mudah via QRIS Hingga Paylater
Dominasi Wall Street di Meja Perundingan
Pertemuan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci dalam ekonomi global. Tercatat nama-nama besar seperti Brian Moynihan dari Bank of America, Jane Fraser dari Citigroup, David Solomon dari Goldman Sachs, Ted Pick dari Morgan Stanley, hingga Charlie Scharf dari Wells Fargo hadir memenuhi panggilan. Namun, satu sosok menonjol yang absen adalah CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon.
Urgensi pertemuan ini, sebagaimana dilaporkan oleh sumber internal pemerintah, menyoroti kekhawatiran administrasi Donald Trump terhadap kemampuan AI yang terlalu canggih. Mythos dianggap sebagai pedang bermata dua yang bisa mengancam pondasi sistem keuangan jika tidak dikelola dengan regulasi yang ketat.
Mengenal Claude Mythos dan Project Glasswing
Anthropic, perusahaan di balik model ini, sebelumnya telah meluncurkan Claude Mythos Preview dalam kapasitas terbatas. Langkah hati-hati ini diambil karena adanya kekhawatiran bahwa kemampuan ofensif model tersebut bisa dimanfaatkan oleh peretas tingkat tinggi untuk menembus pertahanan digital bank.
Strategi Cerdas Liburan Long Weekend Mei 2026: Tips Hemat dan Promo Eksklusif Agar Dompet Tetap Aman
Sebagai langkah antisipasi, muncul inisiatif keamanan siber yang dikenal dengan nama Project Glasswing. Menariknya, JPMorgan Chase tetap menjadi mitra awal dalam proyek ini bersama raksasa teknologi lain seperti Apple, Google, Microsoft, dan Nvidia, meski pimpinannya absen dalam pertemuan fisik tersebut.
CEO Anthropic, Dario Amodei, mengakui adanya spektrum bahaya jika teknologi ini disalahgunakan. Namun, ia juga menawarkan visi optimis. “Jika kita melakukannya dengan benar, ada peluang nyata untuk menciptakan internet dan dunia yang secara fundamental lebih aman dibanding sebelum adanya kemampuan siber berbasis AI,” ungkapnya dalam sebuah pernyataan resmi.
Ketegangan Politik dan Keamanan Nasional
Keterlibatan pemerintahan Trump dalam isu Mythos ini juga dibumbui oleh sengketa panas antara Anthropic dan Departemen Pertahanan AS. Sebelumnya, otoritas pertahanan melabeli perusahaan tersebut sebagai risiko rantai pasok bagi keamanan nasional.
Strategi Besar Prabowo: Memacu Pertumbuhan Ekonomi 7,5% Lewat Mobil Nasional dan Transformasi Energi
Presiden Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth bahkan sempat melontarkan kritik terbuka karena Anthropic membatasi penggunaan teknologi AI mereka untuk kepentingan militer dalam perang. Ironisnya, meski ada perintah untuk menghentikan penggunaan platform tersebut di lembaga federal, Departemen Pertahanan AS dilaporkan masih terus mengandalkan model Claude dalam operasi mereka selama konflik di Timur Tengah berlangsung.
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bagi para pelaku pasar bahwa masa depan perbankan kini sangat bergantung pada sejauh mana mereka bisa menjinakkan potensi liar dari teknologi AI yang terus berkembang pesat.