Aksi Arogan WNA Inggris di Menteng: Mengaku ‘Pembangun Bangsa’ hingga Berakhir di Ruang Deportasi

Akbar Silohon | WartaLog
04 Jun 2026, 11:17 WIB
Aksi Arogan WNA Inggris di Menteng: Mengaku 'Pembangun Bangsa' hingga Berakhir di Ruang Deportasi

WartaLog — Jakarta kembali dihebohkan dengan perilaku tidak terpuji dari seorang warga negara asing (WNA) yang mencoreng ketertiban umum di pusat ibu kota. Kali ini, seorang pria berkebangsaan Inggris menjadi sorotan tajam netizen setelah video aksinya yang menolak membayar tagihan di sebuah kedai kopi (coffee shop) di kawasan elit Menteng, Jakarta Pusat, menjadi viral. Bukannya merasa bersalah, pria tersebut justru melontarkan pernyataan bernada merendahkan yang memicu amarah publik.

Kejadian yang berlangsung di tengah hiruk-pikuk aktivitas warga Jakarta ini segera mendapatkan respons serius dari pihak berwenang. Berdasarkan laporan yang dihimpun tim redaksi, pria berinisial ZNB tersebut kini telah diamankan oleh petugas Imigrasi Jakarta Pusat setelah melalui proses pelacakan yang intensif. Insiden ini menambah daftar panjang kasus warga negara asing bermasalah yang berujung pada tindakan tegas berupa deportasi.

Read Also

Diplomasi Kremlin: Vladimir Putin Undang Presiden Prabowo Hadiri Pameran Industri Besar di Rusia

Diplomasi Kremlin: Vladimir Putin Undang Presiden Prabowo Hadiri Pameran Industri Besar di Rusia

Kronologi Kejadian di Jantung Menteng

Peristiwa memalukan ini bermula ketika ZNB mengunjungi sebuah coffee shop ternama di kawasan Menteng. Setelah menikmati sajian makanan dan minuman, pria tersebut justru melenggang pergi tanpa menyelesaikan kewajiban pembayarannya. Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, terlihat jelas bagaimana para karyawan kafe berusaha mengejarnya dengan sopan namun tegas, meminta hak mereka atas layanan yang telah diberikan.

“Woi, payment… payment!” seru salah seorang karyawan kafe dalam video tersebut, mencoba menghentikan langkah sang bule. Namun, alih-alih merogoh dompet atau memberikan penjelasan yang logis, ZNB justru terus berjalan dengan langkah cepat, seolah-olah tagihan tersebut bukanlah urusannya. Ketegangan sempat meningkat saat karyawan tersebut menanyakan alasan di balik penolakan bayar yang dilakukan secara terang-terangan itu.

Read Also

Tragedi Berdarah Zaporizhzhia: Ironi Gencatan Senjata Rusia yang Memakan Korban Jiwa

Tragedi Berdarah Zaporizhzhia: Ironi Gencatan Senjata Rusia yang Memakan Korban Jiwa

Di sinilah pernyataan kontroversial itu terlontar. Dengan nada tinggi dan penuh arogansi, ZNB berteriak dalam bahasa Inggris yang menyakitkan hati. Ia mengklaim bahwa dirinya adalah sosok yang “membangun negara ini”. Ia menunjuk ke arah gedung-gedung pencakar langit dan hotel bintang lima di sekitarnya sebagai pembenaran atas tindakannya yang enggan membayar makanan yang nilainya mungkin tidak seberapa dibandingkan kemewahan yang ia singgung.

Klaim ‘Membangun Negara’ yang Memancing Amarah Publik

“Karena saya yang membangun negara Anda, lihat bangunan-bangunan itu, lihat pertokoan itu, lihat bagaimana kemewahan hotel bintang lima itu datang ke sini. Tinggalkan aku sendirian!” teriak ZNB dalam rekaman tersebut. Ucapan ini sontak memicu gelombang kritik dari warganet Indonesia. Banyak yang menilai bahwa sikap tersebut mencerminkan mentalitas kolonial yang sangat tertinggal dan tidak menghargai kedaulatan serta hukum yang berlaku di Indonesia.

Read Also

Momen Haru di Pengadilan Tipikor: Nadiem Makarim Terisak dalam Pelukan Driver Ojol Usai Tuntutan 18 Tahun Bui

Momen Haru di Pengadilan Tipikor: Nadiem Makarim Terisak dalam Pelukan Driver Ojol Usai Tuntutan 18 Tahun Bui

Sentimen negatif publik semakin menguat mengingat Menteng merupakan kawasan yang dikenal dengan ketertibannya. Kejadian ini dianggap sangat mengganggu kenyamanan publik dan memberikan preseden buruk bagi ekosistem pariwisata dan bisnis kuliner di Jakarta. Publik mendesak agar pihak imigrasi segera mengambil langkah paling tegas agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan oleh oknum ekspatriat atau wisatawan lainnya.

Langkah Cepat Imigrasi Jakarta Pusat

Merespons kegaduhan yang terjadi, Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta tidak tinggal diam. Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian segera dikerahkan untuk melakukan penelusuran lapangan. Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh, petugas berhasil mengidentifikasi keberadaan ZNB yang ternyata menginap di sebuah hotel di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kepala Kantor Wilayah Dirjen Imigrasi DKI Jakarta, Pamuji Raharja, dalam keterangan resminya menyatakan bahwa pihaknya langsung melakukan pengejaran setelah mendapatkan kepastian mengenai lokasi persembunyian pelaku. “Kami mendapatkan informasi jika seorang warga negara asing tinggal di sebuah hotel di kawasan Tanah Abang. Dari informasi tersebut kami lakukan pengejaran dan penangkapan terhadap yang bersangkutan,” ujar Pamuji.

Proses penangkapan berjalan lancar tanpa perlawanan berarti. Petugas juga telah melakukan kroscek ke lokasi kejadian di Menteng untuk mengumpulkan bukti-bukti tambahan serta meminta keterangan dari saksi mata, termasuk para karyawan coffee shop yang menjadi korban perilaku tidak menyenangkan tersebut. Hasil pendalaman memastikan bahwa pria tersebut memang benar berinisial ZNB dan berkebangsaan Inggris.

Profil dan Jejak Perjalanan ZNB di Indonesia

Berdasarkan penelusuran data perlintasan yang dilakukan oleh petugas, diketahui bahwa ZNB masuk ke wilayah Indonesia melalui pintu kedatangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Ia tercatat mendarat pada pertengahan April 2024 (dengan referensi data laporan menunjukkan tahun 2028/2026 sebagai periode insiden). Setelah menghabiskan waktu di Bali, ia kemudian bertolak ke Jakarta dan mulai menginap di hotel kawasan Tanah Abang sejak 21 Mei 2024.

Tindakan ZNB yang ogah membayar makan di Menteng bukan hanya masalah perdata antara konsumen dan pelaku usaha, namun juga menyentuh ranah ketertiban umum dan kepatuhan terhadap izin tinggal. Sebagai orang asing yang berada di Indonesia, setiap individu wajib menghormati hukum, adat istiadat, serta norma yang berlaku. Pelanggaran terhadap hal-hal tersebut dapat berakibat pada pencabutan izin tinggal dan tindakan administratif keimigrasian lainnya.

Sanksi Tegas: Deportasi Menanti WNA Bermasalah

Saat ini, ZNB telah resmi dipindahkan ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Jakarta. Langkah ini diambil sebagai bagian dari prosedur sebelum dilakukan proses pemulangan paksa atau deportasi ke negara asalnya, Inggris. Di Rudenim, yang bersangkutan akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut serta menunggu koordinasi dengan pihak kedutaan besar negaranya untuk memproses dokumen perjalanan kepulangannya.

Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi seluruh warga negara asing yang berkunjung atau tinggal di Indonesia untuk selalu menjaga sikap. Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Imigrasi menegaskan bahwa mereka tidak akan menoleransi setiap bentuk tindakan yang mengganggu ketertiban umum atau merugikan masyarakat lokal. Deportasi dan penangkalan (blacklist) menjadi ancaman nyata bagi mereka yang merasa berada di atas hukum.

Pihak Imigrasi juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap proaktif melaporkan setiap perilaku mencurigakan atau mengganggu yang dilakukan oleh orang asing di lingkungan mereka. Dengan sinergi antara masyarakat dan aparat, diharapkan keamanan dan kenyamanan di ruang publik dapat terus terjaga dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Kasus ZNB kini menjadi pelajaran berharga bagi para pelaku usaha di sektor jasa untuk tetap berani melaporkan segala bentuk penyelewengan, terlepas dari latar belakang kewarganegaraan pelakunya. Indonesia adalah negara hukum, di mana setiap individu, baik lokal maupun asing, memiliki kewajiban yang sama untuk mematuhi aturan main yang berlaku tanpa terkecuali.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *